{"id":163003,"date":"2022-02-04T14:00:44","date_gmt":"2022-02-04T07:00:44","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=163003"},"modified":"2022-02-04T11:22:54","modified_gmt":"2022-02-04T04:22:54","slug":"kinerja-wasit-liga-1","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kinerja-wasit-liga-1\/","title":{"rendered":"Kinerja Wasit Liga 1: Kalau Pengadil Tak Berlaku Adil, kepada Siapa Kita Harus Percaya?"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kinerja wasit liga sepak bola Indonesia lagi-lagi jadi sorotan. Dalam laga Persebaya vs PSIS, hakim garis memutuskan Marukawa dalam posisi offside. Padahal, dalam tayangan ulang, terlihat bahwa Marukawa jelas-jelas dalam posisi onside, plus hakim garis berada dalam posisi yang ideal.<\/span><\/p>\n<blockquote class=\"twitter-tweet\">\n<p dir=\"ltr\" lang=\"in\">Demi prestasi timnas, PSSI melakukan naturalisasi pemain. Program ini udah dilakukan lebih dari satu dekade. Hasilnya, belum tampak.<\/p>\n<p>Mungkin, karena yg lebih perlu dinaturalisasi adalah pengurus federasi dan para wasit serta asisten wasit. Parah bener kinerjanya. <a href=\"https:\/\/t.co\/Lpnt24iSeZ\">pic.twitter.com\/Lpnt24iSeZ<\/a><\/p>\n<p>\u2014 Ilhamzada (@iIhamzada) <a href=\"https:\/\/twitter.com\/iIhamzada\/status\/1489122054016475136?ref_src=twsrc%5Etfw\">February 3, 2022<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><script async src=\"https:\/\/platform.twitter.com\/widgets.js\" charset=\"utf-8\"><\/script><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ini bukan lagi masalah tim A dirugikan, tim D diuntungkan. Jauh lebih besar dari itu. Performa tim wasit yang salah memberi keputusan dalam level basic itu menunjukkan bahwa ada yang salah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Keputusan wasit yang kontroversial seperti ini tidak terjadi sekali dua kali, namun sudah sering terjadi hingga rasanya sudah tak pantas lagi jika disebut sebagai human error. Saya paham bahwa manusia memiliki keterbatasan dalam membuat keputusan, tetapi untuk yang satu ini sepertinya sudah terlalu sering terjadi dan patut dievaluasi (walaupun sudah<\/span><a href=\"https:\/\/www.suaramerdeka.com\/bola\/pr-041509620\/pssi-siap-investigasi-dan-evaluasi-kinerja-wasit-sanksi-disesuaikan-dengan-tingkatan\"> <span style=\"font-weight: 400;\">sering dievaluasi<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">). Saya sendiri sudah menyiapkan beberapa alasan mengapa kinerja wasit Liga 1 masih perlu diperbaiki.<\/span><\/p>\n<h4><b>Ketegasan wasit<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Wasit merupakan orang yang berhak menentukan jalannya pertandingan entah itu play on, drop ball, bola fair play, hingga permainan dihentikan. Dalam waktu sepersekian detik, wasit harus sudah membuat keputusan yang dianggap paling adil dan hal tersebut bukan keputusan yang mudah. Wasit perlu memiliki ketegasan dalam mengambil keputusan tentunya didukung dengan argumen, pengamatan, atau diskusi dengan asisten wasit.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, wasit yang selama ini memimpin laga di Liga 1 masih banyak yang belum menunjukkan ketegasan tersebut. Pemain masih berani melakukan kontak, mendorong, bahkan mengeroyok wasit. Kejadian semacam itu tentunya membuktikan bahwa wasit masih belum menunjukkan sisi keabsolutan yang ia miliki. Dalam beberapa kesempatan mungkin bisa melakukan kesalahan, namun bagaimanapun wasit harus memiliki martabat sebagai pengadil lapangan agar pemain juga tidak bisa seenaknya saat bertanding. Kemampuan berkomunikasi dan berargumen sangat diperlukan oleh wasit, terlebih untuk menghadapi para pemain kita yang masih cukup \u201cbarbar\u201d ini.