{"id":166425,"date":"2022-02-26T15:05:26","date_gmt":"2022-02-26T08:05:26","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=166425"},"modified":"2025-11-25T10:35:57","modified_gmt":"2025-11-25T03:35:57","slug":"3-film-korea-tentang-pergerakan-gwangju-yang-bikin-nangis","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/3-film-korea-tentang-pergerakan-gwangju-yang-bikin-nangis\/","title":{"rendered":"3 Film Korea tentang Pergerakan Gwangju yang Bikin Nangis"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebelum dikenal sebagai bangsa yang modern, maju, dan demokratis seperti sekarang, Korea Selatan punya sejarah kelamnya sendiri. Salah satunya,<\/span><a href=\"https:\/\/www.britannica.com\/event\/Kwangju-Uprising\"> <span style=\"font-weight: 400;\">pergerakan demokratis Gwangju<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> pada 1980-an.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah lepas dari pemerintahan diktator Park Chung Hee, di akhir 1979 Korea Selatan harus menghadapi kembali pemerintahan serupa yang dipimpin oleh Chun Doo Hwan. Saat itu, Chun, dengan kekuatan militernya, melakukan kudeta militer dan secara bertahap merebut kekuasaan pemerintahan.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_166590\" aria-describedby=\"caption-attachment-166590\" style=\"width: 854px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-166590\" src=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Liberty-Park-Exhibition-Gwangju-Uprising-May-18-Gwangju-Democratization-Movement.jpg\" alt=\"\" width=\"854\" height=\"540\" srcset=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Liberty-Park-Exhibition-Gwangju-Uprising-May-18-Gwangju-Democratization-Movement.jpg 854w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Liberty-Park-Exhibition-Gwangju-Uprising-May-18-Gwangju-Democratization-Movement-300x190.jpg 300w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Liberty-Park-Exhibition-Gwangju-Uprising-May-18-Gwangju-Democratization-Movement-768x486.jpg 768w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Liberty-Park-Exhibition-Gwangju-Uprising-May-18-Gwangju-Democratization-Movement-560x354.jpg 560w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Liberty-Park-Exhibition-Gwangju-Uprising-May-18-Gwangju-Democratization-Movement-750x474.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 854px) 100vw, 854px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-166590\" class=\"wp-caption-text\">Liberty Park Exhibition Gwangju Uprising May 18 Gwangju Democratization Movement (Shutterstock.com)<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di bawah era kediktatoran militernya, Chun menerapkan darurat militer, membatasi aktivitas politik dan pers, serta menutup universitas. Oleh karena itu, pada masa itu berbagai pergerakan demokratis menentang pemerintahan Chun bermunculan di beberapa daerah. Salah satu yang menjadi paling tragis terjadi di Gwangju. Ratusan orang meninggal dunia, meninggalkan trauma mendalam bagi banyak pihak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kejadian bersejarah yang nggak akan terlupakan oleh rakyat Korea itu mengilhami beberapa sineas menghadirkan cerita melalui sinema. Berikut di antaranya.<\/span><\/p>\n<h2><b>#1 May 18<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Film besutan sutradara Kim Ji Hoon yang rilis pada 2007 ini akan menjebakmu lewat ambience bahagia di awal film sebelum menerjunkanmu dalam isak tangis kemudian. Menceritakan kehidupan bahagia Min Woo (Kim Sang Kyung) bersama sang adik, Jin Woo (Lee Joon Gi). Min Woo yang bekerja sebagai sopir taksi ini perlahan jatuh cinta pada seorang perawat bernama Shin Ae (Lee Yo Won) yang juga teman gereja adiknya.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Singkat cerita, kisah bahagia mereka beralih menjadi sebuah tragedi. Angkatan militer mulai masuk ke Gwangju sebagai respons dari demonstrasi mahasiswa Gwangju pada 18 Mei 1980. Aparat militer melakukan pemberantasan keji pada para demonstran, bahkan pada rakyat sipil. Tanpa ampun. Ayah Shin Ae yang bernama Heung Soo (Ahn Sung Ki) akhirnya membuat gerakan sipil, menghimpun kekuatan rakyat Gwangju untuk angkat senjata melawan kebengisan rezim militer saat itu.<\/span><\/p>\n<h2><b>#2 A Taxi Driver<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Film Korea tahun 2017 karya Bong Joon Ho ini bakalan mengoyak perasaanmu dengan transisi genre dan gaya penceritaannya. Di awal film kita akan disuguhi kehidupan sederhana nan menyenangkan seorang sopir taksi bernama Kim Man Seob (Song Kang Ho). Tergiur dengan bayaran seorang jurnalis asing bernama Jurgen Hinzpeter (Thomas Kretschmann), Kim pun bersedia mengantar Thomas melakukan perjalanan meliput berita saat peristiwa Gwangju terjadi.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_166591\" aria-describedby=\"caption-attachment-166591\" style=\"width: 854px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-166591\" src=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/shutterstock_1691322637.jpg\" alt=\"\" width=\"854\" height=\"540\" srcset=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/shutterstock_1691322637.jpg 854w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/shutterstock_1691322637-300x190.jpg 300w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/shutterstock_1691322637-768x486.jpg 768w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/shutterstock_1691322637-560x354.jpg 560w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/shutterstock_1691322637-750x474.