{"id":168443,"date":"2022-03-13T11:30:20","date_gmt":"2022-03-13T04:30:20","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=168443"},"modified":"2022-03-13T08:45:26","modified_gmt":"2022-03-13T01:45:26","slug":"6-dosa-dan-larangan-saat-makan-bakpia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/6-dosa-dan-larangan-saat-makan-bakpia\/","title":{"rendered":"6 Dosa dan Larangan Saat Makan Bakpia"},"content":{"rendered":"<p>Seperti gudeg, bakpia adalah makanan khas yang berasal dari Yogyakarta. Mungkin salah satu ciri khas dari kebanyakan makanan yang berasal dari Yogyakarta ini terkenal manis. Tapi untuk bakpia, rasanya beraneka ragam, tergantung isiannya.<\/p>\n<p>Sebagai informasi, bakpia adalah makanan yang sebetulnya datang dari negeri Tiongkok. Teksturnya memang sangat rapuh karena terbuat dari tepung yang dipanggang. Meski untuk saat ini, sudah banyak yang mulai memproduksi bakpia kukus, yaitu bakpia yang memiliki tekstur kulit luar yang lembut dan nggak mudah rapuh. Baik dipanggang atau dikukus, menurut saya tidak ada masalah. Toh, itu juga untuk memvariasikan bakpia agar dapat dinikmati lebih banyak orang.<\/p>\n<figure id=\"attachment_168498\" aria-describedby=\"caption-attachment-168498\" style=\"width: 854px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-168498\" src=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/shutterstock_2119853897.jpg\" alt=\"\" width=\"854\" height=\"540\" srcset=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/shutterstock_2119853897.jpg 854w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/shutterstock_2119853897-300x190.jpg 300w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/shutterstock_2119853897-768x486.jpg 768w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/shutterstock_2119853897-560x354.jpg 560w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/shutterstock_2119853897-750x474.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 854px) 100vw, 854px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-168498\" class=\"wp-caption-text\">Bakpia kukus (Shutterstock.com)<\/figcaption><\/figure>\n<p>Terlepas dari pro dan kontra soal masalah bakpia dipanggang atau dikukus, saya akan menyebutkan dosa dan larangan saat kalian makan bakpia.\u00a0 Dan inilah 6 dosa dan larangan yang mungkin kalian lakukan saat makan bakpia.<\/p>\n<h4>#1 Menambahkan saus atau penambah rasa<\/h4>\n<p>Rasa dari bakpia ini macam-macam. Ada yang isinya keju, kacang, coklat, susu, dan masih banyak lainnya. Jadi, ketika makan bakpia, tidak perlu menambahkannya dengan saus, kecap, atau dicocolkan ke mayones. Sungguh, itu hanya akan membuat rasa bakpianya jadi makin nggak karuan. Percayalah, si bakpia ini dimakan langsung saja sudah enak, kok. Nggak usah aneh-aneh dan sok bereksperimen.<\/p>\n<h4>#2 Bersanding dengan teh<\/h4>\n<p>Memang pada musim hujan seperti ini, menikmati teh saat sore hari adalah hal yang paling cocok. Ditambah dengan rintik gerimis dan hawa dingin berbau humus, sungguh makyus. Secangkir teh hangat disandingkan dengan bakpia itu nggak salah, kok. Namun, yang salah kalau kalian lupa untuk memakan bakpia, malah cuma nyeruput tehnya. Lha terus, bakpianya buat apa? Pajangan doang?<\/p>\n<figure id=\"attachment_168497\" aria-describedby=\"caption-attachment-168497\" style=\"width: 854px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-168497\" src=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/shutterstock_1433659082.jpg\" alt=\"\" width=\"854\" height=\"540\" srcset=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/shutterstock_1433659082.jpg 854w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/shutterstock_1433659082-300x190.jpg 300w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/shutterstock_1433659082-768x486.jpg 768w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/shutterstock_1433659082-560x354.jpg 560w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/shutterstock_1433659082-750x474.