{"id":158188,"date":"2022-01-17T15:00:06","date_gmt":"2022-01-17T08:00:06","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=158188"},"modified":"2022-01-18T23:09:56","modified_gmt":"2022-01-18T16:09:56","slug":"5-film-yang-bisa-bikin-parno-selain-final-destination","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/5-film-yang-bisa-bikin-parno-selain-final-destination\/","title":{"rendered":"5 Film yang Bisa Bikin Parno selain Final Destination"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Nyari film horor thriller sedap macam Final Destination? Sini saya kasih rekomendasinya.<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Buat sebagian orang, nonton film horor atau thriller adalah sesuatu yang mengasyikan. Ada ketegangan yang bisa dirasakan sekaligus bisa memacu adrenalin. Tapi, buat sebagian yang lain, termasuk saya yang suka overthinking, nonton film begituan bisa bikin hati nggak tenang dan waswas. Bahkan, perasaan itu kerap muncul meski film sudah selesai ditonton. Itulah alasan kenapa saya selalu pilih-pilih film sebelum ditonton. Ya daripada salah nonton film lalu bikin hidup jadi parno, bisa repot kan?<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Final Destination<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, misalnya. Kamu sudah pernah nonton, kan? <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Final Destination <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">sarat dengan adegan kecelakaan dan kematian yang alurnya nggak bisa ditebak ini memang menarik kalau ditonton. Ada adegan bus jatuh ke jurang, adegan mati tersengat listrik, sampai adegan kecelakaan di tempat kerja. Selain capek nontonnya, adegan-adegan mengerikan tadi selalu menghantui aktivitas saya sehari-hari dan selalu bikin parno. Mau pasang tabung gas, naik pesawat, bahkan nyeberang jalan saja selalu teringat adegan film itu. Hadeh.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi selain <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Final Destination <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">tadi, ada juga loh film yang bisa bikin parno meski beberapa di antaranya bukan film bergenre horor atau thriller. Mau tahu film apa saja? Ini, nih.<\/span><\/p>\n<p><b>#1 <\/b><b><i>Air Crash Investigation<\/i><\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ini adalah serial film dokumenter yang diputar di National Geographic dan Discovery Channel. Film ini menceritakan kronologis berbagai kecelakaan pesawat terbang secara detail beserta analisisnya. Menarik, sih. Tapi justru cerita-cerita inilah yang selalu menghantui saya setiap kali naik pesawat terbang.<\/span><\/p>\n<p><b>#2<\/b><b><i> Child&#8217;s Play<\/i><\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Film ini menghadirkan tokoh boneka Chucky yang menjadi sumber teror dalam keseluruhan cerita film. Meski cuma boneka dengan penampakan seram, ini cukup mengganggu pikiran saya. Setiap melihat boneka, apalagi boneka seram macam spirit doll itu, saya selalu membayangkan boneka itu tiba-tiba hidup dan melakukan hal-hal yang nggak terbayangkan sebelumnya. Hiii.<\/span><\/p>\n<p><b>#3 <\/b><b><i>Malam Satu Suro<\/i><\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau yang ini damage-nya nggak ketulungan, sih. Film horor jadul yang dibintangi ratu horor Indonesia, Suzzana, ini memang asli bikin parno seumur hidup. Kalau saya sedang jalan sendirian di malam hari, sedang sendirian di rumah, sedang lembur di kantor, bahkan sedang beli sate sekali pun, selalu terbayang sosok wanita berambut panjang dan berbaju putih yang ada di film itu. Ampun, deh.<\/span><\/p>\n<p><b>#4 <\/b><b><i>500 Days of Summer<\/i><\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tom ketemu Summer. Mereka jatuh cinta. Lalu, Summer meninggalkan Tom. Saya singkat saja ceritanya sebab artikel ini nggak akan cukup untuk menuliskan cerita film ini. Tapi, kenapa saya masukkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">500 Days of Summer<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dalam film yang bikin parno adalah, film ini bisa bikin kita parno saat mau memulai hubungan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya nggak begitu relate sih, ini kata orang-orang aja. Tapi, setelah menonton filmnya, saya setuju sih. Udah terlanjur sebegitu dalam, tapi ternyata tetap tak bersama. Pedih.<\/span><\/p>\n<p><b>#5 <\/b><b><i>Warkop DKI<\/i><\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yup, film-film Warkop DKI memang sudah melegenda dan sepertinya semua orang sudah hafal adegan-adegan di dalamnya. Meski dipenuhi adegan lucu dan wanita-wanita seksi di sepanjang film, tapi ada juga adegan yang bikin parno, loh.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Coba perhatikan, deh. Di setiap film Warkop DKI, pasti selalu ada adegan naik becak yang endingnya nyemplung ke kolam, rem blong, atau terguling. Jujur saja, adegan-adegan ini selalu terbayang setiap kali saya naik becak. Apalagi kalau becak itu kebetulan lewat turunan, pasti bikin saya keringat dingin.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itulah beberapa film yang bisa bikin parno buat para penontonnya selain <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Final Destination<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, khususnya buat orang-orang yang overthinking tadi. Mending nonton yang lain, deh, selain nonton film yang mengganggu ketenangan hidup. Nonton Liga Indonesia, misalnya. Eh, justru ini lebih horor ya?<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Andri Saleh<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<h5><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Aku meneng wae, ra risiko<\/p>\n","protected":false},"author":1468,"featured_media":159903,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13081],"tags":[28,14625,29,6165,3801],"class_list":["post-158188","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-film","tag-film","tag-final-destination","tag-horor","tag-rekomendasi","tag-thriller"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/158188","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1468"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=158188"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/158188\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/159903"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=158188"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=158188"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=158188"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}