{"id":169304,"date":"2022-03-20T11:15:25","date_gmt":"2022-03-20T04:15:25","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=169304"},"modified":"2022-03-20T10:57:48","modified_gmt":"2022-03-20T03:57:48","slug":"malioboro-hari-ini-jadi-semrawut-karena-skuter","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/malioboro-hari-ini-jadi-semrawut-karena-skuter\/","title":{"rendered":"Malioboro Hari Ini: Tetap Ramai, tapi Jadi Semrawut karena Skuter"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai perantau yang sebentar lagi akan meninggalkan Jogja, saya mengisi beberapa hari terakhir dengan singgah di tempat-tempat ikonik, seperti Malioboro. Iya, tempat yang pertama-tama dikunjungi hampir semua perantau yang pergi ke Jogja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kemarin saya sengaja mengunjunginya ketika malam hari, di mana Malioboro sudah \u201cmembuka mata\u201d dan memulai aktivitas dengan trengginas.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_169332\" aria-describedby=\"caption-attachment-169332\" style=\"width: 854px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-169332\" src=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/farhan-abas-cm6shnIfdp4-unsplash.jpg\" alt=\"\" width=\"854\" height=\"540\" srcset=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/farhan-abas-cm6shnIfdp4-unsplash.jpg 854w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/farhan-abas-cm6shnIfdp4-unsplash-300x190.jpg 300w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/farhan-abas-cm6shnIfdp4-unsplash-768x486.jpg 768w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/farhan-abas-cm6shnIfdp4-unsplash-750x474.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 854px) 100vw, 854px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-169332\" class=\"wp-caption-text\">Andong (Farhan Abas via Unsplash.com)<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jujur, awalnya saya cukup kaget dengan kebijakan <a href=\"https:\/\/travel.kompas.com\/read\/2022\/01\/20\/202316127\/pkl-malioboro-direlokasi-pindah-ke-mana?page=all\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">pemindahan<\/a> PKL yang menjadi \u201cruh\u201d bagi Malioboro. Dalam hati kecil, saya membayangkan kalau tempat ini akan mulai sepi, ditinggalkan, dan kehilangan sisi magis dengan perlahan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi, nyatanya itu tidak terjadi. Kekhawatiran tersebut ternyata hanya ketakutan semu akan sebuah perubahan. Saya menyaksikan sendiri Malioboro yang tetap saja ramai dengan pengunjung yang melakukan aktivitas jual-beli, maupun sekadar menghabiskan malam dengan kesia-siaan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dugaan saya, ada beberapa hal yang membuat ini bisa terjadi. Pertama, kehendak tuhan. Untuk faktor ini, mari kesampingkan dulu. Faktor selanjutnya menurut saya adalah Malioboro masih \u201csakti\u201d, sehingga pengunjung tetap berdatangan tanpa berpikir panjang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sangat perlu diakui kalau Malioboro sudah merasuk ke pikiran pendatang dan wisatawan. Sehingga tanpa sadar, mereka akan tetap mengunjungi tempat ini sesempat-sempatnya, seikhlas-ikhlasnya. Sebab, saya sendiri juga demikian. Entahlah, Malioboro memang punya daya tarik yang di luar penalaran.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_169334\" aria-describedby=\"caption-attachment-169334\" style=\"width: 854px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-169334\" src=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/yasminnaff.jpg\" alt=\"\" width=\"854\" height=\"540\" srcset=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/yasminnaff.jpg 854w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/yasminnaff-300x190.jpg 300w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/yasminnaff-768x486.jpg 768w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/yasminnaff-750x474.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 854px) 100vw, 854px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-169334\" class=\"wp-caption-text\">Siang hari (Yasminnaff via Shutterstock.com)<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Teman saya mengatakan kalau tujuan utama mengunjungi Malioboro adalah kepengin saja, bukan membeli sesuatu. Alhasil, kalaupun di Malioboro tidak ada penjual, teman saya tetap akan ke sana untuk duduk di tepi jalan sambil mengenang hal-hal yang menyenangkan yang pernah dialaminya di jalan ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, ternyata PKL yang \u201cdirapikan\u201d hanya yang berada garis lurus jalan Malioboro dan jalan Margo Mulyo saja. PKL yang ada di sirip atau samping Malioboro seperti <a href=\"https:\/\/www.agoda.com\/hotels-near-dagen-street\/attractions\/yogyakarta-id.html?cid=1844104\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">gang Dagen<\/a>, dan beberapa gang lain ternyata masih melanjutkan aktivitas tanpa terpengaruh kebijakan tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal tersebut membuat pengunjung yang bertujuan mencari makan di sana tetap bisa