{"id":166543,"date":"2022-02-26T10:45:30","date_gmt":"2022-02-26T03:45:30","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=166543"},"modified":"2022-02-26T06:58:31","modified_gmt":"2022-02-25T23:58:31","slug":"juvenile-justice-dan-realitas-kenakalan-remaja-di-korea-selatan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/juvenile-justice-dan-realitas-kenakalan-remaja-di-korea-selatan\/","title":{"rendered":"Juvenile Justice dan Realitas Kenakalan Remaja di Korea Selatan"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cSaya masih di bawah umur. Kapan investigasi akan selesai? Saya belajar di kamp hukum bahwa saya tidak akan dihukum jika saya berusia di bawah 14 tahun,\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Potongan dialog di atas berasal dari drama <em>Stranger 2<\/em> dan beberapa kali diselipkan di drama-drama kriminal dalam bentuk yang gamblang maupun bersifat subtil. Subteks menggambarkan keadaan Korea Selatan yang diambang dilema dalam menegakkan keadilan.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_166545\" aria-describedby=\"caption-attachment-166545\" style=\"width: 854px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-166545 size-full\" src=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Hukum.jpg\" alt=\"\" width=\"854\" height=\"540\" srcset=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Hukum.jpg 854w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Hukum-300x190.jpg 300w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Hukum-768x486.jpg 768w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Hukum-560x354.jpg 560w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Hukum-750x474.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 854px) 100vw, 854px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-166545\" class=\"wp-caption-text\">Menegakkan keadilan (Shutterstock.com)<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebetulnya, kejahatan remaja adalah masalah di banyak negara. Keadilan sering kali kehilangan wujudnya ketika berhadapan dengan kaum yang kerap dianggap belum cukup layak menerima ganjaran kejahatan, remaja, sebab normalitas mendukung anggapan itu. Padahal kejahatan dapat dilakukan oleh siapa pun, kapan pun, dan di mana pun.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Serial orisinal Netflix terbaru berjudul <em>Juvenile Justice<\/em>\u00a0menggambarkan kondisi mengerikan di atas dalam 10 episode dengan apik. Dari <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">trailer-<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">nya pun serial ini tampak menjanjikan. Potongan dialog dari drama <em>Stranger 2<\/em> di atas ditanyakan kembali, tetapi kali ini oleh orang dewasa yang punya kewajiban menegakkan hukum. Kira-kira begini, \u201cKenapa? Kau melakukan kejahatan karena tidak akan dihukum?\u201d Pertanyaan itu dijawab dengan seringai yang meremehkan. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Para &#8220;penjahat remaja&#8221; ini seolah memiliki landasan untuk melakukan kejahatannya. Saya pun bertanya-tanya, apakah secara psikologis remaja-remaja nakal ini memiliki semacam <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">superiority <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">(punya orang tua kaya, pejabat, atau hak istimewa lainnya) di depan hukum yang ada? Dan, bagaimana hukum harus menyikapinya? Menarik, bukan?<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_166546\" aria-describedby=\"caption-attachment-166546\" style=\"width: 854px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-166546 size-full\" src=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/juvenile-law.jpg\" alt=\"\" width=\"854\" height=\"540\" srcset=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/juvenile-law.jpg 854w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/juvenile-law-300x190.jpg 300w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/juvenile-law-768x486.jpg 768w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/juvenile-law-560x354.jpg 560w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/juvenile-law-750x474.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 854px) 100vw, 854px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-166546\" class=\"wp-caption-text\">Ilustrasi remaja nakal (Shutterstock.com)<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut statistik analisis kejahatan yang dirilis oleh Korea Youth Counseling and Welfare Institute (KYCI) dan Kantor Kejaksaan Agung Korea Selatan, sebanyak 4.163 remaja mengaku telah melakukan kejahatan meskipun menjadi sasaran masa percobaan (hukuman) pada tahun 2017. Dan<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a090,4% di antara mereka melakukan kejahatan (lagi) dalam setahun. Persentase remaja yang dimasukkan ke pusat penahanan remaja untuk kejahatan dan yang <\/span><b>kembali<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> ke pusat penahanan remaja setelah melakukan kejahatan dalam satu tahun penahanan mereka juga meningkat. