{"id":166345,"date":"2022-02-25T15:00:47","date_gmt":"2022-02-25T08:00:47","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=166345"},"modified":"2022-02-25T10:01:52","modified_gmt":"2022-02-25T03:01:52","slug":"yamaha-fazzio-hadir-bukan-untuk-tandingi-honda-scoopy-tapi-vespa-lx-125","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/yamaha-fazzio-hadir-bukan-untuk-tandingi-honda-scoopy-tapi-vespa-lx-125\/","title":{"rendered":"Yamaha Fazzio Hadir Bukan untuk Tandingi Honda Scoopy, tapi Vespa LX 125"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jagat metaverse\u2013khususnya penikmat otomotif\u2013digegerkan oleh kehadiran Yamaha Fazzio Hybrid-Connected. Ia adalah sosok motor yang resmi dirilis secara virtual oleh PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing pada 17 Januari 2022 lalu. Praktis, Yamaha Fazzio menjadi bahan perbincangan sekaligus perdebatan di media sosial cum lingkaran pertemanan saya, bahkan sampai terbentuk dua kubu yakni <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">team<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> Scoopy dan <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">team<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> Fazzio. Gila, gila, gilaaa~<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perkaranya, Yamaha Fazzio ini digadang-gadang akan menjadi pesaing berat Honda Scoopy. Sebetulnya, semua itu nggak lepas dari peran media yang mengabarkan kehadiran sosok si Fazzio ini. Ya, sepanjang saya berselancar, media sudah mem-<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">framing<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> hal tersebut. Sebelum <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">team<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> Scoopy dan <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">team<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> Fazio semakin rasis dan terjadi baku hantam sebab kecintaannya, izinkan saya menjelaskan bahwa Fazzio hadir bukan untuk menandingi Scoopy. Namun, ia hadir untuk menandingi Vespa Matic LX 125!<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_166369\" aria-describedby=\"caption-attachment-166369\" style=\"width: 854px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-166369\" src=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/shutterstock_1916506181.jpg\" alt=\"\" width=\"854\" height=\"540\" srcset=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/shutterstock_1916506181.jpg 854w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/shutterstock_1916506181-300x190.jpg 300w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/shutterstock_1916506181-768x486.jpg 768w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/shutterstock_1916506181-560x354.jpg 560w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/shutterstock_1916506181-750x474.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 854px) 100vw, 854px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-166369\" class=\"wp-caption-text\">Honda Scoopy (Shutterstock.com)<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal yang paling sering diperdebatkan adalah bagian kaki-kaki. Memang sih, secara spesifikasi kaki-kaki Fazzio dan Scoopy sekilas sama. Padahal, keduanya berbeda. Fazzio menggunakan pelek berukuran 12 inch dibalut dengan karet bundar berukuran 110\/70-12 47L untuk depan dan belakang. Scoopy juga memakai pelek 12 inch dengan ban berukuran 100\/90. Ini membuat roda Scoopy lebih membulat kayak donat jika dibandingkan dengan roda Fazzio.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Secara konstruksi, Fazzio dibangun dengan tipe rangka <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">underbone<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> dan <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">body<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> berbahan plastik, sama halnya dengan Honda Scoopy. Konstruksi yang sama ini membuat Fazzio dan Scoopy menjadi bahan perbandingan: kualitas pembuatan mana yang lebih baik di antara keduanya? Namun, kenapa, kok, Vespa LX 125 nggak ikut diperdebatkan?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ini karena Vespa LX 125 secara keseluruhan mempunyai konstruksi <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">body<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> dan kaki-kaki yang berbeda dengan Fazzio maupun Scoopy. Vespa LX 125 memiliki <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">body<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> berbahan plat besi dengan tipe rangka monokok. Kaki\u2013kaki Vespa LX 125 mempunyai ukuran 110\/70-11 inch untuk roda depan, 120\/70-10 inch untuk roda belakang.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu hal lagi yang menjadikan Vespa LX 125 anti debat adalah kaki-kaki bagian depannya yang dibangun dengan sistem <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">single arm<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">,<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> shock breaker<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> dengan <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">coil spring<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">, dan tentu saja sudah rem cakram. