{"id":165475,"date":"2022-02-26T10:15:13","date_gmt":"2022-02-26T03:15:13","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=165475"},"modified":"2022-02-26T07:08:21","modified_gmt":"2022-02-26T00:08:21","slug":"4-dosa-warteg-mania-yang-sebaiknya-dihentikan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/4-dosa-warteg-mania-yang-sebaiknya-dihentikan\/","title":{"rendered":"4 Dosa Warteg Mania yang Sebaiknya Dihentikan"},"content":{"rendered":"<p>Saking seringnya makan di warteg, tanpa sadar saya jadi suka mengamati perilaku para pelanggan di sana. Pembeli warteg ini datang dari beberapa kalangan, mulai dari driver ojol sampai karyawan kantoran. Harga makanan yang ramah di kantong dan porsi yang melimpah jadi alasan utama mengapa warteg sangat cocok menjadi tujuan utama mengisi perut.<\/p>\n<p>Selain itu, warteg juga menawarkan kepraktisan bagi karyawan kantoran yang curi-curi waktu isoma untuk sekadar membeli makan. Banyak yang bilang warteg telah menganut sistem 4.0 di mana pengunjung yang datang tinggal menunjuk etalase menu layaknya touch screen di HP. Mbak-mbak penjaga dengan sigap akan mengambil menu yang ditunjukkan untuk dimasukkan dalam piring.<\/p>\n<p>Berdasarkan pengalaman bolak-balik makan di warteg itulah saya jadi mengamati empat dosa para warteg mania yang kerap dilakukan. Jika ada di antara kalian yang sering melakukan salah satu dosa di bawah ini, sebaiknya segera bertobat. Sebab, dosa-dosa ini bisa merugikan penjual warteg dan pelanggan lainnya.<\/p>\n<h4><strong>#1 Nyerobot antrean<\/strong><\/h4>\n<p>Jam prime time warteg adalah jam istirahat kantor sekitar pukul 12-an. Di saat warung penuh sesak, selalu saja ada oknum yang berusaha menyerobot antrean. Ada banyak alasan si oknum agar ia didahulukan, mulai dari jam istirahat kantor yang mepet hingga mengejar keberangkatan kereta. Sialnya, penjaga warteg jarang sekali menegur oknum seperti ini. Padahal beberapa warteg menempelkan tulisan: Antre ke belakang, jangan ke samping.<\/p>\n<figure id=\"attachment_166525\" aria-describedby=\"caption-attachment-166525\" style=\"width: 1000px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-166525 size-full\" src=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/shutterstock_1299528793.jpg\" alt=\"\" width=\"1000\" height=\"667\" srcset=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/shutterstock_1299528793.jpg 1000w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/shutterstock_1299528793-300x200.jpg 300w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/shutterstock_1299528793-768x512.jpg 768w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/shutterstock_1299528793-560x374.jpg 560w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/shutterstock_1299528793-750x500.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-166525\" class=\"wp-caption-text\">Jangan nyerobot antrean! (Shutterstock.com)<\/figcaption><\/figure>\n<p>Kalau sudah tahu jam istirahat mepet atau sedang terburu-buru mengejar kereta, apa salahnya bergegas datang lebih awal? Budayakan antre, ya. Jelas-jelas nyerobot antrean ini adalah sebuah dosa besar dan bisa merugikan para warteg mania lainnya.<\/p>\n<h4><strong>#2 Nggak menghabiskan nasi<\/strong><\/h4>\n<p>Layaknya SOP ucapan selamat datang di Indomaret, para frontliner warteg selalu menawarkan, &#8220;Nasinya full atau setengah?&#8221; Sebagian pelanggan yang kelaparan pasti menjawab, &#8220;Full,&#8221; tanpa pikir panjang. Masalah muncul dari sini lantaran banyak pelanggan yang nggak menghabiskan nasi dengan alasan nasi keras atau nggak pulen. Halo? Kalau Anda nyari nasi pulen ya beli di <a href=\"https:\/\/www.hokben.co.id\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Hokben<\/a> lah. Salah besar kalau nyari nasi pulen di warteg.<\/p>\n<figure id=\"attachment_166528\" aria-describedby=\"caption-attachment-166528\" style=\"width: 854px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-166528 size-full\" src=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/habiskan-nasi-didinw46-shutterstock.jpg\" alt=\"\" width=\"854\" height=\"540\" srcset=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/habiskan-nasi-didinw46-shutterstock.jpg 854w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/habiskan-nasi-didinw46-shutterstock-300x190.jpg 300w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/habiskan-nasi-didinw46-shutterstock-768x486.jpg 768w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/habiskan-nasi-didinw46-shutterstock-560x354.jpg 560w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/habiskan-nasi-didinw46-shutterstock-750x474.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 854px) 100vw, 854px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-166528\" class=\"wp-caption-text\">Habiskan nasi atau nggak usah minta full (Didinw46\/Shutterstock.com)<\/figcaption><\/figure>\n<p>Selain itu gelas-gelas teh tawar sisa banyak dijumpai di warteg, sebab teh tawar merupakan menu gratis yang biasa disajikan. Mungkin pengusaha warteg harus mematok harga teh tawar agar para pelanggan nggak semena-mena menyisakan teh tawar. Kan mubazir.