{"id":166384,"date":"2022-02-25T15:05:15","date_gmt":"2022-02-25T08:05:15","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=166384"},"modified":"2022-02-25T13:50:31","modified_gmt":"2022-02-25T06:50:31","slug":"nobisuke-nobi-adalah-kita-manusia-yang-berpisah-dengan-cita-citanya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/nobisuke-nobi-adalah-kita-manusia-yang-berpisah-dengan-cita-citanya\/","title":{"rendered":"Nobisuke Nobi Adalah Kita, Manusia yang Berpisah dengan Cita-Citanya"},"content":{"rendered":"<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Hari ini, 25 Februari, adalah hari di mana Nobisuke Nobi berpisah dengan cita-citanya.<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pertama, saya ingin mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya pada Fujiko Fujio, mangaka yang telah menciptakan sebuah karya luar biasa, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Doraemon<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Selama lebih dari setengah abad, saya dan ratusan juta anak di seluruh dunia terhibur dengan cerita <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Doraemon<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, Nobita, dan kawan-kawannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Doraemon adalah pahlawan nasional Jepang. Pemerintah Jepang pun telah menetapkan Doraemon sebagai Duta Besar Budaya Animasi Jepang karena karakter dan jalan cerita yang disuguhkannya telah dianggap melambangkan persahabatan dan budaya Jepang. Sampai sekarang pun,<\/span><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kedapatan-baca-komik-doraemon-di-usia-hampir-kepala-tiga-dan-saya-bangga\/\"> <span style=\"font-weight: 400;\">saya masih sering membaca ataupun menonton anime Doraemon di sela-sela kesibukan saya<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi, ada tokoh yang saat ini menjadi perhatian saya, soalnya blio relate banget sama hidup saya dan mungkin juga jutaan orang di luar sana. Tokoh tersebut adalah Nobisuke Nobi, ayah Nobita.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nobisuke Nobi adalah ayah dari Nobita dan bapak-bapak Jepang salaryman pada umumnya. Pergi pagi, pulang malam. Begitu terus setiap harinya. Melelahkan, tapi harus dijalani untuk menghidupi keluarga. Persis seperti<\/span><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/nohara-hiroshi-adalah-kita-kaum-pekerja-yang-harus-lapor-pajak-juga\/\"> <span style=\"font-weight: 400;\">Hiroshi Nohara<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> pada kisah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Crayon Sinchan<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> atau <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Koji<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> Tabata<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> pada kisah <em>Kobo Chan.<\/em><\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_166450\" aria-describedby=\"caption-attachment-166450\" style=\"width: 854px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-166450\" src=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Tertidur-di-kereta.jpg\" alt=\"\" width=\"854\" height=\"540\" srcset=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Tertidur-di-kereta.jpg 854w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Tertidur-di-kereta-300x190.jpg 300w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Tertidur-di-kereta-768x486.jpg 768w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Tertidur-di-kereta-560x354.jpg 560w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Tertidur-di-kereta-750x474.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 854px) 100vw, 854px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-166450\" class=\"wp-caption-text\">Tertidur di kereta (Shutterstock.com)<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Suatu saat, Nobisuke kesal melihat Nobita dan Doraemon yang kerjanya cuma rebahan sambil membaca komik alih-alih mengejar cita-citanya. Ia pun mulai cerita pada Nobita, \u201c<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Tepat hari ini, tanggal <a href=\"https:\/\/twitter.com\/doraemonhariini\/status\/1232119220109860864\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">25 Februari<\/a> 20 tahun yang lalu, Aku berpisah dengan cita-citaku<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nobisuke\u201420 tahun yang lalu\u2014adalah seorang seniman yang berbakat. Kemampuannya dalam melukis sangatlah hebat. Saking hebatnya, ia ditawari untuk melanjutkan studi ke luar negeri. Saat itu ia bingung karena orang tuanya melarangnya, dan kesempatan tersebut hilang begitu saja. Berkaca dari masa lalunya, Nobisuke membebaskan Nobita untuk mengejar cita-citanya, apa pun itu.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_166436\" aria-describedby=\"caption-attachment-166436\" style=\"width: 854px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-166436\" src=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/pelukis.jpg\" alt=\"\" width=\"854\" height=\"540\" srcset=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/pelukis.jpg 854w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/pelukis-300x190.jpg 300w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/pelukis-768x486.jpg 768w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/pelukis-560x354.jpg 560w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/pelukis-750x474.