{"id":159442,"date":"2022-01-16T14:00:12","date_gmt":"2022-01-16T07:00:12","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=159442"},"modified":"2022-01-16T13:33:54","modified_gmt":"2022-01-16T06:33:54","slug":"sedang-mempersiapkan-toefl-itp-baca-buku-ini","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/sedang-mempersiapkan-toefl-itp-baca-buku-ini\/","title":{"rendered":"Sedang Mempersiapkan TOEFL ITP? Baca Buku Ini"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pertengahan 2020 lalu, saya mengikuti tes TOEFL ITP di salah satu tempat kursus bahasa Inggris di Cinere, Depok. Sedikit jauh dari rumah saya di Tangsel karena saat itu sedang awal PSBB dan tempat ini satu-satunya yang membuka tes offline. Skor yang saya dapat cukup memuaskan. Setidaknya bisa dipakai untuk mendaftar LPDP program doktor dalam negeri.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bukan pengalaman atau hasil tes yang mau saya bahas di sini, melainkan persiapan dalam menghadapi tes bahasa Inggris ini.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebelumnya, kita bahas sedikit tentang TOEFL ITP.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">TOEFL ITP (Institutional Testing Program) merupakan tes yang ditujukan untuk keperluan lembaga atau perusahaan. Tes ini juga bisa digunakan untuk syarat beasiswa dalam negeri dan beberapa negara di Asia.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">ITP sendiri dikerjakan di lembaran kertas, mirip-mirip ujian sekolah. Ada tiga bagian di dalamnya: listening (dengan CD), structure and written expression, dan reading.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Level dan tingkat kesulitan TOEFL ITP ada di bawah TOEFL IBT dan IELTS. Keduanya merupakan tes resmi yang diterima di seluruh institusi dan universitas dunia, termasuk negara-negara dengan bahasa Inggris sebagai bahasa utama. Pembeda besar keduanya ada di ujian speaking dan writing yang tidak ada di TOEFL ITP.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, bisa dibilang ITP merupakan tes yang paling mudah karena hanya membutuhkan pemahaman grammar dan listening yang baik. Apalagi, pola soalnya tidak banyak berubah dari tahun-tahun sebelumnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya sendiri menyiapkan diri kurang lebih tiga bulan sebelum tes dengan membaca satu buku dari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Longman Preparation Course for the TOEFL Test: The Paper Test<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Buku ini khusus saya sarankan untuk TOEFL ITP karena isinya tidak bertele-tele dan hanya membahas hal-hal yang keluar di ujian. Di dalamnya juga ada beberapa trik yang bisa dipakai kalau kamu sudah mentok saat sedang menjawab soal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Biar lebih jelas lagi, ini poin-poin penting kenapa buku ini saya rekomendasikan.\u00a0<\/span><\/p>\n<h4><b>#1 Pembahasan bukunya bertumpu pada soal ketimbang penjelasan<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Buku ini lebih mirip kisi-kisi daripada penjelasan detail tentang apa yang bakal kamu hadapi saat tes nanti. Oleh karena mengarah ke kisi-kisi, kamu akan bertemu soal-soal yang persis dengan tes aslinya. Dan, proses belajarmu akan bertumpu pada soal-soal tersebut.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bisa dibilang hampir 90 persen isi buku ini berisi soal ketimbang pembahasannya. Namun menurut saya, justru format ini lebih efisien dan membuat saya cepat paham.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam tes structure and written expression, misalnya. Di awal, kamu akan diajari cara menjawab soal satu klausa (seperti kalimat \u201ctraffic was backed up for miles on the freeway\u201d). Buku Longman ini membagi cara menjawabnya dalam lima skill (memperhatikan subjek-verba, memperhatikan preposisi objek, dan seterusnya).\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tiap skill punya sepuluh soal. Dan setiap menyelesaikan lima skill, kamu akan dihadiahi dua tipe soal. Yang pertama adalah lima skill yang baru kamu pelajari, dan yang kedua adalah semua skill yang kamu pelajari dari awal sampai titik itu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tingkat kesulitan soal akan meningkat dari nomor satu hingga terakhir. Saya sendiri selalu melihat kunci jawabannya setiap menyelesaikan soal. Kalau pun ada yang salah, saya pelajari kembali soal tersebut dari penjelasan buku ini dan bisa pula dari sumber lain di internet.\u00a0<\/span><\/p>\n<h4><b>#2 Ada tabel penilaian prediksi skor<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lewat buku TOEFL Longman ini, kamu juga bisa mendapatkan prediksi skor TOEFL sendiri. Tabel scoring information ini bisa kamu isi sendiri setelah mengerjakan semua pre-test, post-test, dan complete test.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tentunya fitur ini bagus untuk menentukan target skormu dan apakah kamu sudah siap untuk mengikuti tes sesungguhnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<h4><b>#3 Diagnostic charts<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau mau jujur, ini sudah yang kedua kalinya saya khatam buku ini sebelum memutuskan ikut tes TOEFL. Yang pertama hanya di bagian structure grammar, dan yang kedua barulah keseluruhan bukunya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setidaknya bagian diagnostic charts di akhir buku bisa menjadi semacam jalan pintas kalau kamu tidak ingin atau tak punya waktu membacanya berkali-kali.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sederhananya, diagnostic charts bisa menunjukkan skill apa saja yang mesti kamu pelajari ulang. Sama seperti scoring information, bagan ini baru dapat diisi kalau kamu sudah menyelesaikan semua pre-test, post-test, dan complete test.\u00a0<\/span><\/p>\n<h4><b>#4 Ada trik yang bisa dipakai kalau lagi kepepet<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bab appendix merupakan bagian menarik lainnya dari buku ini. Soal-soal di halaman utama biasanya akan memintamu untuk mengecek dan mengerjakan appendix, yang juga terdiri dari soal-soal.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Appendix sendiri memberi pemahaman lebih jauh soal skill yang sedang kamu pelajari. Ada bagian appendix yang menurut saya wajib dikerjakan, seperti bentuk kata kerja pasif (formation of the passive). Sebagian lainnya juga ada yang bisa kamu lewati, misalnya idiom.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, tidak ada salahnya kamu menamatkan bagian ini supaya persiapanmu lebih matang lagi. Appendix word parts, terutama, cukup bagus bagi kamu yang kosa katanya nggak terlalu banyak.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagian tersebut berisi beberapa pecahan kata yang bisa memberi petunjuk. Contohnya \u201cdis-\u201d yang membalikkan makna asli jika disambungkan dengan kata seperti \u201clike\u201d. Atau juga pecahan kata \u201ccred-\u201d dalam \u201ccredit\u201d dan \u201ccredo\u201d yang punya arti tindakan memercayai.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Anggaplah appendix sebagai sub-quest dalam video game. Bagian ini tidak harus dilakukan, tetapi menawarkan reward yang membantumu dalam menghadapi tugas utama, yaitu tes TOEFL nanti.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain mempelajari buku ini, kamu juga harus sering-sering membaca sumber berbahasa Inggris. Kalau bukan buku, cobalah menonton film atau series dengan subtitle bahasa Inggris. Itu sangat membantu saya dalam menambah pemahaman soal susunan kalimat bahasa Inggris serta kosakata dan idiomnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Arofah Hafizh Al&#8217;farisi<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<h5><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Satu buku aja cukup!<\/p>\n","protected":false},"author":1749,"featured_media":159659,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13303],"tags":[361,14608,14607],"class_list":["post-159442","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-buku","tag-bahasa-inggris","tag-tes","tag-toefl-itp"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/159442","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1749"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=159442"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/159442\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/159659"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=159442"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=159442"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=159442"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}