{"id":168827,"date":"2022-03-16T14:15:47","date_gmt":"2022-03-16T07:15:47","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=168827"},"modified":"2022-03-17T11:43:36","modified_gmt":"2022-03-17T04:43:36","slug":"3-rekomendasi-wisata-mistis-di-jawa-timur-yang-wajib-dikunjungi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/3-rekomendasi-wisata-mistis-di-jawa-timur-yang-wajib-dikunjungi\/","title":{"rendered":"3 Rekomendasi Wisata Mistis di Jawa Timur yang Wajib Dikunjungi, Bukan Cuma Alas Purwo!"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Wisata mistis Jawa Timur ini wajib untuk kalian kunjungi, terutama bagi kalian yang suka memompa adrenalin.<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pembukaan tempat wisata setelah pandemi berangsur membaik bikin tempat wisata yang ada membludak. Di seluruh penjuru Indonesia, tempat wisata mulai kembali menemukan bentuk kehidupannya. Jawa Timur pun tak luput dari fenomena ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jawa Timur punya banyak jenis wisata yang bisa dikunjungi. Yang paling unik, tentu saja wisata mistisnya. Jika Cirebon punya <a href=\"https:\/\/travel.detik.com\/domestic-destination\/d-5827578\/kisah-museum-santet-cirebon-berawal-dari-kematian-dan-tantangan-dukun-sakti\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Museum Santet<\/a>, Surabaya pun tak ketinggalan dengan <a href=\"https:\/\/www.madiunpos.com\/bikin-merinding-ini-alasan-kenapa-museum-kesehatan-surabaya-disebut-museum-santet-1046173\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Museum Kesehatan Dr. Adhyatma, MPH<\/a>. Keduanya memiliki konsep yang sama untuk mengenalkan mereka yang tak kasat mata. Terletak di Jalan Indrapura 17, Kota Surabaya, museum ini terdapat banyak koleksi mistis seperti tali pocong, susuk, tanah kuburan, sampai dengan peralatan lainnya yang berhubungan dengan santet dan mistis.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu terdapat juga dua boneka jelangkung dengan mengenakan baju tidur warna putih, ijuk, serta paku bengkok yang konon katanya dikeluarkan dari tubuh manusia. Konsep wisata yang unik tersebut tentu saja bikin banyak orang tertarik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain museum tersebut, masih banyak wisata mistis Jawa Timur yang tentunya bisa dikulik dan dikunjungi sebagai jujugan. Dan dalam artikel ini, saya akan membagikan tiga lokasi wisata mistis Jawa Timur yang terkenal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk peringatan, ketika berkunjung ke daerah ini, sebaiknya didampingi ahli. Biar apa? Ya biar selamat lach, apa lagi memangnya?<\/span><\/p>\n<h4><b>#1 Alas Purwo<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><a href=\"https:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/Alas_Purwo_National_Park\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Alas Purwo<\/a> terletak di ujung tenggara Pulau Jawa. Tepatnya di Kecamatan Tegaldlimo dan Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi, Jawa Timur. Alas Purwo telah lama jadi salah satu pesona wisata unggulan Banyuwangi. Tempat ini identik sebagai tempat yang angker, mistis, dan penuh misteri. Pasalnya, kawasan ini konon adalah tanah tertua di Pulau Jawa dan memiliki luas mencapai 44.037 hektar.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_168897\" aria-describedby=\"caption-attachment-168897\" style=\"width: 854px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-168897\" src=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/roberto-rendon-ExbHCX87Hno-unsplash.jpg\" alt=\"\" width=\"854\" height=\"540\" srcset=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/roberto-rendon-ExbHCX87Hno-unsplash.jpg 854w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/roberto-rendon-ExbHCX87Hno-unsplash-300x190.jpg 300w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/roberto-rendon-ExbHCX87Hno-unsplash-768x486.jpg 768w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/roberto-rendon-ExbHCX87Hno-unsplash-750x474.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 854px) 100vw, 854px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-168897\" class=\"wp-caption-text\">Alas Purwo (Unsplash.com)<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Alas Purwo juga kerap dijadikan tempat beragam ritual. Tidak sedikit oknum yang datang sering memanfaatkan sebagai tempat pesugihan, pengasihan, dan ritual santet bagi mereka yang kerap kali memilih jalan pintas. Konon hutan itu sering digunakan untuk mencari wangsit atau ilmu hitam. Maka, tidaklah mengherankan di hutan Alas Purwo Banyuwangi, ditemukan berbagai jenis makhluk gaib dengan bentuk tidak lazim.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Banyaknya nilai mistis yang ada di Alas Purwo, membuat tempat ini layak dikunjungi bagi wisatawan yang memang penasaran akan dunia lain. Utamanya bagi mereka yang ingin memperbanyak acuan literatur dunia persantetan.<\/span><\/p>\n<h4><b>#2 Alas Ketonggo<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Wisata mistis Jawa Timur selanjutnya adalah Alas Ketonggo. Alas Ketonggo terletak 12 km arah selatan Kota Ngawi, tepatnya di Desa Babadan Kecamatan Paron. Luas Alas Ketonggo sendiri kurang lebih 4.846 m<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">2<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">. Alas Ketonggo merupakan salah satu alas wingit yang ada di tanah Jawa. Sebenarnya Alas Purwo dan Alas Ketonggo adalah pasangan. Alas Purwo disebut sebagai bapak, sedangkan Alas Ketonggo disebut sebagai ibu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masyarakat di Alas Ketonggo menyebut ada lebih dari sepuluh pertapaan yang ada di wilayah tersebut. Mulai dari Palenggahan Agung Srigati, Punden Watu Dhakon, Pundhen Tugu Mas, Umbul Jambe, Pundhen Siti Hinggil, Kali Tempur Sedalem, Sendang Drajat, Sendang Panguripan, Sendang Mintowiji, Kori Gapit, dan Pesanggrahan Soekarno. Tentu dari banyaknya pertapaan itu selalu ada saja yang menyalahgunakan untuk mendapatkan ilmu santet.