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 854px) 100vw, 854px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-166436\" class=\"wp-caption-text\">Pelukis (Shutterstock.com)<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah mendengar cerita Nobisuke, Nobita mengajak Doraemon pergi ke masa lalu dengan mesin waktu supaya Nobisuke tidak ragu untuk mengejar cita-citanya. Mereka berdua mendapati bahwa ada orang kaya yang menawarkan Nobisuke untuk sekolah ke luar negeri untuk belajar melukis. Tidak sampai di situ, orang tersebut sampai berencana untuk menikahkan putri semata wayangnya dengan Nobisuke setelah selesai studi jika Nobisuke menerima tawarannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, Nobisuke menolak tawaran orang tersebut karena ia ingin mewujudkan cita-citanya dengan tangannya sendiri, tanpa bantuan orang lain. Sepulang dari rumah orang tersebut, Nobisuke tidak sengaja bertemu dengan Tamao Kataoka yang kelak menjadi istrinya. Pada akhirnya, Nobisuke tidak berhasil mewujudkan cita-citanya menjadi pelukis terkenal dan berakhir sebagai pekerja kantoran biasa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kisah Nobisuke Nobi itu bukanlah cerita menye-menye biasa. Kenyataannya, banyak pemuda yang harus berpisah dengan cita-cita ketika mereka harus dihadapkan pada kenyataan. Realitasnya, tak semua orang bisa mewujudkan cita-cita, apalagi menjadikannya sebagai jalan karier. Biaya hidup yang membengkak namun tak diikuti kenaikan gaji yang signifikan bikin orang tak lagi berpikir akan cita-cita.<\/span><\/p>\n<p>Jujur saja, kalian para salaryman yang kebetulan membaca ini, kalian diam-diam membenci pekerjaan kalian kan?<\/p>\n<figure id=\"attachment_166442\" aria-describedby=\"caption-attachment-166442\" style=\"width: 854px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-166442\" src=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/salaryman.jpg\" alt=\"\" width=\"854\" height=\"540\" srcset=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/salaryman.jpg 854w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/salaryman-300x190.jpg 300w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/salaryman-768x486.jpg 768w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/salaryman-560x354.jpg 560w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/salaryman-750x474.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 854px) 100vw, 854px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-166442\" class=\"wp-caption-text\">Salaryman di Jepang (Shutterstock.com)<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tentu, masih ada banyak orang yang beruntung. Entah karena privilese, atau memang kebetulan dia beruntung, pekerjaannya sesuai dengan apa yang ia cita-citakan. Namun, orang-orang tersebut hampir tak pernah jadi mayoritas. Mereka\u2014orang-orang yang beruntung\u2014adalah \u201canomali\u201d di dunia yang tak menyenangkan ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nobisuke Nobi adalah contoh sahih dari hal tersebut. Benar, ia tak memilih jalan hidupnya karena pilihannya sendiri. Namun, realitasnya, di dunia ini, jadi salaryman adalah jalan paling masuk akal untuk memenuhi kebutuhan. Tapi, ya itu, sekadar memenuhi kebutuhan, bukan sejahtera.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dan mungkin itu juga yang ada di pikiran blio. Ia tahu melukis itu menyenangkan, tapi karier? Tunggu dulu. Memang ada pelukis yang kaya dan sanggup hidup sejahtera. Tapi, seperti yang sudah-sudah. Banyak pesepak bola hebat di luar sana, tapi yang kayak Messi dan Ronaldo itu dikit.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kecuali kamu pemain Inggris. Payah pun tetap sejahtera. Tak percaya? Lihat Maguire.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perpisahan Nobisuke Nobi dengan cita-citanya adalah sedikit gambaran realitas yang disisipkan oleh Fujiko dalam <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Doraemon<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Gambaran betapa mengerikannya hidup orang dewasa dan jadi tulang punggung keluarga digambarkan dengan apik: berpisah dengan cita-cita. Tanpa kritik yang pedas, dia bisa menyampaikan pesannya dengan gamblang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bahwa meraih cita-cita itu memang menyenangkan, tapi bertahan hidup jauh lebih penting. Dan kadang, demi hidup, kau harus mengorbankan hal-hal yang kau cintai.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Raden Muhammad Wisnu<\/p>\n<p>Editor: Rizky Prasetya<\/p>\n<h5><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/h5>\n<h5><em>Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/forum\/daftar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">di sini<\/a>.<\/em><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Demi kowe, ben supoyo tetep mulyo.<\/p>\n","protected":false},"author":272,"featured_media":166423,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12908],"tags":[1195,1890,14947,5473],"class_list":["post-166384","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-anime","tag-cita-cita","tag-doraemon","tag-nobisuke-nobi","tag-nobita"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/166384","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/272"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=166384"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/166384\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/166423"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=166384"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=166384"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=166384"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}