<\/p>\n<h4><strong>#3 Bayar printilan nggak sesuai dengan yang diambil<\/strong><\/h4>\n<p>Bukan orang Indonesia namanya kalau makan nasi nggak dibarengi gorengan atau kerupuk. Di warteg, kita dapat menemukan berbagai macam gorengan mulai dari tempe, tahu, hingga bakwan jagung. Begitu juga dengan kerupuk yang tersedia, ada kerupuk bundar, kerupuk rambak, rempeyek kacang, hingga mirong udang.<\/p>\n<figure id=\"attachment_166533\" aria-describedby=\"caption-attachment-166533\" style=\"width: 854px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-166533 size-full\" src=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/bayar.jpg\" alt=\"\" width=\"854\" height=\"540\" srcset=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/bayar.jpg 854w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/bayar-300x190.jpg 300w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/bayar-768x486.jpg 768w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/bayar-560x354.jpg 560w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/bayar-750x474.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 854px) 100vw, 854px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-166533\" class=\"wp-caption-text\">Bayar dengan jujur, ya (Shutterstock.com)<\/figcaption><\/figure>\n<p>Gorengan dan kerupuk tersebut biasanya terletak di meja-meja. Pelanggan tinggal ambil sendiri gorengan atau kerupuk yang mau dimakan, ya semacam self service gitu lah. Pelanggan diwajibkan menghitung sendiri gorengan atau kerupuk yang sudah diambil. Di sini kejujuran berbicara. Mungkin kita bisa membohongi mbak-mbak kasir saat bayar makanan soal jumlah gorengan atau kerupuk yang kita ambil, tapi ingat, Sobat, Allah tahu. Asheeek~<\/p>\n<h4><strong>#4 Bayar pakai uang besar<\/strong><\/h4>\n<p>Nah, ini dia dosa terakhir sekaligus terbesar, yakni bayar pakai uang besar alias duit 100 ribuan. Lazimnya saat pagi-pagi baru buka, warteg belum memilik uang kecil untuk kembalian. Hal ini dimanfaatkan oleh para oknum dengan membayar menggunakan uang besar. Tentu jawaban yang ditunggu-tunggu oleh oknum tersebut dari mbak-mbak penjual adalah, \u201cBawa dulu aja, Mas, nggak ada uang kembalian.\u201d Hedeh, kesempatan!<\/p>\n<figure id=\"attachment_166531\" aria-describedby=\"caption-attachment-166531\" style=\"width: 854px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-166531 size-full\" src=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/uang-besar.jpg\" alt=\"\" width=\"854\" height=\"540\" srcset=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/uang-besar.jpg 854w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/uang-besar-300x190.jpg 300w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/uang-besar-768x486.jpg 768w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/uang-besar-560x354.jpg 560w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/uang-besar-750x474.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 854px) 100vw, 854px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-166531\" class=\"wp-caption-text\">Jangan bayar pakai uang besar apalagi credit card, Bestie! (Shutterstock.com)<\/figcaption><\/figure>\n<p>Itulah empat dosa warteg mania yang sering sekali dilakukan. Demi terciptanya kenyamanan makan dan keuntungan bagi kedua belah pihak\u2014pelanggan dan penjual\u2014mending kalau kalian pernah atau sering melakukan salah satu dosa di atas, segera hentikan, deh. Bikin rugi banyak orang saja, lagi pula dosa beneran kan? Masih ada dosa lainnya nggak? Share di kolom komentar, ya.<\/p>\n<p>Penulis: Arief Nur Hidayat<br \/>\nEditor: Intan Ekapratiwi<\/p>\n<h5><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/h5>\n<h5><em>Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/forum\/daftar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">di sini.<\/a><\/em><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pernah melakukan salah satu dosa ini?<\/p>\n","protected":false},"author":1676,"featured_media":166534,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12909],"tags":[2384,3343],"class_list":["post-165475","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kuliner","tag-dosa","tag-warteg"],"modified_by":"Intan Ekapratiwi","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/165475","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1676"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=165475"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/165475\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/166534"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=165475"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=165475"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=165475"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}