{"id":154939,"date":"2021-12-18T09:00:45","date_gmt":"2021-12-18T02:00:45","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=154939"},"modified":"2021-12-18T09:11:14","modified_gmt":"2021-12-18T02:11:14","slug":"oasis-lebih-baik-dari-blur","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/oasis-lebih-baik-dari-blur\/","title":{"rendered":"Oasis Lebih Baik dari Blur Adalah Opini dari Mereka yang Jarang Dengerin Blur"},"content":{"rendered":"<p>\u201cBattle of Britpop\u201d, adalah warisan besar dari sebuah era musik alternatif rock Inggris di era 90-an. Dalam tajuknya, Battle of Britpop menempatkan dua nama paling besar: Oasis dan Blur, sebagai rival. Ya, dari dua nama ini, saya yakin sebagian besar dari kalian akan mengatakan bahwa Oasis lebih baik dari Blur.<\/p>\n<p>Tidak sepenuhnya anggapan tersebut salah. Namun, saya lebih yakin orang yang mengatakan ini dengan mudah adalah orang-orang yang jarang mendengarkan Blur. Atau, mungkin baru bisa menikmati Blur melalui \u201cSong 2\u201d saja. Maka, sesungguhnya anggapan bahwa Oasis lebih baik dari Blur adalah suatu anggapan yang gegabah.<\/p>\n<p>Meski sekilas tampak jomplang, sesungguhnya pertarungan keduanya setara. Saya lebih suka menganalogikan kedua band ini seperti: Oasis sebagai Real Madrid dan Blur sebagai Barcelona. Soal capaian, Madrid jelas unggul hampir segalanya. Tapi, Barca punya kisah Tiki-taka dan gol solo run Messi di semi final UCL 2011 yang akan selalu menjadi aib bagi Madridista.<\/p>\n<p>Mengatakan Real Madrid selalu lebih baik dari Barcelona, tidak semudah itu, bukan? Begitu juga dengan \u201cBattle of Britpop\u201d.<\/p>\n<p>Seperti ungkapan beberapa media yang mengatakan, \u201cBlur memenangkan pertempuran, tapi Oasis memenangkan perang.\u201d Perang angka penjualan dan basis massa dimenangkan telak oleh Oasis. Tapi pertempuran-pertempuran yang pernah dimenangkan Blur juga tak kalah menariknya.<\/p>\n<p>Blur pernah mempecundangi Oasis, kala Blur sengaja merilis single \u201cCountry House\u201d di hari yang sama ketika band rivalnya merilis \u201cRoll with It\u201d pada 1995. Ini adalah kemenangan atas dendam Damon Albarn (vokalis Blur) terhadap ucapan kurang ajar Liam (vokalis Oasis) sebelum perilisan. Kemudian, ini dirayakan dengan Alex James (bassis Blur) yang mengenakan kaos Oasis di atas panggung. Bahkan, pertempuran ini kini menjadi pertempuran yang paling diingat ketika membicakan kedua band ini.<\/p>\n<p>Ya, jika kamu menyukai Oasis dengan alasan persona tengil duo Gallagher, perlu kamu ketahui dengan ulasan di atas. Bahwa Blur tak kalah tenggilnya. Itu baru perkara teggil, belum perkara lain. Utamanya perihal lagu-lagu kedua band ini.<\/p>\n<p>Kita mulai dengan pertanyaan, \u201cMengapa lagu Oasis lebih populer dari Blur?\u201d Itu semua tak lepas dari apa yang ditawarkan Oasis bahwa lagu-lagu mereka cenderung easy listenin\u00a0 dan mudah diterima pasar umum. Bahkan, ia terkesan monoton, seolah tak bergerak.<\/p>\n<p>Berbeda dengan Blur yang menawarkan lagu dalam berbagai warna dan cukup variatif. Satu lagu ke lagu lain terasa berbeda, seolah sulit dipercaya bahwa \u201cThe Universal\u201d dan \u201cCountry House\u201d dinyanyikan oleh band yang sama. Dan jujur saja, pengalaman mendengarkan Blur lebih menyenangkan ketimbang Oasis yang terksesan itu-itu saja.<\/p>\n<p>Opini tersebut baru bisa kalian amini, ketika kalian mendengarkan lagu dari kedua band ini dengan porsi yang hampir setara. Dan rasakan sensasinya.<\/p>\n<p>Kalau mendengarkan Blur lewat \u201cSong 2\u201d saja, tentu tidak valid. Karena \u201cSong 2\u201d sesungguhnya sengaja dibuat dengan kesan yang Amerika banget, ala-ala grunge. Maka sekalipun, \u201cSong 2\u201d menjadi lagu paling populer, tapi lagu ini belum bisa menjadi keseluruhan Blur. Karena, pada Blur seolah seperti gabungan berbagai warna, sementara Oasis tampak seperti monokrom.<\/p>\n<p>Kemonotonan Oasis dan kevariatifan Blur, pada akhirnya menjadi sedikit pembenaran akan anggapan dan stereotip bahwa Blur lagunya cenderung mereprsentasikan kaum berpendidikan. Utamanya karena latar belakang mereka sebagai mahasiswa dan asal mereka dari London.<\/p>\n<p>Sementara Oasis diterima orang umum, utamanya kelas pekerja, ditambah latar belakang mereka sebagai orang Manchester dan dari kalangan non-akademis. Anggapan itu tak selalu sepenuhnya benar. Tapi, Blur lebih variatif dari Oasis itu benar adanya.<\/p>\n<p>Sementara, hal lain yang tak kalah penting adalah penampilan di atas panggung. Liam boleh berbangga dengan gaya cool dan kakunya di atas panggung, lengkap dengan parka-nya. Yang kemudian dipuja sebagai attitude seorang rock n roll di atas panggung. Tapi, penampilan enerjik nan kompak Blur kadang lebih enak ditonton ketimbang penampilan acak-adul Oasis.<\/p>\n<p>Lantas, dari keduanya siapa yang lebih baik? Saya tak bisa menjawabnya. Dulu, saya pernah &#8220;tanpa ragu&#8221; mengatakan Oasis lebih baik dari Blur. Terakhir, saya mengatakan itu adalah saat saya belum terlalu banyak mendengarkan Blur. Dan kini, pertanyaan itu semakin sulit terjawab. Walau jujur saja, sampai sekarang \u201cChampagne Supernova\u201d masih lebih sering saya putar ketimbang \u201cThe Universal\u201d.<\/p>\n<p><em>Sumber Gambar:\u00a0<a href=\"https:\/\/unsplash.com\/photos\/_8aRumOixtI\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Unsplash<\/a><\/em><\/p>\n<h5><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kamu tim apa?<\/p>\n","protected":false},"author":783,"featured_media":154965,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13084],"tags":[14380,14011],"class_list":["post-154939","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-musik","tag-blur","tag-oasis"],"modified_by":"Audian Laili","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/154939","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/783"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=154939"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/154939\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/154965"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=154939"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=154939"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=154939"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}