{"id":158171,"date":"2022-01-08T12:00:35","date_gmt":"2022-01-08T05:00:35","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=158171"},"modified":"2022-01-08T11:23:02","modified_gmt":"2022-01-08T04:23:02","slug":"layangan-putus-hidup-karena-akting-putri-marino","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/layangan-putus-hidup-karena-akting-putri-marino\/","title":{"rendered":"Layangan Putus Hidup karena Akting Putri Marino"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain alur ceritanya yang mengaduk-aduk emosi penonton, viralnya web series lokal <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Layangan Putus<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> juga tidak lepas dari faktor kemampuan akting para pemain di dalamnya. Terutama kemampuan akting Putri Marino.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagaimana yang kita tahu, dalam web series tersebut, Putri Marino adalah salah satu pemeran utama yang berperan sebagai Kinan, seorang istri dan ibu yang menjadi korban perselingkuhan suaminya saat ia sedang menjalani kehamilan kedua. Berkat kepiawaian Putri Marino dalam memerankan tokoh Kinan, tidak sedikit penonton yang kemudian menaruh harapan besar pada perkembangan web series tanah air. Kinan, adalah sebenar-benarnya suara hati dari istri yang tersakiti.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dan Mas Aris, adalah tahi yang dikasih nyawa. Hih.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berdasarkan hasil berselancar di dunia maya, saya juga sempat membaca pengakuan dari beberapa orang bahwa keputusannya menonton <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Layangan Putus<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, tidak lain karena ada nama Putri Marino dalam daftar pemain. Bukan semata karena tema atau cerita dari web series tersebut yang sudah pernah viral beberapa tahun sebelumnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam hal karya, saya pribadi memang tidak mengikuti semua film yang dibintangi oleh Putri Marino. Sejauh ini, saya bahkan baru menonton <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">One Night Stand<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> sebagai salah satu film yang ia bintangi. Meski demikian, setelah mengikuti web series <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Layangan Putus <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">tidak sulit untuk kemudian menaruh rasa kagum setinggi-tingginya pada kemampuannya dalam dunia akting.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sejak awal episode <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Layangan Putus<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, saya sudah jatuh suka melihat sosok Kinan yang diperankan oleh Putri Marino. Kinan yang ceria sekaligus pendiam, Kinan yang selalu ngomong \u201cit\u2019s oke\u201d padahal babak bundas, dan Kinan yang menjalani peran sebagai detektif ala-ala. Meskipun tema perselingkuhan dan istri yang tersakiti bukanlah tema baru, bahkan terbilang mainstream, tetapi Kinan is another level. Ia totalitas dan ekspresif.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kekaguman penonton pada akting Putri Marino makin menjadi-jadi setelah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Layangan Putus<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> memasuki episode keenam (baik A maupun B) beberapa waktu yang lalu. Dalam episode 6A, Kinan terlihat bermain cantik dengan pura-pura tidak kenal pada Lydia, cewek yang jadi selingkuhan suaminya. Bagaimana Putri Marino yang terlihat biasa saja, kasih senyum selebar mungkin, padahal menaruh rasa sakit hati dan amarah di baliknya benar-benar bikin gregetan orang-orang yang nonton.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Puncaknya adalah pada episode 6B. Dalam episode ini, akting Putri Marino benar-benar paripurna sebagai seorang istri yang tersakiti. Pertama bisa kita lihat saat ia curhat kepada sahabat-sahabatnya. Ia adalah korban perselingkuhan yang berusaha berbagi beban dengan sahabat-sahabatnya. Namun, ketika curhatannya disanggah, dianggap sekadar baperan dan cemburuan, lalu diminta positif thinking, tentu saja ia berhak marah dan kecewa. Nah, rasa marah dan kecewa tersebut disampaikan dengan sangat meyakinkan oleh Putri Marino.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kedua ketika ia menangis sambil tertawa. Melihat adegan tersebut, rasanya ikutan nyesek. Apalagi ketika Kinan mulai membicarakan perihal perselingkuhan, blio begitu luar biasa. Sedih, marah, dan kecewanya dapat banget. Dia nangis, tetapi tetap berusaha menjelaskan bukti-bukti yang dia dapat. Dia terluka, tetapi tetap berusaha kuat untuk menunjukkan bahwa dia sudah tahu semuanya. Dia tetap memberi waktu untuk suaminya menjelaskan, meskipun sebenarnya dia tahu suaminya lagi ngehalu alias berbohong. Rasa hancurnya ketika mimpinya buyar di tangan suaminya sendiri, lalu adegan ngelempar kertas ke hadapan suaminya, jadi sajian apik yang bikin ikut emosi jiwa. Bagaimana Kinan bilang thank you saat lagi bertengkar sama Aris, terdengar candu banget bagi saya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Emosinya meledak-ledak, tapi dia tetap bisa mengirimkan pesan secara tepat, nggak asal berakting sedih. Sedap.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saking kerennya Putri Marino dalam adegan tersebut, sekarang adegan itu direplikasi dalam bentuk lain. Entah meme, entah parodi, atau guyonan dalam media sosial. Suatu adegan, ketika direplikasi dalam bentuk lain berkali-kali, pasti punya nilai yang benar-benar monumental.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat tulisan ini saya buat, episode <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Layangan Putus<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> sudah memasuki episode ke 8A. Berdasarkan trailer, Kinan terlihat mulai mau main cantik lagi dengan dinner bertiga bersama Aris dan Lydia. Melihat senyumnya Kinan malam itu, rasanya jadi makin penasaran untuk nonton.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah melihat Putri Marino dalam <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Layangan Putus<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, rasanya saya jadi tertarik untuk menonton film lainnya yang ia bintangi. Meski tidak bisa menonton semuanya, paling tidak saya bisa berkenalan dengan karakter lain selain Kinan dalam <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Layangan Putus<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan Lea dalam <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">One Night Stand<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dan tentu saja, film pertama yang akan saya tonton adalah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Posesif, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">film yang jadi debutnya sekaligus mengantarkan Putri mendapat penghargaan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, intinya, akting Putri Marino di sini nggak kaleng-kaleng. Dan bisa dibilang, selain Mas Aris yang bikin sebel setengah mati, akting beliau lah yang jadi daya tarik utama.<\/span><\/p>\n<p><em>Sumber gambar: Instagram <a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/p\/CYY0ctMvJg6\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">@layanganputus.md<\/a><\/em><\/p>\n<p>Penulis: Utamy Ningsih<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<h5><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Putri Marino FTW!<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":158173,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13118],"tags":[4355,5078],"class_list":["post-158171","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-serial","tag-layangan-putus","tag-putri-marino"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/158171","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=158171"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/158171\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/158173"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=158171"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=158171"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=158171"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}