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Single arm<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> ini memang menjadi ciri khas Vespa dari yang klasik sampai modern. Ini sangat berbeda dengan Fazzio yang masih menggunakan suspensi tipe <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">telescopic<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_166366\" aria-describedby=\"caption-attachment-166366\" style=\"width: 854px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-166366\" src=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/shutterstock_1314365522.jpg\" alt=\"\" width=\"854\" height=\"540\" srcset=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/shutterstock_1314365522.jpg 854w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/shutterstock_1314365522-300x190.jpg 300w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/shutterstock_1314365522-768x486.jpg 768w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/shutterstock_1314365522-560x354.jpg 560w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/shutterstock_1314365522-750x474.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 854px) 100vw, 854px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-166366\" class=\"wp-caption-text\">Vespa LX 125 (Shutterstock.com)<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari sektor mesin, Fazzio dibekali dapur pacu berkapasitas 124,86 cc dengan diameter piston 52,4 mm dan langkah piston 57,9 mm. Selain itu, Fazzio menjadi motor pertama di kelas 125cc yang mengusung teknologi <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">hybrid<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">. Melihat kapasitas dan fitur dapur pacu Fazzio, Honda Scoopy tampak jelas bukan berada di kelas ini. Ya, kita semua tahu bahwa Scoopy bermain di kelas 110cc retro.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di kelas 125cc skuter retro, kita punya Vespa LX 125 dan Lambretta V125. Kalau Fazzio hadir untuk menandingi Lambretta V125, itu jelas nggak mungkin. Pasalnya, harga Lambretta V125 sangat terlampau jauh. Hal yang paling mungkin dilakukan oleh Fazzio adalah menggempur pertahanan Vespa LX 125. Caranya dengan desain <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">body<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> dan fitur yang sudah disematkan pada Fazzio.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yamaha tampaknya nggak mau nanggung. Fitur si Fazzio ini buanyaaak banget. Mulai dari <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">keyless<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">, bagasi dengan kapasitas besar, laci dengan USB <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">charger<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">headlamp<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> yang sudah LED, dan lain-lainnya. Meski kita tahu semua itu adalah fitur yang sudah umum, pastinya Vespa LX 125 atau Honda Scoopy juga punya semua fitur-fitur tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, ada satu fitur yang membuat Fazio menjadi unggul jika dibandingkan dengan Vespa LX 125, yakni <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">speedometer <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">yang sudah <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">full<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> digital dengan teknologi Communication Control Unit (CCU). Fitur ini bisa bikin si Fazzio terhubung dengan <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">smartphone<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> pemiliknya lewat aplikasi Y-Connect. Eitsss, Vespa juga punya fitur ini, namanya Vespa MIA. Tapi, ini baru ada di varian Vespa GTS 300 Super Tech dan Vespa Primavera edisi 75 tahun. Gokil nggak, tuh?!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Desain <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">body<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> Fazzio didominasi dengan bentuk oval. Mulai dari <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">body<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> bagian samping, lampu <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">sign<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> depan, lampu <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">sign<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> belakang, sampai lampu belakang\/<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">stop lamp<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">. Konsep Classy Yamaha yang nggak sekadar klasik, tetapi juga berkelas, sangat terealisasi dari keseluruhan bentuk Fazzio.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Melihat desain<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> body <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">belakang Fazzio yang pertama kali terlintas di ingatan saya adalah Yamaha Qbix. Bentuk Fazzio yang kotak-oval sekilas mirip dengan Qbix yang kotak-membulat. Desain Qbix yang unik itu terasa kental banget di Fazzio. Maka dari itu, saat Fazzio belum rilis dan masih menjadi bahan tebak-tebakan di media sosial, saya bisa dengan mudah tahu, wah, ini pasti Yamaha!