{"id":163701,"date":"2022-02-08T16:00:39","date_gmt":"2022-02-08T09:00:39","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=163701"},"modified":"2022-02-08T14:04:04","modified_gmt":"2022-02-08T07:04:04","slug":"7-lagu-the-script-yang-bikin-galaumu-makin-paripurna","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/7-lagu-the-script-yang-bikin-galaumu-makin-paripurna\/","title":{"rendered":"7 Lagu The Script yang Bikin Galaumu Makin Paripurna"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mendengarkan lagu merupakan salah satu upaya pertahanan diri manusia saat sedang galau. Termasuk saya sendiri. Ada quote bagus yang sering saya temukan saat sedang mengeksplorasi kolom komentar lagu galau di YouTube, yang ternyata adalah quote buatan Frank Ocean. Bunyinya begini:\u00a0 \u201cWhen you&#8217;re happy, you enjoy the music but when you&#8217;re sad, you understand the lyrics.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ngomongin lagu dan galau, pastinya nggak bisa dipisahkan dari band yang suka merilis lagu-lagu dengan tema galau. Salah satunya adalah The Script yang memang kerap merilis lagu-lagu bertemakan kegalauan dan patah hati. Rasanya hampir dari kita semua sudah tidak asing dengan lagu \u201cThe Man Who Can\u2019t Be Moved\u201d yang dirilis oleh Band asal Irlandia ini pada 2008 yang lalu. Lagu yang dirilis pada album yang diberi nama \u201cThe Script\u201d ini bahkan sukses menjadi salah satu mars lagu galau internasional.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain \u201cThe Man Who Can\u2019t Be Moved\u201d, menurut saya masih ada tujuh lagu lainnya dari band The Script yang siap menemani masa galaumu. Lagu apa saja, yuk simak rekomendasi saya berikut.\u00a0<\/span><\/p>\n<h4><b>#1 Breakeven<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cBreakeven\u201d merupakan lagu yang dirilis oleh band asal Irlandia ini pada album pertama mereka yang bertajuk \u201cThe Script\u201d.\u00a0 Kalau dicermati, lagu ini bercerita tentang seseorang yang patah hati karena hubungannya harus kandas dan sayangnya belum bisa move on. Kegalauan dari lagu ini secara jelas dapat kita simak dari penggalan lirik berikut:<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">What am I supposed to do when the best part of me was always you?<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">And what am I supposed to say when I&#8217;m all choked up and you&#8217;re okay?<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berdasarkan lirik tersebut, sudah pasti lagu ini cocok didengarkan oleh kamu yang masih dilanda kegalauan karena berjuang untuk move on.\u00a0<\/span><\/p>\n<h4><b>#2 Nothing<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah \u201cBreakeven\u201d, lagu lainnya dari The Script yang bisa jadi teman galaumu adalah lagu yang berjudul \u201cNothing\u201d. Lagu yang dirilis pada 2010 yang lalu ini bercerita tentang seorang yang masih berusaha memperjuangkan cinta dari pasangannya. Namun setiap kali Ia berusaha menghubungi pasangannya, ia tidak pernah mendapatkan jawaban apa-apa.<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">She said nothing<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Oh I wanted words but all I heard was nothing<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Oh I got nothing<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Nothing<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">I got nothing<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Nothing<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Oh I wanted words but all I heard was nothing<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sama seperti \u201cBreakeven\u201d, buat kamu yang masih belum move on, lagu ini juga cocok menjadi teman dalam mengisi masa-masa kelammu.\u00a0<\/span><\/p>\n<h4><b>#3 If You Ever Comeback<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lagu selanjutnya dari The Script yang bisa menemani masa galaumu adalah lagu yang berjudul \u201cIf You Ever Comeback\u201d. Lagu yang dirilis dalam album Science &amp; Faith ini dapat dimaknai sebagai cerita orang yang ditinggalkan oleh pasangannya dan mengharapkan pasangannya untuk kembali.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">I&#8217;ll leave the door on the latch<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">If you ever come back, if you ever come back<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">There&#8217;ll be a light in the hall and a key under the mat<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">If you ever come back<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lagu ini cocok kalau kamu sedang mengharapkan seseorang untuk kembali. Tapi, percayalah, terkadang yang pergi memang ditakdirkan untuk pergi.<\/span><\/p>\n<h4><b>#4 Six Degrees Of Separation<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cSix Degrees Of Separation\u201d merupakan lagu milik The Script yang dirilis pada 2012. Lagu\u00a0 yang termasuk dalam album #3 ini bercerita tentang fase yang harus dilalui oleh seorang yang sedang patah hati. Fase-fase tersebut terdapat pada potongan lirik lagu ini.