{"id":154853,"date":"2023-06-14T15:00:08","date_gmt":"2023-06-14T08:00:08","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=154853"},"modified":"2023-07-10T11:06:46","modified_gmt":"2023-07-10T04:06:46","slug":"bukit-cumbri-tempat-melepas-penat-di-atas-awan-wonogiri","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/bukit-cumbri-tempat-melepas-penat-di-atas-awan-wonogiri\/","title":{"rendered":"Bukit Cumbri, Tempat Melepas Penat di Atas Awan Wonogiri"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Banyak yang bilang, healing terbaik itu jalan-jalan. Saya sepakat dengan kalimat itu, tetapi kategori jalan-jalan terbaik bagi saya ya berkunjung ke alam.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perjalanan kali ini mungkin terkesan biasa saja, hanya menepi sejenak dari riuhnya kota. Namun siapa yang pernah sangka kalau perjalanan healing saya kali ini ke negeri di atas awan? Yap, Bukit Cumbri!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bukit Cumbri merupakan salah satu destinasi wisata yang terkenal di Wonogiri, Jawa Tengah. Terletak di perbatasan Wonogiri dan Ponorogo, Bukit Cumbri menyuguhkan keindahan alam yang indah. Untuk wilayah Wonogiri, bukit ini berada di Desa Kepyar, Kecamatan Purwantoro, Kabupaten Wonogiri. Di sisi lain, Bukit Cumbri juga masuk Kecamatan Sampung, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Ketinggian yang tidak terlalu tinggi yaitu 638 mdpl dan track pendakian yang ramah, agaknya telah membuat Bukit Cumbri menjadi spot wisata healing populer.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya sudah beberapa kali mencari inspirasi ke Bukit Cumbri, tetapi tak pernah sekali pun mendapat kesempatan untuk menikmati indahnya sunrise. Katanya, momen sunrise di sini sudah seperti di atas awan. Rasa penasaran ini membuat saya bersama tiga kawan dan paman saya bertolak ke Cumbri pada pukul 03.30 dini hari.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak butuh persiapan apa pun untuk mendaki bukit ini. Suasana pagi yang dingin tidak menyurutkan semangat kami untuk berjumpa dengan mentari dari atas awan. Awalnya kami gamang kalau cuaca tidak mendukung. Namun, pendakian yang super mendadak ini tetap berjalan dengan smooth.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perjalanan dari rumah ke pos pertama hanya butuh waktu sekitar 20 menit. Sebelum mendaki, pastinya kami membeli tiket dulu yang hanya sebesar Rp5000 per orang. Berbekal niat dan kopi berwadah Tupperware telah menyadarkan kami kalau mendaki di pagi hari itu sungguh menantang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cWahh adem banget, Rek! Harusnya tadi double jaket ya.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cAlah santai wae, dirasakne wae. Jarang-jarang iso nggigil ngene kan?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya sendiri justru suka dengan suasana dingin. Yaaa, meskipun membuat saya harus sering buang air kecil. Mendaki Bukit Cumbri atau yang sering disebut dengan nyumbri ini bisa lewat dua jalur, yaitu jalur barat dan timur. Jalur barat akan dimulai via Sumber, Kecamatan Purwantoro, Kabupaten Wonogiri. Track di jalur ini dikenal lebih jauh dan menantang. Di lain sisi, pendakian juga bisa dari jalur timur yaitu via Pager Ukir, Kecamatan Sampung, Kabupaten Ponorogo. Kami memilih jalur Pager Ukir karena medan yang lebih landai dan jarak tempuh yang singkat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat perjalanan, kami dimanjakan dengan pemandangan alam Cumbri yang memukau. Betapa tidak, kami merasa berada di atas awan. Perpaduan warna langit yang jingga, bukit yang hijau, dan awan yang putih telah membuat perjalanan pagi ini menjadi memorable. Kicauan burung dan celotehan monyet seakan mengakrabkan trip kali ini. Bukit Cumbri memang masih asri, jadi wajar saja jika banyak monyet yang berlarian ke sana-ke mari.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Waktu telah menunjukkan pukul 04.30 dan kami sudah sampai di pos dua. Sengaja tidak istirahat, kami ingin menikmati momen indah di puncak dalam waktu yang cukup lama. Perjalanan dari pos dua menuju puncak hanya membutuhkan waktu 20 menit. Meski agak lama, tetapi obrolan ringan yang ditemani senter kuning itu terasa begitu cepat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cMasya Allah, ini khayangan??!\u201d teriak kawan sambil menengadahkan kedua tangannya di samping saya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seketika saya kaget dengan teriaknya yang membuat telinga kanan menggema. Namun, benar saja saya kagum dengan ciptaan Tuhan. Semesta di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur ini begitu elok. Barisan bukit berjejer memberi kesan yang tak ada duanya. Bukit Cumbri juga menyuguhkan pemandangan Gunung Lawu di sebelah Barat Laut. Tidak hanya mata yang dimanjakan pemandangan, tetapi tubuh ini juga dipeluk sejuknya pagi yang menenangkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dinginnya pagi mulai sirna setelah matahari mulai menyorotkan sinarnya. Saya dan kawan lain masih duduk di atas batu besar sambil menyeruput kopi yang menghangatkan. Pagi itu memang tidak ada pendaki lain. Hanya ada beberapa petani yang kami temui di pos pertama untuk mencari rumput bagi ternak-ternaknya. Meski tidak mendapat kawan baru untuk saling menyapa, tetapi kami cukup bersyukur bisa melepas penat di puncak Wonogiri yang konon bernama negeri di atas awan ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, tertarik berkunjung ke Wonogakure, eh, Wonogiri dan mampir ke Bukit Cumbri?<\/span><\/p>\n<p><em>Sumber Gambar:\u00a0<a href=\"https:\/\/pixabay.com\/id\/photos\/awan-langit-sinar-matahari-143152\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pixabay<\/a><\/em><\/p>\n<h5><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tempatnya kira-kira di atas patung Hokage. Kan Wonogakure. Nggak lucu ya? Dahlah.<\/p>\n","protected":false},"author":1722,"featured_media":155013,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[14391,7747,14392,783],"class_list":["post-154853","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-bukit-cumbri","tag-ponorogo","tag-purwantoro","tag-wonogiri"],"modified_by":"Ibil S Widodo","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/154853","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1722"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=154853"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/154853\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/155013"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=154853"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=154853"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=154853"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}