<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_166368\" aria-describedby=\"caption-attachment-166368\" style=\"width: 854px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-166368\" src=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/shutterstock_2116557386.jpg\" alt=\"\" width=\"854\" height=\"540\" srcset=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/shutterstock_2116557386.jpg 854w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/shutterstock_2116557386-300x190.jpg 300w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/shutterstock_2116557386-768x486.jpg 768w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/shutterstock_2116557386-560x354.jpg 560w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/shutterstock_2116557386-750x474.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 854px) 100vw, 854px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-166368\" class=\"wp-caption-text\">Yamaha Fazzio (Shutterstock.com)<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akan tetapi, saat saya melihat <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">body<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> bagian depannya Fazzio, terutama di bagian <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">headlamp<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">, bentuknya cenderung mirip Vespa LX 125. Ya, meskipun <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">headlamp<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">-nya Fazio juga masih ada bentuk oval, sih. Dari sisi bagian depan ini, sudah jelas, Fazzio sangat menunjukkan <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">style<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> ala skuter Eropa yang elegan dan berkelas. Sementara itu, desain Honda Scoopy akan menjadi terlihat berbeda kalau disejajarkan dengan Fazzio.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Fazzio dengan lekuk tubuhnya, seolah menunjukan sikap Yamaha untuk siap bersaing dengan Vespa LX 125. Bukan bersaing untuk Scoopy atau Fino yang kerap kali membuat kita tertukar\u2013Scoopy dianggap Fino, Fino dianggap Scoopy. Mereka berdua\u2013Scoopy dan Fino\u2013ini udah paling cocok jadi rival sejati.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kehadiran Yamaha Fazzio juga akan menggocek pertimbangan yang cukup pelik untuk calon pembeli. Kamu bisa memilih Fazzio Lux dengan segudang fitur dan teknologi <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">hybrid<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">-nya seharga Rp22.000.000 (OTR Jakarta) atau kamu bisa berpikir-pikir lagi untuk menebus Vespa LX 125 dengan angka Rp39.500.000 (OTR Jadetabek).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Vespa dengan segala<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> heritage<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">-nya masih terlampau kuat untuk dihajar Fazzio. Maka dari itu, kehadiran Fazzio seolah menjadi tamparan yang telak buat Honda di pasar skuter <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">matic<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">. Udah deh, buat kamu pecinta Scoopy nggak usah ke-<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">trigger<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> lagi dengan kehadiran Fazzio. Biarkan Fazzio melangkah sendiri di kelasnya dan berusaha memikat hati para pecinta Vespa matic agar berpaling ke dirinya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Honda nggak akan pas menandingi Yahama Fazzio dengan Scoopy-nya, sekalipun Honda meng-<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">upgrade<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> Scoopy dengan fitur termutakhir. Pastinya, akan ada harga yang juga ikut ter-<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">upgrade<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">. Selanjutnya, kita tinggal menunggu pergerakan dari Honda, apakah akan mengeluarkan motor baru untuk menandingi Fazzio atau bertahan dengan Scoopy di zona aman yang sudah berjalan selama 1 dekade ini?<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Allan Maullana<br \/>\nEditor: Audian Laili<\/p>\n<h5><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/h5>\n<h5><em>Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/forum\/daftar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">di sini<\/a>.<\/em><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Beli Vespa apa Fazzio dulu, nih?<\/p>\n","protected":false},"author":65,"featured_media":166367,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12903],"tags":[7808,333,13098,14941,14940],"class_list":["post-166345","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-otomotif","tag-honda-scoopy","tag-motor","tag-pilihan-redaksi","tag-vespa-lx-125","tag-yamaha-fazzio"],"modified_by":"Audian Laili","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/166345","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/65"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=166345"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/166345\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/166367"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=166345"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=166345"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=166345"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}