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Data ini menunjukkan bahwa meskipun Korea Selatan memiliki <a href=\"https:\/\/www.encyclopedia.com\/law\/encyclopedias-almanacs-transcripts-and-maps\/juvenile-law\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">juvenile law<\/a>, remaja tetap melakukan kejahatan karena hukuman yang tidak memiliki efek jera. Mereka mendengar dari masyarakat bahwa pusat penahanan remaja tidak semengerikan penjara orang dewasa, dan itu menjadi pegangan yang cukup melegakan bagi mereka. Kemudian muncul narasi meremehkan seperti pada dialog yang saya kutip di atas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Serial Netflix <em>Juvenile Justice<\/em> akan menguliti sistem keadilan bagi remaja yang pada kenyataannya memang belum ampuh. Masyarakat Korea Selatan pun menghendaki adanya revisi pada juvenile law agar kriminalitas remaja menurun.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_166547\" aria-describedby=\"caption-attachment-166547\" style=\"width: 854px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-166547 size-full\" src=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/remaja-korea.jpg\" alt=\"\" width=\"854\" height=\"540\" srcset=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/remaja-korea.jpg 854w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/remaja-korea-300x190.jpg 300w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/remaja-korea-768x486.jpg 768w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/remaja-korea-560x354.jpg 560w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/remaja-korea-750x474.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 854px) 100vw, 854px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-166547\" class=\"wp-caption-text\">Masyarakat Korea Selatan menghendaki adanya revisi pada juvenile law agar kriminalitas remaja menurun (Shutterstock.com)<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berbeda dengan film dan drama Korea lain (<em>Han Gong Ju<\/em>,<em> Georgia<\/em>) yang mengangkat tema kejahatan remaja, <em>Juvenile Justice<\/em> mengetengahkan pendekatan hukum dan menggali motivasi-motivasi lain dari kejahatan remaja tersebut. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><em>Juvenile Justice<\/em> juga memperlihatkan warna hukum (keadilan) yang bersifat sama dengan kejahatan, tidak hitam dan putih. Seharusnya keadilan juga tidak pandang bulu. Kamu juga akan diajak berdiskusi mengenai ungkapan semacam, \u201cKasihan lah, masih anak-anak, biarin aja,\u201d yang membuat adanya standar ganda sekaligus dilema.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Luangkan waktumu akhir pekan ini untuk menonton serial ini. Selain dibawa ke perdebatan-perdebatan serius soal keadilan bagi remaja, kita juga disuguhi sajian visual yang tidak akan pernah kamu temukan di drama-drama kriminal Korea lainnya. Selain itu, <em>Juvenile Justice<\/em> juga dibintangi aktor dan aktris beken, di antaranya Kim Hye Soo, Kim Mu Yeol, dan Lee Sung Min. Tidak lupa juga, di belakang layar ada Hong Jong Chan (<em>Life<\/em>, <em>Dear My Friends<\/em>) yang duduk di kursi sutradara. Tunggu apa lagi, cus Netflix!<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Rizal Nurhadiansyah<br \/>\nEditor: Intan Ekapratiwi<\/p>\n<h5><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/h5>\n<h5><em>Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/forum\/daftar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">di sini.<\/a><\/em><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Cusss Netflix~<\/p>\n","protected":false},"author":1693,"featured_media":166544,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13118],"tags":[1293,14949,6487],"class_list":["post-166543","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-serial","tag-drama-korea","tag-juvenile-justice","tag-serial-netflix"],"modified_by":"Intan Ekapratiwi","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/166543","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1693"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=166543"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/166543\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/166544"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=166543"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=166543"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=166543"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}