{"id":156435,"date":"2021-12-29T11:00:57","date_gmt":"2021-12-29T04:00:57","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=156435"},"modified":"2021-12-29T11:22:23","modified_gmt":"2021-12-29T04:22:23","slug":"3-alasan-gabriel-di-emily-in-paris-bukan-pria-yang-layak-diperjuangkan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/3-alasan-gabriel-di-emily-in-paris-bukan-pria-yang-layak-diperjuangkan\/","title":{"rendered":"3 Alasan Gabriel di Emily in Paris Bukan Pria yang Layak diperjuangkan"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bonjour Emily! Saya sebagai fans <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Emily in Paris<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> akhirnya bisa bernafas lega setelah menunggu satu tahun lebih untuk musim kedua. Tampaknya bukan saya saja yang merasakan kebahagian ini. Pasalnya, belum genap seminggu sejak perilisannya, serial <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Emily in Paris<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> musim kedua sudah menempati posisi pertama dari daftar sepuluh teratas kategori TV show di Netflix Indonesia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain tayang di waktu yang bertepatan dengan momen natal dan libur akhir tahun, masifnya penonton juga tak lain karena serial ini memang layak untuk ditonton. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Emily in Paris<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> memang tidak pernah gagal menarik hati para penonton. Dari mulai fesyen ala Parisian yang super nyentrik, lika-liku penyesuaian diri dengan warga Paris yang nyeleneh, hingga drama berada dalam cinta segitiga.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ngomongin tentang hubungan segitiga, sebenarnya sejak season pertama saya sudah mewanti-wanti supaya Emily tidak terjebak dalam hubungan Gabriel dan Camille. Saya tidak ingin idola saya mendapat predikat baru sebagai &#8220;pelakor in Paris&#8221;. Tapi bukan Emily namanya kalau tidak keras kepala dalam mengejar keinginannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya setuju kalau pesona Gabriel memang bukan maen, sampai Emily saja dibuat klepek-klepek. Tapi di sisi lain, saya juga paham betul, tipikal laki-laki seperti Gabriel ini kurang pantas untuk diperjuangkan. Ini dia alasannya:<\/span><\/p>\n<h4><b>#1 Tidak setia<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sudah nggak bisa disangkal lagi, Gabriel ini sudah jelas bukan laki-laki setia. Emang sih, sejak awal Gabriel dan Emily emang nggak ada niatan untuk saling jatuh cinta. Saya pun tahu bahwa cinta itu tidak bisa ditebak kedatangannya, tapi bukankah setia itu pilihan?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebenarnya bukan tentang siapa yang memulai duluan di drama segitiga ini. Emily pun juga terdakwa bersalah di mata penonton karena sudah mencium Gabriel lebih dulu di season pertama. Tapi kembali lagi, Gabriel yang berstatus sebagai pacar orang seharusnya tahu bagaimana cara mengontrol perasaannya. Dan kalau dia adalah lelaki setia, seharusnya nggak usah caper-caper lagi ke Emily dan fokus saja ke hubungannya dengan Camille.<\/span><\/p>\n<h4><b>#2 Kekanak-kanakan<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gabriel ini padahal macho banget loh, badannya proporsional, suaranya berat, alisnya tebal. Kadang ia mengingatkan saya pada Reza Rahadian. Tapi, setelah saya nonton episode keenam season dua, penilaian saya langsung merosot saat melihat sikap Gabriel. Di malam pembukaan restorannya, Gabriel terlihat uring-uringan sambil lari keluar restoran karena acaranya terlalu rame kayak pasar malem.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gabriel sebagai pemilik resto bukannya berusaha cari solusi, eh malah frustrasi. Kalo katanya Camille sih, mantan pacarnya memang sering begitu. Itu tandanya dia sedang diselimuti ego dan kekhawatiran. Gabriel yang terlihat seperti anak kecil, akhirnya bisa redam setelah diberi petuah sama Camille.<\/span><\/p>\n<h4><b>#3 Mudah goyah<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya sebagai kaum hawa bisa merasakan bagaimana perasaan Mbak Emily di episode terakhir. Entah mengapa semua tampak semakin jelas bahwa Gabriel bukan tipikal pria yang patut dikejar-kejar. Yup, hal tersebut tak lain karena pendirian Gabriel yang mudah goyah. Ada masa di mana sikap Gabriel memperlihatkan perasaan lebih ke Emily. Namun di sisi lain, ia masih belum bisa menuntaskan masa lalunya dengan Camille.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kendati demikian saya agak lega dengan keputusan Gabriel di episode terakhir. Walau hal tersebut cukup menyayat hati Emily, tapi seenggaknya saya semakin yakin terhadap keputusan saya untuk golput menjadi tim Emily-Gabriel setelah cukup tau jati diri Gabriel yang sebenarnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terlepas bagaimanapun opini saya di atas, untuk para fans Gabriel atau tim Emily-Gabriel wes nggak usah baper oleh penilaian saya tersebut. Walau uneg-uneg saya terkesan sentimen, namun saya menulis ini murni karena saya ingin menyampaikan pendapat saya sebagai penonton setia <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Emily in Paris<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Adissa Indriana Putri<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<h5><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lanangan ra mashok.<\/p>\n","protected":false},"author":1735,"featured_media":156624,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13083],"tags":[14482,8314],"class_list":["post-156435","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-acara-tv","tag-emily-in-paris","tag-gabriel"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/156435","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1735"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=156435"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/156435\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/156624"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=156435"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=156435"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=156435"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}