{"id":167427,"date":"2022-03-11T11:30:10","date_gmt":"2022-03-11T04:30:10","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=167427"},"modified":"2022-03-11T11:02:05","modified_gmt":"2022-03-11T04:02:05","slug":"4-hal-tidak-menyenangkan-jadi-warga-kabupaten-lamongan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/4-hal-tidak-menyenangkan-jadi-warga-kabupaten-lamongan\/","title":{"rendered":"4 Hal Tidak Menyenangkan Jadi Warga Kabupaten Lamongan"},"content":{"rendered":"<p>Lamongan memang sebuah kabupaten yang identik dengan makanan, sebut saja pecel lele, soto Lamongan, wingko babat, dan sebagainya. Perspektif orang luar memandang Lamongan memang demikian.<\/p>\n<p>Hal ini membuat sisi tidak menyenangkan hidup sebagai warga Lamongan seakan tertutup oleh isu tersebut. Padahal ada beragam isu lain serta permasalahan yang perlu diperkenalkan ke masyarakat secara luas tentang Lamongan. Saya mencatat setidaknya ada empat hal yang tidak menyenangkan menjadi warga kabupaten Lamongan.<\/p>\n<h4><strong>#1 Sering kebanjiran<\/strong><\/h4>\n<p>Jujur, agak sedih mengakui kalau Lamongan adalah wilayah yang tiap musim hujan selalu banjir. Iya, selalu. Semacam member tetap yang setia terhadap kebanjiran. Bahkan ada wilayah yang ketika banjir, tak mudah untuk surut, meski sudah lebih dari sebulan.<\/p>\n<figure id=\"attachment_168289\" aria-describedby=\"caption-attachment-168289\" style=\"width: 854px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-168289 size-full\" src=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Langganan-banjir-Pixabay.jpg\" alt=\"\" width=\"854\" height=\"540\" srcset=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Langganan-banjir-Pixabay.jpg 854w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Langganan-banjir-Pixabay-300x190.jpg 300w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Langganan-banjir-Pixabay-768x486.jpg 768w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Langganan-banjir-Pixabay-560x354.jpg 560w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Langganan-banjir-Pixabay-750x474.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 854px) 100vw, 854px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-168289\" class=\"wp-caption-text\">Jadi wilayah langganan banjir (Pixabay.com)<\/figcaption><\/figure>\n<p>Cukup wadaw sekali memang. Selain itu, saya pernah baca <a href=\"https:\/\/mojok.co\/liputan\/susul\/asal-mula-banyak-orang-lamongan-jualan-pecel-lele\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">liputan di Mojok<\/a> yang menjelaskan bahwa alasan orang Lamongan merantau dan mendirikan tenda pecel lele di berbagai daerah, ya karena kondisi di Lamongan yang cukup susah untuk dijadikan tempat bertahan hidup.<\/p>\n<p>\u201cSaat musim hujan kalau berak nggak bisa duduk, saat musim kemarau kalau berak nggak bisa cebok\u201d.<\/p>\n<p>Kondisi ini sebenarnya sudah sejak lama terjadi, tapi karena bukan Jakarta, banjir di Lamongan jarang sekali mendapat sorotan media nasional. Alhasil, solusi atas banjir pun hanya sekadar SABAR.<br \/>\nHmmm.<\/p>\n<h4><strong>#2 Sering lewat jalanan penuh lubang dan genangan<\/strong><\/h4>\n<p>Harus diakui bahwa masalah jalan berlubang memang hampir ada pada tiap kabupaten di Indonesia. Entah memang sengaja untuk melatih kemampuan pengguna kendaraan atau apa, yang pasti, kesabaran juga ikut terlatih.<\/p>\n<p>Di Lamongan, tidak hanya jalan berlubang yang menjadi \u201cwisata\u201d bagi pengendara motor maupun mobil, melainkan juga jalan yang tergenang air. Iya, seperti yang sudah saya jelaskan di atas, Lamongan memang sering terjadi kebanjiran, dan ketika banjir datang, di beberapa wilayah lama surutnya.<\/p>\n<p>Alhasil, ketika ingin melintasi sebuah jalan, alih-alih sampai di tempat tujuan, kita malah tiba di sebuah lubang yang ujuk-ujuk membawa kita di sebuah bengkel, bahkan puskesmas terdekat.<\/p>\n<p>Melintasi jalan di Lamongan memang perlu kehati-hatian, apalagi tanpa ayang ketika musim hujan.<\/p>\n<h4><strong>#3 Dianggap sekadar soto dan pecel lele<\/strong><\/h4>\n<p>Ketika kuliah di luar kota, saya sering mendapat celetukan \u201cWah, pecel lele,\u201d saat memperkenalkan asal saya. Awalnya saya mengerutkan dahi, tapi setelah agak lama, saya merasa itu hal yang wajar.<\/p>\n<figure id=\"attachment_168290\" aria-describedby=\"caption-attachment-168290\" style=\"width: 854px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-168290 size-full\" src=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Pecel-lele-Lamongan-yang-sangat-terkenal-Shutterstock.jpg\" alt=\"Pecel lele Lamongan yang sangat terkenal Shutterstock\" width=\"854\" height=\"540\" srcset=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Pecel-lele-Lamongan-yang-sangat-terkenal-Shutterstock.jpg 854w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Pecel-lele-Lamongan-yang-sangat-terkenal-Shutterstock-300x190.jpg 300w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Pecel-lele-Lamongan-yang-sangat-terkenal-Shutterstock-768x486.jpg 768w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Pecel-lele-Lamongan-yang-sangat-terkenal-Shutterstock-560x354.jpg 560w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Pecel-lele-Lamongan-yang-sangat-terkenal-Shutterstock-750x474.