{"id":166016,"date":"2022-02-24T13:00:40","date_gmt":"2022-02-24T06:00:40","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=166016"},"modified":"2022-02-24T08:34:10","modified_gmt":"2022-02-24T01:34:10","slug":"4-kesalahan-saat-menggunakan-handuk-mandi-yang-harus-dihentikan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/4-kesalahan-saat-menggunakan-handuk-mandi-yang-harus-dihentikan\/","title":{"rendered":"4 Kesalahan Saat Menggunakan Handuk Mandi yang Harus Dihentikan"},"content":{"rendered":"<p>Handuk merupakan salah satu perlengkapan yang kita butuhkan untuk mengeringkan badan atau wajah sehabis mandi. Tanpa kehadirannya, tentu kita akan berbasah-basahan lantaran tak bisa mengelap badan dan wajah. Handuk pun ada macamnya sesuai kegunaannya. Ada handuk muka, jubah handuk, handuk tangan, dll.<\/p>\n<p>Sebagai perlengkapan yang cukup penting dalam kehidupan sehari-hari, tentunya kita mesti merawat handuk dengan baik. Apalagi yang namanya handuk mudah sekali lembap. Dilansir dari <a href=\"https:\/\/health.kompas.com\/read\/2016\/10\/13\/211655223\/handuk.mandi.bisa.jadi.sumber.penyakit\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kompas.com<\/a>, bakteri dapat tumbuh di tempat yang lembap, dan handuk lembap bisa jadi tempat yang menyenangkan buat si bakteri. Hiii, nggak mau kan pakai handuk mandi yang penuh bakteri dan kuman? Makanya untuk merawat handuk dengan baik dan terhindar dari bakteri, sudah seharusnya kita menghentikan beberapa kesalahan yang lazim dilakukan berikut.<\/p>\n<h4><strong>#1 Asal lempar ke kasur<\/strong><\/h4>\n<p>Kesalahan pertama ini sering banget dilakukan oleh sebagian besar orang. Selesai mandi, menuju ke kamar, lalu hempar handuk sembarangan ke kasur. Jelas hal tersebut merupakan kebiasaan yang sangat buruk dan harus segera dihentikan. Namanya handuk baru dipakai kan masih dalam keadaan basah, kalau dilempar ke kasur, apa nggak ikutan basah kasurnya? Yah, walaupun nggak terlalu basah banget, tapi kan bikin kasur jadi lembap.<\/p>\n<figure id=\"attachment_166144\" aria-describedby=\"caption-attachment-166144\" style=\"width: 854px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-166144 size-full\" src=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Menaruh-Handuk-Sembarangan-di-Atas-Kasur-Adalah-Kebiasaan-Buruk.jpg\" alt=\"\" width=\"854\" height=\"540\" srcset=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Menaruh-Handuk-Sembarangan-di-Atas-Kasur-Adalah-Kebiasaan-Buruk.jpg 854w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Menaruh-Handuk-Sembarangan-di-Atas-Kasur-Adalah-Kebiasaan-Buruk-300x190.jpg 300w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Menaruh-Handuk-Sembarangan-di-Atas-Kasur-Adalah-Kebiasaan-Buruk-768x486.jpg 768w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Menaruh-Handuk-Sembarangan-di-Atas-Kasur-Adalah-Kebiasaan-Buruk-560x354.jpg 560w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Menaruh-Handuk-Sembarangan-di-Atas-Kasur-Adalah-Kebiasaan-Buruk-750x474.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 854px) 100vw, 854px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-166144\" class=\"wp-caption-text\">Menaruh Handuk Sembarangan di Atas Kasur Bikin Kasur Ikutan Lembap (Shutterstock.com)<\/figcaption><\/figure>\n<p>Apalagi kalau handuknya penuh dengan kuman atau bakteri yang menempel. Hiiiy, bisa-bisa nanti kuman dan bakterinya pindah ke kasurmu dan jadi sarang penyakit. Lagi pula, memangnya enak tidur di atas kasur yang lembap dan kotor?<\/p>\n<h4><strong>#2 Tidak\/lupa dijemur<\/strong><\/h4>\n<p>Setelah memakai handuk sehabis mandi, alangkah bijaknya bila kamu segera menjemurnya. Menjemur handuk sudah menjadi kewajiban, tetapi kebanyakan dari kita terkadang suka kelupaan atau bahkan enggan untuk menjemurnya karena mager atau memang sudah menjadi kebiasaan sehari-hari.<\/p>\n<figure id=\"attachment_166145\" aria-describedby=\"caption-attachment-166145\" style=\"width: 854px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-166145 size-full\" src=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Rajin-Menjemur-Handuk-Unsplash.com_.jpg\" alt=\"\" width=\"854\" height=\"540\" srcset=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Rajin-Menjemur-Handuk-Unsplash.com_.jpg 854w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Rajin-Menjemur-Handuk-Unsplash.com_-300x190.jpg 300w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Rajin-Menjemur-Handuk-Unsplash.com_-768x486.jpg 768w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Rajin-Menjemur-Handuk-Unsplash.com_-560x354.jpg 560w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Rajin-Menjemur-Handuk-Unsplash.com_-750x474.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 854px) 100vw, 854px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-166145\" class=\"wp-caption-text\">Rajin Dijemur atau Diangin-anginin (Unsplash.com)<\/figcaption><\/figure>\n<p>Kebiasaan buruk ini harus dibuang jauh-jauh. Kalau handukmu nggak dijemur, bisa-bisa handukmu jamuran lantaran lembap. Kasihan kan handukmu jadi buluk gara-gara jamuran. Handuk juga butuh perawatan, Bestie. Kalau kebetulan dipakainya malam hari, setidaknya gantung handuk mandimu dengan benar, jangan asal lempar lalu dilupakan begitu saja.