{"id":160696,"date":"2022-01-20T14:30:07","date_gmt":"2022-01-20T07:30:07","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=160696"},"modified":"2022-01-20T15:09:51","modified_gmt":"2022-01-20T08:09:51","slug":"gunung-kawi-dan-mitos-pohon-dewandaru-bawa-rezeki","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/gunung-kawi-dan-mitos-pohon-dewandaru-bawa-rezeki\/","title":{"rendered":"Gunung Kawi dan Mitos Pohon Dewandaru Bawa Rezeki"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center;\"><em>Gunung Kawi terkenal sebagai tempat mencari pesugihan. Padahal, hal itu muncul karena kesalahpahaman<\/em><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Baru-baru ini, masyarakat Indonesia termasuk juga saya digemparkan dengan kemunculan aplikasi yang katanya bisa menghasilkan uang dalam sekejap. Caranya pun terlihat mudah, hanya dengan klik link, dan invite teman, pun sudah bisa menukarkan uang sekian juta rupiah dalam beberapa hari. Opsi yang (katanya) tepat untuk kalian yang ingin terjerumus pada terror pinjol.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ngomong-ngomong soal pinjol dan bagaimana cara tercepat untuk sukses dan mendapatkan uang, mungkin mereka lupa dengan eksistensi Pesarean Gunung Kawi, Kabupaten Malang. Nah lho, emangnya ada apa dengan gunung yang satu ini?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain sebagai kawasan wisata, atau menjadi trek gowes bagi bapak-bapak gaul saat ini, gunung ini dikenal dengan kesakralannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Legenda mengatakan, Prajurit Pangeran Diponegoro bernama Eyang Jugo dan muridnya yakni Raden Mas Iman Soedjono yang dimakamkan di lereng Gunung Kawi. Kedua sosok ini dikenal sebagai leluhur yang menjaga sekaligus memberikan keberkahan bagi masyarakat di sekitar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak heran kalau banyak sekali masyarakat yang datang dan melakukan berbagai ritual permohonan terutama di Pesarean Gunung Kawi tersebut. Dan yang sering dilakukan oleh para pelaku ritual tersebut adalah menunggu jatuhnya daun atau buah pohon dewandaru.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ini mirip kayak kalian yang minta uang saat ada pesawat melintas. Ya kira-kira kayak begitu lah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kepercayaan yang tersebar adalah, jika kalian kejatuhan daun pohon dewandaru, simpan daun tersebut dalam dompet masing-masing. Katanya akan membawa rezeki yang melimpah. Kalau kejatuhan buahnya, efeknya sama kayak kejatuhan daun, tapi rezeki yang didapat katanya jauh lebih besar.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pohon dewandaru ini diyakini sebagai pohon yang sakral, yang ditanam langsung oleh Eyang Jugo pada masa itu. Semasa hidupnya, Eyang Jugo berpesan kepada santrinya bahwa jika mereka ingin hidup yang mulia, tunggulah jatuhnya buah pohon dewandaru.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kisah tersebut yang kemudian menimbulkan polemik dan perbedaan penafsiran dalam masyarakat. Tidak sedikit masyarakat yang mengartikan kisah tersebut secara harfiah, sehingga ya nggak heran kalau banyak yang dengan setia menunggu jatuhnya buah atau juga daun dari pohon tersebut. Bahkan hingga tertidur atau juga mereka yang memutuskan untuk bermalam di dekat pohon dewandaru.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Padahal \u201ctunggulah jatuhnya buah pohon dewandaru\u201d bisa juga diartikan bahwa jika menginginkan sesuatu, harus melalui proses dan kesabaran. Terkadang, pesan itu nggak disampaikan secara literal agar para penerima pesan mencari artinya. Proses, Maszeh, proses.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kembali ke ritual. Bagi pengunjung yang merasa terkabulkan doanya, dianjurkan untuk datang kembali ke Pesarean tersebut guna melakukan ruwatan wayang kulit atau selametan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, inilah yang unik. Istilah \u201chigh risk, high return\u201d yang sempat digaungkan oleh influencer-influencer itu dapat dilihat pada masyarakat di Pesarean Gunung Kawi tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pasalnya, ritual itu sama sekali tidak murah. Nggak hanya modal menyan, keyakinan, dan mental baja, tapi ya butuh duit yang lumayan besar. Uang itu untuk membeli uborampe yang diperlukan. <a href=\"http:\/\/journal.ui.ac.id\/index.php\/jai\/article\/view\/12770\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Harganya bervariasi, ada yang murah, ada yang mahal.<\/a> Nah, itulah yang jadi pertanyaan saya: apakah makin mahal uborampenya, keberkahan yang didapat makin besar?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dipikir-pikir, \u201cpesugihan\u201d Gunung Kawi ini mirip trading ya. Kalau modal kita gede, ya kuat menghadapi grafik yang mobat-mabit. Kalau kecil, ya dongane sing kenceng.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Eksistensi pohon dewandaru pada akhirnya diyakini sebagai perantara kekayaan d<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">an keberkahan. Padahal, kalau dipikir-pikir Eyang Jugo ini cuma ingin menyampaikan, toh dalam mencapai sesuatu perlu kiranya untuk bersabar dan berproses.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itulah sedikit cerita tentang Gunung Kawi ini. Mau percaya atau tidak, itu terserah kalian sebagai pembaca. Yang jelas, namanya kekayaan dan kemakmuran itu selalu butuh proses. Kecuali kamu Rafathar atau Putri Tanjung, dah beda itu.<\/span><\/p>\n<p><em>Sumber gambar: <a href=\"https:\/\/commons.wikimedia.org\/wiki\/File:Gunung_Kawi_dilihat_dari_maduarjo_ngajum.jpg\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Wikimedia Commons via Javanesecode<\/a><\/em><\/p>\n<p>Penulis: Adinda Sayyidah Hajar<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<h5><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Semua butuh proses.<\/p>\n","protected":false},"author":1740,"featured_media":160709,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[14668,212,6949,14667],"class_list":["post-160696","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-gunung-kawi","tag-mitos","tag-pesugihan","tag-pohon-dewandaru"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/160696","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1740"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=160696"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/160696\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/160709"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=160696"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=160696"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=160696"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}