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 854px) 100vw, 854px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-168497\" class=\"wp-caption-text\">Secangkir teh dan bakpia (Shutterstock.com)<\/figcaption><\/figure>\n<h4>#3 Menambahkan nasi<\/h4>\n<p>Ini juga nggak boleh dilakukan. Benar-benar nggak boleh dilakukan. Menjadikan bakpia sebagai lauk adalah hal yang sangat aneh. Lha gimana? Kates yang dijadikan lauk dan dimakan bebarengan pakai nasi saja sudah terkesan aneh bagi saya. Apalagi bakpia? Malah tambah aneh banget. Makan bakpia ya digado saja. Kalian nggak perlu menambahkan nasi biar kenyang. Lha wong tiga butir bakpia saja sudah bikin kenyang, kok.<\/p>\n<h4>#4 Sambil jogging<\/h4>\n<p>Kalau makan bakpia sama jogging, yang ada malah suduken (nyeri perut saat olahraga). Makan bakpia itu sambil duduk, nyantai, dan mengobrol santai. Sebetulnya, nggak cuma bakpia, makan sate kambing, soto, dan makanan lain alangkah lebih baiknya dinikmati sambil duduk dan tenang. Biar makanan yang kalian konsumsi bisa dinikmati dengan lebih namaste.<\/p>\n<figure id=\"attachment_168496\" aria-describedby=\"caption-attachment-168496\" style=\"width: 854px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-168496\" src=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/shutterstock_1896390097.jpg\" alt=\"\" width=\"854\" height=\"540\" srcset=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/shutterstock_1896390097.jpg 854w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/shutterstock_1896390097-300x190.jpg 300w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/shutterstock_1896390097-768x486.jpg 768w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/shutterstock_1896390097-560x354.jpg 560w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/shutterstock_1896390097-750x474.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 854px) 100vw, 854px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-168496\" class=\"wp-caption-text\">Sekotak bakpia (Shutterstock.com)<\/figcaption><\/figure>\n<h4>#5 Sambil hujan-hujan<\/h4>\n<p>Kalau makan camilan ini, tolong di tempat yang teduh. Misalnya turun hujan, ya berteduh, dong. Lagian ngapain juga makan bakpia di tengah hujan? Mau sambil nangis biar kelihatan dramatis karena habis diputusin sama ayang? Kurang kerjaan aja. Lhawong makan bakpia yang dicelupin ke air putih saja sudah terasa aneh, apalagi makan di tengah hujan? Wis, ra waras blas.<\/p>\n<h4>#6 Dijadikan umpan mancing<\/h4>\n<p>Ini adalah hal yang sangat mubazir dan menyia-nyiakan nikmat Tuhan. Mana ada ikan yang mau makan bakpia? Lagipula tekstur bakpia sangat rapuh, kena air saja langsung rusak, eh malah dijadikan umpan. Lebih baik, ia dijadikan camilan saat memancing saja, daripada terbuang sia-sia. Tapi kalau kalian nekat mau mencoba juga nggak papa, sih. Palingan cuma bakal diketawain sama orang yang mancing lainnya.<\/p>\n<p>Itulah 6 dosa dan larangan saat makan bakpia. Saya berharap pada kalian agar tidak melakukan dosa dan larangan tersebut. Semoga saran saya tersebut selalu diingat baik di darat, laut, maupun udara.<\/p>\n<p>Penulis:\u00a0<span data-sheets-value=\"{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:&quot;Grantino Gangga Ananda Lukmana&quot;}\" data-sheets-userformat=\"{&quot;2&quot;:513,&quot;3&quot;:{&quot;1&quot;:0},&quot;12&quot;:0}\">Grantino Gangga Ananda Lukmana<\/span><br \/>\nEditor: Audian Laili<\/p>\n<h5><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/h5>\n<h5><em>Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/forum\/daftar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">di sini.<\/a><\/em><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kalau makan, nggak usah aneh-aneh.<\/p>\n","protected":false},"author":1166,"featured_media":168499,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12909],"tags":[15022,509],"class_list":["post-168443","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kuliner","tag-makan-bakpia","tag-yogyakarta"],"modified_by":"Audian Laili","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/168443","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1166"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=168443"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/168443\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/168499"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=168443"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=168443"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=168443"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}