{"id":157760,"date":"2022-01-07T09:00:02","date_gmt":"2022-01-07T02:00:02","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=157760"},"modified":"2022-01-06T22:31:04","modified_gmt":"2022-01-06T15:31:04","slug":"3-sifat-mas-aris-layangan-putus-yang-bisa-kita-tiru","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/3-sifat-mas-aris-layangan-putus-yang-bisa-kita-tiru\/","title":{"rendered":"Meski Ra Mashok, Ada 3 Sifat Mas Aris Layangan Putus yang Bisa Kita Tiru"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sejak bulan lalu, ibu saya merengek ke saya untuk minta daftarin blio langganan platform streaming. Ketika saya tanya kenapa, blio menjawab karena ada satu serial menarik yang pengin blio tonton setelah nggak sengaja menemukan cuplikannya di TikTok. Setelah saya daftarkan, ternyata ibu saya pengin lihat serial <\/span><a href=\"https:\/\/wetv.vip\/play\/4hnro1bn80yiweb-Layangan-Putus\/u0041iv2hmk-EP2A-Layangan-Putus\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Layangan Putus<\/span><\/i><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">. Yak, serial yang beberapa pekan ini booming bagi masyarakat Indonesia, khususnya di kalangan remaja dan emak-emak seperti ibu saya. &#8220;It,s my dream, Mas. Ayok daftarin ibuk sekarang,&#8221; sahut ibu saya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Serial yang dirilis pertama kali pada 26 November 2021 ini merupakan hasil adaptasi novel dengan judul yang sama. Baru beberapa minggu menyaksikan serial tersebut, ibu saya langsung jadi manusia yang emosian. Sebab, karakter Aris yang diperankan aktor Reza Rahadian sukses membuat siapa saja yang nonton serial itu akan mangkel. Setelah saya observasi, ternyata karakter Mas Aris ini adalah karakter yang bajigur, nggatheli, dan segala macam umpatan buruk lainnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, setelah saya dipaksa menyaksikan juga oleh ibu saya, nyatanya ada beberapa sifat positif yang dimiliki Mas Aris. Pendapat ini pun sempat ditentang ibu saya. \u201cOrang kayak Aris itu wes nggak punya sifat positif. Kalau ketemu ibuk, huuuh, wes ajor arek iki,\u201d ucapnya. Tetapi, saya tetap membela, karena setidaknya ada tiga sifat positif Mas Aris yang harus saya tiru.<\/span><\/p>\n<h4><b>#1 Pekerja keras<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meskipun secara garis besar Mas Aris adalah laki-laki yang guathel, yakni punya selingkuhan dengan Lydia dan sering membohongi Kinan, tapi Mas Aris ini adalah sosok laki-laki pekerja keras.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mendengar ungkapan itu, ibu saya langsung menyanggah. \u201cWes tah, serajin-rajinnya orang lak nggak setia itu nggak ada gunanya.\u201d Saya pun tetap menjawab dengan argumen saya. \u201cSip, bener, Buk. Tapi, kalau dilihat dari sisi positif, Mas Aris iku lak patheng, seh. Ibuk lihat wes lak nggak percaya, setiap pagi berangkat kerja, ngurusin kerjaan, jalin relasi dengan perusahaan-perusahaan, dapet proyek besar, dan segala macamnya. Cobak kalau nggak serajin itu, nggak bakalan sukses dia.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Karakter Aris memang digambarkan sebagai seorang pekerja kantor yang setiap hari menjalankan kewajiban sebagaimana kepala keluarga semestinya, yakni mencari nafkah. Meski kenyataannya, hasil kerja kerasnya itu ia bagi dengan keluarganya dan selingkuhannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cen guathel.<\/span><\/p>\n<h4><b>#2 Romantis<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa adegan yang sempat saya tonton tampak ketika Mas Aris berlaku romantis. Terlepas apakah itu sebuah dramaturgi, yang penting dia terlihat romantis. Saat itu, ibu saya menunjukkan suatu adegan Mas Aris dan Mama Kinan berduaan. Kata-kata si gathel begitu menghipnotis Mama Kinan yang tengah hamil besar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya pun nyelethuk, \u201cBuk, cek romantise Mas Aris, ya? Keren, nggak, seh, Buk?\u201d Ibu saya dengan nada yang nggak suka menjawab, \u201cHalah, romantis-romantis apa? Wong itu biar nutupin agar dirinya kelihatan setia aja, kok. Padahal, wes selingkuh sama Lydia.\u201d. Saya kembali jahil, \u201cLoh, kan, sama Lydia juga romantis, to, Buk? Berarti, kan, romantis sama semua orang? Hehehe.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ibu saya pun menyuruh saya pergi, sebab blio selalu marah kalau saya membela blio. Namun, di samping Si Aris itu benar-benar bajigur puol, satu hal yang perlu kita tiru, yakni sikap romantisnya. Sikap romantisnya tercermin kepada orang yang ia cintai, dulu kepada Kinan, sekarang kepada Lydia. Sebagaimana kata orang, \u201cSebuah hubungan kalau nggak ada bumbu romantisnya, ya, anyep, dong.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ning ya ndelogok jaran.<\/span><\/p>\n<h4><b>#3 Pemikir cepat<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Satu hal yang bikin ibu saya mureng-mureng adalah Mas Aris ini selalu punya jawaban dan alasan ketika Mama Kinan mulai curiga. Kata Ibu saya, \u201cLak wes adaaaa ae alasannya. Huh, cek pintere, sih, lak cari alasan?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lagi-lagi, mendengar ibu saya selalu emosi sendiri ketika nonton serial itu, saya pun mencoba menimpali. \u201cJelas pinter, to, Buk. Itu namanya pemikir cepat. Cocok jadi orang sukses, soalnya semuanya langsung sat-set-sat-set, nggak kesuwen.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kali ini ibu saya pura-pura nggak menanggapi. Saya nggak tahu, entah blio ini sudah capek dengan saya atau manut dengan respons saya. \u201cOrang kalau mikirnya lama itu nanti ketinggalan, Buk. Mase iku jan pouinter pol. Paling, dulu IPK-nya 3,9.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meski kenyataannya banyak kaum emak-emak di luar sana yang membenci Aris sama seperti ibu saya, tapi mereka ini memang benar. Kalau saya rasakan, kemangkelan, kebencian, dan kegregetan yang ditujukan emak-emak ke Aris, tentu menyimpan banyak makna. Dan, saya pun belum bisa menafsirkannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itulah setidaknya tiga sifat positif yang perlu kita tiru. Meski ketiga sikap positif itu tetap saja digunakan untuk hal yang salah, yawes nggak apa-apa. Kita harus mengaplikasikannya untuk hal-hal baik. Sebab, segathel-gathelnya orang, pasti di balik semua itu menyimpan hal-hal baik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sing gathel biar dia saja, kita nggak usah ikut-ikut.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Adhitiya Prasta Pratama<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<h5><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ya masih ada baiknya. Dikit. Segini.<\/p>\n","protected":false},"author":1549,"featured_media":157954,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13118],"tags":[4355,14533,5806],"class_list":["post-157760","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-serial","tag-layangan-putus","tag-mas-aris","tag-playboy"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/157760","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1549"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=157760"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/157760\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/157954"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=157760"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=157760"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=157760"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}