{"id":162869,"date":"2022-02-03T11:00:30","date_gmt":"2022-02-03T04:00:30","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=162869"},"modified":"2022-02-03T10:47:50","modified_gmt":"2022-02-03T03:47:50","slug":"4-hal-nggak-enaknya-naik-bus-surabaya-jember","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/4-hal-nggak-enaknya-naik-bus-surabaya-jember\/","title":{"rendered":"4 Hal Nggak Enaknya Naik Bus Surabaya-Jember"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai orang sering bolak-balik Surabaya-Jember saya selalu memaklumi kualitas angkutan umum yang nggak berubah sejak saya berkuliah di Jember hingga lulus. Bus menjadi pilihan terakhir karena tidak ada moda transportasi umum lain yang layak dan cepat yang bisa mengantarkan saya dari dan menuju Jember.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika naik kereta harus siap naik turun angkutan umum, pastinya harus mengeluarkan biaya ekstra dan lebih ribet. Ditambah jam keberangkatan yang terlampau pagi jika harus naik KA Probowangi, terpaksa harus menginap dulu di Surabaya. Ada sih kereta lain, tapi biayanya cukup tinggi. Saya lebih memilih uangnya untuk beli pecel untuk sarapan ketimbang buat naik kereta kelas bisnis maupun eksekutif. Kaum mendang-mending je.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Maka dari itu, naik bus menjadi pilihan saya jika hendak bertolak ke Jember dari Surabaya. Meski harus berdampingan dengan ketidaknyamanan dalam perjalanan. Nah, dalam artikel ini, saya mau cerita beberapa hal nggak enaknya naik bus Surabaya-Jember.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi, disclaimer dulu. Ini pengalaman subjektif saya, dan nggak menjatuhkan bus tertentu. Saya nggak kepikiran matiin rezeki orang. Ini hanya cerita pengalaman. Jadi, andai ada pihak yang tersinggung, saya minta maaf. Pokoknya, ini murni cerita.<\/span><\/p>\n<h4><b>#1 Pasti dioper di Probolinggo<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Buat kalian yang sering menumpang bus Surabaya-Jember kalian pasti akan dioper. Sebab, penumpang dari Surabaya menuju daerah Tapal Kuda tidak banyak. Penumpang bus jurusan Jember bisa dihitung jari, itu pun rata-rata pada turun di daerah Bangil. Hal inilah yang bikin bus saya didominasi pengamen dan pedagang asongan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Operan inilah yang bikin saya jengkel. Nggak nyaman rasanya mendengar seruan untuk ganti bus. Ketika ganti bus pun, kita tidak bisa leluasa memilih bangku. Ibarat pemain yang ditransfer di musim dingin, tak leluasa memilih nomor punggung.<\/span><\/p>\n<h4><b>#2 Bangku penumpang yang sempit<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perkara bus, saya nggak milih-milih. Kenapa? Ha wong semua sama saja menurut saya: bangkunya sempit!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bangku penumpangnya tuh sempit dan mepet sama bangku depan. Jadi lutut kalian bakal nempel sama bangku depannya. Kalau mau agak lega, duduknya miring, atau masukkan kakinya ke bawah bangku. Dan ini saya rasakan di banyak bus Surabaya-Jember, jadi ya bagi saya semua bus sama saja.<\/span><\/p>\n<h4><b>#3 Rawan penipuan<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Oke, tentu hal ini bukan salah busnya, tak ada bus yang dibikin untuk menipu. Namun, hal ini saya masukkan untuk kewaspadaan saja. anggap saja pesan masyarakat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Katanya, Terminal <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Terminal_Minak_Koncar\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Wonorejo<\/a>, Lumajang, banyak terjadi kasus gendam, copet, dan penipuan. Maka dari itu, saya jadi meningkatkan kewaspadaan di daerah ini. Benar, ketika bus saya mampir di sini, saya sempat melihat sendiri bagaimana para pelaku beraksi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pelaku naik bus. Modus yang sering dipakai pelaku biasanya adalah salah naik bus dan terpisah dari keluarganya. Cerita yang kerap digunakan adalah hendak ke Riau, dan hal itulah yang bikin penumpang iba, tapi habis itu barang lenyap. Nggak tahu juga ini gimana geraknya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untungnya ada orang baik yang memberikan kode ke saya agar tidak terperdaya tipuan tersebut. Jika tidak, tak tau lagi nasib saya.<\/span><\/p>\n<h4><b>#4 Kalau nggak ugal-ugalan, ya kelewat pelan<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sopir bus ugal-ugalan itu sudah jadi rahasia umum, tapi kalau kelewat pelan, baru bukan maen.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, ini yang bikin bus Surabaya-Jember unik, sopirnya tak hanya ugal-ugalan, tapi juga kelewat pelan. Mereka akan ugal-ugalan di daerah Pasuruan-Probolinggo. Tak peduli rintangan, mereka akan mengemudi secepat mungkin. Tapi, begitu masuk Lumajang, tepatnya di Jalan Jatiroto-Tanggul, mereka malah jalan pelan, padahal jalannya sepi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lha malah aneh, di jalan yang rame, mereka ugal-ugalan. Di jalan sepi, malah pelan. Kebalik malihhh. Jadinya, jarak tempuhnya sama saja mau pakai bus mana pun, bahkan patas sekalipun. Soalnya saya pernah nyoba pakai patas, dan nggak ada bedanya juga dari waktu tempuh. Alamaaak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itulah empat hal nggak enaknya naik bus Surabaya-Jember. Sekali lagi, ini bukanlah upaya menjatuhkan perusahaan atau gimana. Anggap aja ini jeritan konsumen yang dipendam sekian lama.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Muhammad Rizal Firdaus<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<h5><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pengalaman nih.<\/p>\n","protected":false},"author":1090,"featured_media":162918,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12903],"tags":[483,8794,405],"class_list":["post-162869","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-otomotif","tag-bus","tag-jember","tag-surabaya"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/162869","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1090"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=162869"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/162869\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/162918"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=162869"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=162869"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=162869"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}