{"id":164744,"date":"2022-02-16T10:00:56","date_gmt":"2022-02-16T03:00:56","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=164744"},"modified":"2022-02-16T00:20:34","modified_gmt":"2022-02-15T17:20:34","slug":"kukira-kau-rumah-bagus-tapi-masih-banyak-celah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kukira-kau-rumah-bagus-tapi-masih-banyak-celah\/","title":{"rendered":"Kukira Kau Rumah: Bagus, tapi Masih Banyak Celah"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lini masa media beberapa waktu lalu digempur dengan banyaknya potongan scene dan pendapat positif mengenai film <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Kukira Kau Rumah <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang disutradarai oleh Umay Shahab. Film ini adalah film drama psikologis yang diadaptasi dari lagu berjudul sama milik Amigdala.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tokoh utama dalam film <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Kukira Kau Rumah <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yaitu Niskala (Prilly), adalah seorang gadis cantik yang telah mengidap bipolar sejak SMP. Sejak awal film ini telah menyajikan scene yang cukup menarik dan membuat para penonton pasti senang sekaligus gemas melihatnya. Baru di pertengahan film, scene sedih mulai bermunculan, dan banyak adegan tidak terduga yang muncul dan membuat para penonton terkejut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai seorang sutradara yang terbilang cukup baru dan sangat muda, Umay berhasil membuat banyak penikmat film <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Kukira Kau Rumah <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">terharu. Namun, kenyataannya film ini masih banyak celah. Terutama dalam bagian alur film yang terkesan bermain aman. Pembagian mood suasana dalam film ini terkesan sangat memblok penonton. Sejak awal hingga pertengahan film, para penggemar akan melihat dan merasakan bagaimana Niskala bisa menemukan kebahagiaannya sendiri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bahkan para penggemar bisa merasakan perubahan sikap Niskala yang awalnya menahan diri menjadi sangat bebas dengan kekasihnya yang bernama Pram. Namun sejak awal masalah datang di pertengahan film, Niskala seakan mendapat masalah bertubi-tubi. Sehingga penyakitnya mulai kambuh dan membuat Pram kebingungan. Di scene ini kedua kekasih tersebut harus menelan kenyataan pahit bahwa hubungan mereka sedang tidak dalam keadaan baik-baik saja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pertengahan film hingga selesai, mood dalam film tetap tidak berubah. Sehingga <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Kukira Kau Rumah <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">terkesan hanya seperti film yang dibagi dua, yaitu dari awal film hingga pertengahan scene bahagia. Sedangkan dari pertengahan hingga selesai, isi film tersebut berisi kesedihan dan kemalangan. Memang pembagiannya terkesan sangat seimbang, namun hal ini malah membuat alurnya tidak variatif dan beberapa penjelasan yang perlu namun dipilih untuk tidak dijelaskan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sehingga ada beberapa sebab-akibat adegan yang belum dijelaskan hingga film ini selesai. Poin yang ingin disampaikan (hal-hal keliru yang kerap terjadi, ketika menangani orang gangguan mental) bisa dengan mudah sampai ke beberapa penonton. Namun, ada beberapa point lain yang terlihat diabaikan. Sehingga sangat disayangkan jika film tersebut berakhir begitu saja tanpa ada lanjutan yang jelas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Umay selaku sutradara memang terbilang orang baru sebagai orang di balik layar industri film Indonesia. Namun, tampaknya film <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Kukira Kau Rumah <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">bisa menjadi catatan bagi Umay, agar bisa menjadi seorang sutradara yang lebih berani dan variatif dalam membuat sebuah alur.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sedangkan film <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Kukira Kau Rumah <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">tampaknya masih bisa ditolong jika ada kisah lanjutannya. Sehingga beberapa kesalahan yang telah terjadi bisa diperbaiki di film selanjutnya, itupun jika ada. Terutama beberapa poin yang memang perlu dijelaskan, agar tidak menimbulkan banyak pertanyaan di kalangan penggemar. Meski banyak penonton yang cukup puas dengan ending dari film tersebut, namun tampaknya memang lebih baik kisah Niskala dan Pram dilanjutkan, agar utuh sampai kepada penggemarnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meski pesan yang diinginkan Umay selaku sutradara telah sampai. Namun, untuk kepentingan cerita, tampaknya saran ini bisa dipertimbangkan lebih lanjut. Sebab elemen-elemen film lainnya di <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Kukira Kau Rumah <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">telah terbungkus dengan rapi. Sehingga sangat disayangkan, jika film ini berakhir kurang memuaskan hanya karena beberapa poin tidak dijelaskan sama sekali.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Semoga saran ini bisa dipertimbangkan, dan diimplementasikan dalam film selanjutnya. Yaaah, filmnya kan meledak, masak nggak dilanjut? Siapa tau kan ya.<\/span><\/p>\n<p><em>Sumber Gambar: Instagram <a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/p\/CYc0ZRdvL-H\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">@officialkukirakaurumah<\/a><\/em><\/p>\n<p>Penulis: M. Iqbal Mubarok<\/p>\n<p>Editor: Rizky Prasetya<\/p>\n<h5><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/h5>\n<h5><em>Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/forum\/daftar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">di sini<\/a>.<\/em><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Masih bisa lebih bagus ini.<\/p>\n","protected":false},"author":1098,"featured_media":165005,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13081],"tags":[28,14801,95],"class_list":["post-164744","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-film","tag-film","tag-kukira-kau-rumah","tag-review"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/164744","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1098"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=164744"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/164744\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/165005"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=164744"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=164744"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=164744"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}