<\/p>\n<h4><strong>#3 Tidak dipakai sesuai dengan fungsinya<\/strong><\/h4>\n<p>Seperti yang sudah saya singgung di atas, ada beberapa jenis handuk sesuai fungsinya. Salah satu handuk yang paling sering digunakan ya apalagi kalau bukan handuk mandi. Meskipun fungsinya untuk mengeringkan badan selesai mandi, masih banyak orang yang menggunakan handuk nggak sesuai pada tupoksi alias tugas pokok dan fungsinya.<\/p>\n<figure id=\"attachment_166146\" aria-describedby=\"caption-attachment-166146\" style=\"width: 1000px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-166146 size-full\" src=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/shutterstock_758220868.jpg\" alt=\"\" width=\"1000\" height=\"637\" srcset=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/shutterstock_758220868.jpg 1000w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/shutterstock_758220868-300x191.jpg 300w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/shutterstock_758220868-768x489.jpg 768w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/shutterstock_758220868-560x357.jpg 560w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/shutterstock_758220868-750x478.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-166146\" class=\"wp-caption-text\">Jangan Dipakai Untuk Lap Mulut Setelah Makan (Shutterstock.com)<\/figcaption><\/figure>\n<p>Namanya handuk mandi ya dipakai setelah mandi. Tapi, terkadang masih ada saja orang yang memakai handuk mandi untuk mengeringkan tangan seusai cuci tangan atau selesai makan. Tak jarang juga ada beberapa orang yang menggunakan handuk untuk membersihkan perkakas atau menghilangkan noda di mulut setelah menyantap sesuatu. Ya ra mashok lah, Bos. Handukmu malah jadi kotor kalau begitu. Sia-sia dong mengeringkan badan setelah mandi kalau pakai handuk yang sama?<\/p>\n<h4><strong>#4 Tidak mencuci handuk walau sudah kotor<\/strong><\/h4>\n<p>Nah, ini, kesalahan terakhir yang sudah mendarah daging pada diri sebagian umat manusia. Entah karena lupa, mager, atau nggak ada waktu, masih banyak orang yang nggak mencuci handuk yang sudah berminggu-minggu dipakai. Hei, apa nggak kotor dan bikin gatal? Kalau mager, kan masih ada jasa laundry yang bisa mencuci handukmu. Kalau nggak punya handuk lagi, ya beli lah. Setidaknya kamu harus punya handuk cadangan untuk dipakai saat handuk yang lainnya dicuci.<\/p>\n<figure id=\"attachment_166147\" aria-describedby=\"caption-attachment-166147\" style=\"width: 1000px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-166147 size-full\" src=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/shutterstock_1975943408.jpg\" alt=\"\" width=\"1000\" height=\"751\" srcset=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/shutterstock_1975943408.jpg 1000w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/shutterstock_1975943408-300x225.jpg 300w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/shutterstock_1975943408-768x577.jpg 768w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/shutterstock_1975943408-560x421.jpg 560w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/shutterstock_1975943408-750x563.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-166147\" class=\"wp-caption-text\">Harus Rajin Dicuci (Shutterstock.com)<\/figcaption><\/figure>\n<p>Handuk yang baik adalah handuk yang dicuci maksimal tiga hari sekali. Kalau kamu sering memakainya, misalnya sehari tiga kali, sebaiknya handuk tersebut dicuci secara rutin. Jangan cuci handuk mandi dua minggu sekali, dong. Nggak mau kan badan sudah bersih setelah mandi jadi kotor lagi gara-gara dilap pakai handuk yang sudah dua minggu nggak diganti? Bisa-bisa badanmu gatal-gatal, Bos.<\/p>\n<p>Itulah empat kesalahan yang masih banyak dilakukan saat menggunakan handuk mandi. Mulai sekarang, yuk buang kebiasaan buruk di atas. Handuk bersih, badan pun ikutan bersih terhindar dari kuman dan bakteri jahat.<\/p>\n<p>Penulis: Erfransdo<br \/>\nEditor: Intan Ekapratiwi<\/p>\n<h5><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/h5>\n<h5><em>Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/forum\/daftar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">di sini<\/a>.<\/em><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ngaku deh, pasti kamu pernah melakukan minimal satu kesalahan ini, kan?<\/p>\n","protected":false},"author":654,"featured_media":166142,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13641],"tags":[14924,226],"class_list":["post-166016","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kesehatan","tag-handuk","tag-kesalahan"],"modified_by":"Intan Ekapratiwi","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/166016","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/654"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=166016"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/166016\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/166142"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=166016"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=166016"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=166016"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}