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 854px) 100vw, 854px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-166591\" class=\"wp-caption-text\">Liberty Park Exhibition Gwangju Uprising May 18 Gwangju Democratization Movement (Shutterstock.com)<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Film ini mempertontonkan bagaimana suasana mencekam di Gwangju pada masa itu. Bagaimana terisolirnya Gwangju dari dunia luar, pun ketika peristiwa berdarah itu terjadi dan belum diketahui masyarakat internasional. Di sisi lain, kita juga bisa melihat bagaimana rakyat Gwangju saling membantu, tenaga medis bekerja keras, hingga para sopir taksi yang menjadi pahlawan bagi korban-korban yang berjatuhan.<\/span><\/p>\n<h2><b>#3 26 Years<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika kedua film di atas didasarkan secara gamblang pada pergerakan Gwangju, film satu ini mengambil arah yang berbeda. Karya sutradara Cho Geun Hyun yang dirilis pada- 2012 ini dikembangkan dari manhwa online karangan Kang Full.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Film <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">26 Years <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">bercerita tentang lima orang asing yang punya kenangan buruk terhadap pembantaian Gwangju. Mereka adalah Jin Bae (Jin Goo) seorang gangster, Mi Jin (Han Hye Jin) seorang penembak, Jung Hyuk (Im Seulong) seorang polisi, Gap Se (Lee Geung Young) seorang CEO perusahaan keamanan, dan Joo Ahn (Bae Soo Bin) pengawal Gap Se.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kelimanya merencanakan pembunuhan pada seseorang yang mereka yakini bertanggung jawab pada peristiwa Gwangju. Aksi balas dendam mereka pun sama sekali nggak mudah. Pasalnya, sasaran mereka ini adalah orang penting pemerintahan yang mendapat pengawalan paripurna. Film yang sangat berani, sebab filmnya sendiri dirilis ketika Chun masih hidup.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_166592\" aria-describedby=\"caption-attachment-166592\" style=\"width: 854px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-166592\" src=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/shutterstock_1687902289.jpg\" alt=\"\" width=\"854\" height=\"540\" srcset=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/shutterstock_1687902289.jpg 854w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/shutterstock_1687902289-300x190.jpg 300w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/shutterstock_1687902289-768x486.jpg 768w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/shutterstock_1687902289-560x354.jpg 560w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/shutterstock_1687902289-750x474.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 854px) 100vw, 854px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-166592\" class=\"wp-caption-text\">Liberty Park Exhibition Gwangju Uprising May 18 Gwangju Democratization Movement (Shutterstock.com)<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meskipun menyaksikannya lewat medium film, cerita mengenai pergerakan Gwangju ini nggak pernah gagal membuat saya mbrebes mili. Sulit membayangkan ada masa di mana sebuah negara melakukan pembantaian kejam pada bangsanya sendiri. Dan mirisnya, sampai hari kematiannya pun,<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">Chun Doo Hwan<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> dilaporkan nggak pernah minta maaf secara layak pada korban. Sungguh T E R L A L U.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Maria Monasias Nataliani<\/p>\n<p>Editor: Rizky Prasetya<\/p>\n<h5><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/h5>\n<h5><em>Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/forum\/daftar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">di sini<\/a>.<\/em><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tisu mana tisuuu.<\/p>\n","protected":false},"author":29,"featured_media":166589,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_comment_section":"1"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0","format":"standard","subtitle":""},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":{"post_split":[{"template":"1","tag":"h2","numbering":"asc","mode":"normal","first":"0","enable_toc":"0","toc_type":"normal"}]},"footnotes":""},"categories":[13081],"tags":[28,959,14950,1944],"class_list":["post-166425","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-film","tag-film","tag-korea-selatan","tag-pergerakan-gwangju","tag-sejarah"],"modified_by":"Anggi Thoat Ariyanto","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/166425","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/29"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=166425"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/166425\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/166589"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=166425"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=166425"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=166425"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}