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 854px) 100vw, 854px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-168290\" class=\"wp-caption-text\">Pecel lele Lamongan yang sangat terkenal (Shutterstock.com)<\/figcaption><\/figure>\n<p>Hal ini tentu berkat kemampuan branding dari pemerintah Kabupaten Lamongan yang cukup meresahkan. Bahkan salah satu gapura masuk menuju Lamongan hanya bertuliskan \u201cLamongan Kota Adipura Kencana\u201d. Sungguh branding yang sangat susah dipahami akal sehat. Kayak nggak ada ikon lain saja.<\/p>\n<p>Padahal masih ada beragam hal untuk dipamerkan seperti sego boran, es batil, atau wingko babat yang lebih dikenal sebagai makanan dari Semarang. Jadi bisa tuh diganti \u201cLamongan Kota Asal Wingko Babat\u201d. Yah, terlihat seperti klarifikasi yang agak lebih \u201cmenjual\u201d tentunya.<\/p>\n<p>Selain makanan, di sisi utara Kabupaten Lamongan ada Kecamatan Paciran yang potensi wisatanya sangat lengkap dan bisa diperkenalkan ke seluruh penjuru Nusantara. Di sana ada WBL (Wisata Bahari Lamongan) sebagai wisata buatan ala-ala Dufan. Mazola (Maharani Zoo dan Gua), sejenis kebun binatang tapi dengan kolaborasi wisata gua Maharani, dan lain sebagainya. Beragam pantai di Kabupaten Lamongan juga cocok untuk caption \u201cvitamin sea\u201d kalian. Desa batik Sendang juga bisa dijadikan pilihan wisata budaya. Serta ada juga Makam Para Wali sebagai perwakilan wisata religi.<\/p>\n<p>Sungguh paket wisata lengkap dan life-balance sekali, kan? Jadi hentikan menganggap Lamongan sekadar pecel lele dan soto!<\/p>\n<h4><strong>#4 Tim sepak bola kebanggaan, Persela Lamongan, terancam degradasi<\/strong><\/h4>\n<p>Bagi yang belum tahu, bagi warga Kabupaten Lamongan, hal yang paling membanggakan dari Lamongan adalah Persela. Kalau diamati, berita tentang Lamongan juga selalu diisi dengan 4 hal utama, yakni banjir, kemacetan, kecelakaan, dan Persela.<\/p>\n<figure id=\"attachment_168297\" aria-describedby=\"caption-attachment-168297\" style=\"width: 854px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-168297 size-full\" src=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Persela-terancam-degradasi-Unsplash.jpg\" alt=\"\" width=\"854\" height=\"540\" srcset=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Persela-terancam-degradasi-Unsplash.jpg 854w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Persela-terancam-degradasi-Unsplash-300x190.jpg 300w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Persela-terancam-degradasi-Unsplash-768x486.jpg 768w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Persela-terancam-degradasi-Unsplash-560x354.jpg 560w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Persela-terancam-degradasi-Unsplash-750x474.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 854px) 100vw, 854px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-168297\" class=\"wp-caption-text\">Persela terancam degradasi (Unsplash.com)<\/figcaption><\/figure>\n<p>Jika melihat statistik, sampai 4 Maret 2022, Persela sudah menjalani 19 laga terakhir tanpa satu pun mendapat kemenangan. Hasil ini memaksa tim Persela berada di zona merah dan terancam degradasi.<\/p>\n<p>Waiki, kalau tak bisa mengurus banjir dan jalan berlubang, kami masih bisa sabar, tapi kalau sampai Persela degradasi, lantas harus kami lampiaskan ke mana rasa bangga kami terhadap Lamongan?<\/p>\n<p>Penulis: M. Afiqul Adib<br \/>\nEditor: Intan Ekapratiwi<\/p>\n<h5><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/h5>\n<h5><em>Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/forum\/daftar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">di sini<\/a>.<\/em><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Anak Lamongan merapaaat~<\/p>\n","protected":false},"author":580,"featured_media":168302,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[2501,2250,12356],"class_list":["post-167427","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-jawa-timur","tag-lamongan","tag-warga"],"modified_by":"Intan Ekapratiwi","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/167427","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/580"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=167427"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/167427\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/168302"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=167427"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=167427"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=167427"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}