mencapai tujuannya tanpa terkendala apa pun. Saya menduga hal ini membuat iri PKL yang terdampak. Eh, tapi ini sekadar dugaan lho ya, apakah hal tersebut yang benar-benar terjadi? Tentu yang paling paham adalah mereka sendiri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Oh iya, ternyata \u201chilangnya\u201d PKL membuat toko-toko yang ada di sana mulai tampak \u201cterlihat\u201d oleh khalayak. Dulu, toko-toko tersebut seakan hanya sebatas bayangan. Pengunjung hanya melihat dan berlalu begitu saja. Saya sendiri juga lebih suka membeli di PKL daripada toko tersebut, entah kenapa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun sekarang berbeda, toko-toko di sana mulai menampakkan diri dan menjadi tujuan wisatawan untuk membeli oleh-oleh. Selain karena memang lokasinya yang strategis, harganya juga sama saja dengan PKL. Walhasil, mereka mulai memiliki peran aktif dalam \u201cmeramaikan\u201d Malioboro.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">***<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hukum alam memang begitu adanya. Kita tak pernah kehilangan apa pun. Beberapa hal yang pergi, nyatanya hanya digantikan oleh hal lain. Ini yang saya amati dalam kasus Malioboro. Meski demikian bukan berarti ini tanpa dampak negatif.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_169335\" aria-describedby=\"caption-attachment-169335\" style=\"width: 854px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-169335\" src=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/jon-chica.jpg\" alt=\"\" width=\"854\" height=\"540\" srcset=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/jon-chica.jpg 854w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/jon-chica-300x190.jpg 300w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/jon-chica-768x486.jpg 768w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/jon-chica-750x474.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 854px) 100vw, 854px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-169335\" class=\"wp-caption-text\">Malam hari (Jon Chica via Shutterstock.com)<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sejauh yang saya amati, kekosongan PKL tersebut dimanfaatkan dengan baik oleh beberapa orang untuk menyewakan <a href=\"https:\/\/www.krjogja.com\/berita-lokal\/diy\/yogyakarta\/dinilai-berbahaya-skuter-listrik-di-kawasan-malioboro-bakal-ditertibkan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">skuter.<\/a> Iya, kendaraan ini entah kenapa tiba-tiba saja hadir dan menjamur di sana.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebenarnya saya nggak masalah sama skuter, tapi mbok ya buat rute sendiri gitu lho. Yang terjadi kan para pengendara skuter tersebut malah ada di trotoar, ini jelas berbahaya. Bukan hanya bagi pejalan kaki, tapi juga pengendara skuter tersebut. Iya, berbahaya sekali kalau sampai dijotos pejalan kaki karena terlalu serampangan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika diamati, tidak jarang pengguna skuter ini malah melaju dari arah selatan ke utara. Dalam arti: melawan arus. Warbiyasah. Ini seakan-akan membuat tujuan pemindahan PKL agar jalan kembali menyenangkan bagi pedestrian menjadi sia-sia.<\/span><\/p>\n<p>Begini lho. Cari hiburan itu sah-sah saja. Skuter ini, sah-sah saja ada di Malioboro. Tapi, mbok ya sama-sama ngerti. Kalau nggak bisa menertibkan penyewa, atau memang bodo amat sama polah mereka, mending pikir-pikir lagi. Soalnya, yang rugi banyak. Malah jadi makin semrawut gara-gara kehadiran skuter tersebut. Coba kalau ada kecelakaan gara-gara skuter, yang rugi siapa? Banyak!<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yah, apa pun itu, sebagai orang yang tidak ber-KTP Jogja, saya hanya bisa menyampaikan fakta di lapangan saja, mau usul begini-begitu kok nggak enak. Lha wong warga Jogja saja jarang didengarkan, apalagi saya. Xixixi kabuurrr.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: M. Afiqul Adib<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<h5><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/h5>\n<h5><em>Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/forum\/daftar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">di sini<\/a>.<\/em><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Skuter marai mumet.<\/p>\n","protected":false},"author":580,"featured_media":169331,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[446,1022,15073,13933],"class_list":["post-169304","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-malioboro","tag-pkl","tag-semrawut","tag-skuter"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/169304","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/580"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=169304"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/169304\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/169331"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=169304"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=169304"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=169304"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}