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_168900\" aria-describedby=\"caption-attachment-168900\" style=\"width: 854px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-168900\" src=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/shutterstock_19664734991.jpg\" alt=\"\" width=\"854\" height=\"540\" srcset=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/shutterstock_19664734991.jpg 854w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/shutterstock_19664734991-300x190.jpg 300w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/shutterstock_19664734991-768x486.jpg 768w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/shutterstock_19664734991-750x474.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 854px) 100vw, 854px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-168900\" class=\"wp-caption-text\">Lawu (Shutterstock.com)<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Alas ini pun seolah tak bisa dipisahkan dengan Gunung Lawu. Bahkan, hutan itu dipercaya sebagai gerbang alam gaib Gunung Lawu. Palereman Alas Ketonggo Srigati Ngawi yang rame pengunjung dikenal sebagai wisata spiritual pintu gerbang menuju alam gaib Gunung Lawu. Untuk itu, sebagai wisatawan yang ingin lebih mengenal persantetan dan dunia mistis, sudah seyogyanya melakukan kunjungan lebih lanjut mengenai alas ini sebagai alternatif pilihan wisata.<\/span><\/p>\n<h4><b>#3 Alas Lali Jiwo<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Wisata mistis Jawa Timur selanjutnya adalah Alas Lali Jiwo. Alas Lali Jiwo berada di wilayah Gunung Arjuno yang menjulang setinggi 3.339 mdpl, berada di Kabupaten Malang dan Pasuruan. Layaknya Alas Purwo dan Alas Ketonggo yang berpasangan, Gunung Arjuno yang jadi lokasi Alas Lali Jiwo juga punya pasangannya, yakni Gunung Welirang. Bagi wisatawan yang akan mendaki Gunung Arjuno dapat melalui empat pos yakni Lawang, Purwosari, Tretes, dan Batu.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_168902\" aria-describedby=\"caption-attachment-168902\" style=\"width: 854px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-168902\" src=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/arjuno.jpg\" alt=\"\" width=\"854\" height=\"540\" srcset=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/arjuno.jpg 854w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/arjuno-300x190.jpg 300w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/arjuno-768x486.jpg 768w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/arjuno-750x474.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 854px) 100vw, 854px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-168902\" class=\"wp-caption-text\">Gunung Arjuno (Shutterstock.com)<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Alas ini sangat familiar bagi para pendaki gunung. Sebab, alas ini berada di daerah gunung yang kerap jadi tujuan pendakian.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masyhurnya keangkeran alas ini terkadang disalahgunakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab dan cenderung ingin mendapatkan keuntungan sendiri. Utamanya dalam ilmu teluh.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Konon, warga setempat percaya bahwa orang yang hilang di Alas Lali Jiwo akan hilang selamanya alias moksa. Jika kalian penasaran dan memang tertarik dengan dunia mistis, alas ini wajib untuk dikunjungi. Namun, ingat, jangan sering-sering mengeluh di tempat ini. Pokoknya jangan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itulah beberapa destinasi wisata mistis Jawa Timur yang wajib dikunjungi. Masih cukup banyak tempat-tempat serupa, namun yang saya sebutkan yang paling wingit dulu. Biar makin terkenal, dan bisa jadi jujugan prioritas.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Fareh Hariyanto<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<h5><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/h5>\n<h5><em>Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/forum\/daftar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">di sini<\/a>.<\/em><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ngeri-ngeri sedap.<\/p>\n","protected":false},"author":664,"featured_media":168896,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[15045,15044,15043,15042],"class_list":["post-168827","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-alas-ketonggo","tag-alas-lali-jiwo","tag-alas-purwo","tag-wisata-mistis"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/168827","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/664"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=168827"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/168827\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/168896"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=168827"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=168827"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=168827"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}