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">First, you think the worst is a broken heart<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">What&#8217;s gonna kill you is the second part<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">And the third, is when your world splits down the middle<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">And fourth, you&#8217;re gonna think that you fixed yourself<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Fifth, you see them out with someone else<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">And the sixth, is when you admit that you may have f***ed up a little<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kira-kira kalau kamu sudah ada di fase mana?<\/span><\/p>\n<h4><b>#5 No Good In Goodbye<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">The Script memang salah satu maestro dalam membuat lagu galau. Mereka seolah tidak pernah kehabisan ide untuk merilis lagu yang bertemakan patah hati. Kali ini lagu galau mereka berjudul \u201cNo Good In Goodbye\u201d yang dirilis 2014 lalu. Menurut saya, lagu yang bercerita tentang seorang yang tidak siap untuk patah hati ini juga merupakan salah satu lagu dari The Script yang liriknya paling puitis.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Where&#8217;s the good in goodbye?<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Where&#8217;s the nice in nice try?<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Where&#8217;s the us in trust gone?<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Where&#8217;s the soul in soldier on?<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dan jujur saja, saya setuju dengan lirik tersebut. Lho kok menetes air mata ini.<\/span><\/p>\n<h4><b>#6 Before The Worst<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau kamu sedang galau karena ingin balikan dengan mantan, lagu \u201cBefore The Worst\u201d yang dirilis The Script pada 2008 silam ini cocok untuk menjadi temanmu dalam masa kegalauan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Before the worst<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Before we met<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Before our hearts decide<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">It&#8217;s time to love again<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Before today<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Before too long<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Let&#8217;s try and take it back\u00a0<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Before it all went wrong<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gimana, sudah lebih baikan atau malah makin galau untuk balikan?<\/span><\/p>\n<h4><b>#7 If You Could See Me Now<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berbeda dengan lagu-lagu sebelumnya, \u201cIf You Could See Me Now\u201d tak spesifik tentang perpisahan antara dua sejoli. Lagu ini menceritakan bagaimana seorang anak bertanya-tanya tentang reaksi dari orang tuanya setelah semua hal Ia lalui dan capai. Tapi, lagu ini pun pas untuk situasi perpisahan yang lain.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Galaunya lagu ini dapat dilihat dari potongan liriknya yaitu sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">I still look for your face in the crowd<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Oh if you could see me now<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Would you stand in disgrace or take a bow<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Oh if you could see me now<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari lagu ini kita juga disadarkan bahwa hidup hanya sementara dan waktu-waktu bersama orang tersayang sangatlah berharga.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itulah tadi lagu-lagu dari The Script yang dapat menemani kamu yang sedang galau. Memang sih, lagu-lagu ini nggak bisa secara instan mengubah kegalauan kamu. Tapi minimal dengan dengerin lagu-lagu ini, kamu jadi punya teman untuk bergalau ria.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Atau justru rasa sakitmu makin menjadi. Well, perihal cinta, kita semua pemula bukan?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau kamu punya saran lagu galau lainnya dari The Script, langsung tulis di bawah ya!<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Surya Dharma<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<h5><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>AYO SEMUNYA, KITA NANANG ISMAIL BERSAMA!<\/p>\n","protected":false},"author":1772,"featured_media":163897,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13084],"tags":[4544,2682,14816],"class_list":["post-163701","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-musik","tag-galau","tag-lagu","tag-the-script"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/163701","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1772"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=163701"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/163701\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/163897"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=163701"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=163701"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=163701"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}