<\/span><\/p>\n<h4><b>Pemberian foul dan kartu<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sepak bola memang permainan yang mengandalkan fisik, namun satu hal yang perlu digarisbawahi adalah keras dan kasar itu berbeda. Slogan seperti \u201cbola boleh lewat, orangnya jangan\u201d seakan menjadi pedoman utama dalam menghentikan pergerakan pemain. Padahal, pelanggaran ke kasar seharusnya dihindari oleh pemain karena bisa berpotensi mencederai lawan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari beberapa pertandingan yang saya tonton di musim ini, banyak pelanggaran yang seharusnya masuk ke kategori professional foul seperti tackle untuk menghentikan transisi lawan, menarik baju pemain saat sedang akselerasi, dan pelanggaran keras lainnya masih dianggap sebagai pelanggaran biasa. Padahal, pelanggaran semacam itu sudah pasti mendapatkan ganjaran kartu apabila dilakukan di pertandingan internasional.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Wasit Liga 1 sangat berbaik hati kepada para pemain yang melakukan pelanggaran berbahaya kepada lawan, bahkan tidak memberikan peringatan sedikit pun. Federasi tentunya perlu mengevaluasi hal semacam ini agar bisa lebih tegas dalam memberikan pelanggaran atau kartu terhadap pelanggaran yang berbahaya. Agar nantinya jalannya Liga 1 pun tidak hanya dipenuhi dengan pemain yang terkapar di lapangan atau bunyi peluit setiap 10 detik.<\/span><\/p>\n<h4><b>Laws of the game<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seperti penjelasan sebelumnya, keputusan wasit di Liga 1 benar-benar penuh dengan kontroversi. Di sini saya tidak sekalipun merendahkan mereka, terlebih blio-blio ini pastinya menjalani pendidikan di bidang tersebut. Namun, saya merasa curiga terhadap penafsiran para pengadil terhadap laws of the game yang ada. Pikiran tersebut timbul karena wasit sangat sering memberikan keputusan yang kurang tepat, terkhusus untuk offside.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Keputusan yang tentunya merugikan suatu tim tersebut tidak terjadi sekali ini saja, namun sudah terjadi berkali-kali. Sehingga saya mulai bertanya-tanya apakah para pengadil ini benar-benar mengerti apa itu offside? Masalahnya, posisi yang terjadi dalam video di atas menunjukkan bahwa pemain jauh dari posisi offside. Semua orang tahu kalau itu nggak offside.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Federasi tentunya perlu melakukan pengecekan terhadap pengetahuan blio-blio ini untuk memastikan bahwa pengadil lapangan yang bertugas memang paham apa yang mereka adili. Tapi, repot juga, sih, kalau ternyata orang-orang dari federasinya juga kurang paham tentang sepak bola~<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Intinya, PSSI sebagai federasi tertinggi yang menaungi sepak bola Indonesia perlu membenahi pengelolaan liga mulai dari akarnya. Jangan sampai permasalahan fundamental seperti ini menjadi langganan tiap tahunnya. Emang nggak bosen Liga 1 \u201cmasih\u201d darurat kualitas kinerja wasit?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebab, jika pengadilnya saja berlaku tidak adil, kepada siapa lagi kita percaya?<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Muhammad Iqbal Habiburrohim<\/p>\n<p>Editor: Rizky Prasetya<\/p>\n<h5><b><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<\/i><\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><b><i>ini<\/i><\/b><\/a><b><i>\u00a0ya<\/i><\/b><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pengadil tapi tak berlaku adil.<\/p>\n","protected":false},"author":1167,"featured_media":163052,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12904],"tags":[31,8593,3142],"class_list":["post-163003","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-olahraga","tag-indonesia","tag-liga-1","tag-wasit"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/163003","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1167"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=163003"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/163003\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/163052"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=163003"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=163003"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=163003"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}