{"id":152005,"date":"2021-11-28T15:00:36","date_gmt":"2021-11-28T08:00:36","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=152005"},"modified":"2021-11-28T14:41:57","modified_gmt":"2021-11-28T07:41:57","slug":"4-bagian-motor-yang-sebaiknya-tidak-dimodifikasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/4-bagian-motor-yang-sebaiknya-tidak-dimodifikasi\/","title":{"rendered":"4 Bagian Motor yang Sebaiknya Tidak Dimodifikasi"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gelaran WSBK di Mandalika memang sudah selesai, tapi tidak dengan euforianya. Masih banyak media mengulas soal balapan di Mandalika, mulai dari aksi nyeleneh para pembalapnya sampai masalah sirkuit yang dirasa memiliki kekurangan terutama soal drainasenya. Penggemar baru ajang kebut-kebutan juga mulai banyak di jejaring sosial, mereka membuat konten untuk membahas seputar balapan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Banyak orang, terutama anak muda kemudian ingin memiliki motor balap dengan suara gahar seperti milik juara WSBK tahun ini, Toprak Razgatl\u0131o\u011flu. Sayangnya, harga motor balap jauh dari kata murah. Di sinilah kreativitas pemuda Indonesia terlihat. Mereka menyulap motor pabrikan dengan melakukan modifikasi sini agar nampak makin keren dan bertenaga. Lalu geber gas dengan keras, memamerkan hasil karyanya. Hehehe<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Melihat fenomena seperti itu, saya jadi teringat saat masih kuliah di Teknik Mesin. Dosen kami pernah berpesan, \u201cMotormu itu dibuat oleh pabrikan sudah sesuai dengan standar keselamatan, kalau kamu ubah sembarangan justru berbahaya\u201d. Tapi ya mau gimana lagi, anak mesin kan ngeyelan juga jadinya dulu kami nekat aja tetap modif motor sesuka hati yang berujung pada dua hal, antara motor rusak dan ditilang polisi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berdasarkan pengalaman tersebut, berikut beberapa item motor yang sebaiknya tidak perlu dimodifikasi agar motormu tetap nyaman dan tidak dilirik Pak Polisi.<\/span><\/p>\n<h4><b>Knalpot<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Modifikasi motor yang paling sering dilakukan adalah mengganti knalpot standar pabrikan dengan knalpot racing. Bahasa Jawanya knalpot brong. Tahu kan? Itu loh knalpot yang suaranya nyaring sekali. Kalau belum tahu, silahkan melihat video yang sedang viral saat ada pengendara berhenti di lampu merah lalu dipukul tentara,<\/span><a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=4o89sLhmcjQ\"> <span style=\"font-weight: 400;\">di sini<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">. Dalam video tersebut, motor yang digunakan masnya menggunakan knalpot racing.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Umumnya orang mengganti knalpot standar dengan model racing agar kecepatan motornya meningkat, meskipun ada juga yang hanya tertarik dengan suara bisingnya. Kek sangar gitu kan kalau suaranya besar. Hehehe. Masalahnya, tak semua orang mengerti kalau mengganti knalpot racing tanpa merubah bagian mesin hanya akan membuat motormu overheat. Jika overheat namun tetap dipaksa jalan, silinder, piston dan stang piston akan bermasalah, ujung-ujungnya turun mesin.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Knalpot racing juga membuat motormu boros bensin. Sebab, power motor naik sementara torsinya turun. Kesimpulannya, mengganti knalpot standar dengan racing lebih banyak mudaratnya daripada manfaatnya. Tapi, kalau masih pengin pasang, saran saya, sih, modifikasi juga bagian mesinnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Satu lagi, karena knalpot racing itu nyaringnya ngalah ngalahin sound kawinan, jangan sengaja bleyer-bleyer motor di jalanan. Ditimpuk Pak Polisi nangis klean. Hehehe.<\/span><\/p>\n<h4><b>Spion<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain knalpot, bagian motor yang paling sering dimodifikasi adalah spion. Biasanya spion standar dari pabrikan diganti model lain dengan ukuran yang lebih kecil agar nampak eye catching. Banyak juga yang spionnya sampai dilepas segala. Tindakan seperti ini berbahaya sekali, loh, Rek. Fungsi spion kan untuk melihat ke belakang, agar kalian bisa berbelok atau pindah jalur dengan aman. Lah kalau spionnya berukuran kecil atau nggak ada, gimana ngeliatnya?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jangan mentang-mentang suka balapan, ikut-ikutan melepas spion agar tampilan motornya makin mirip dengan milik pembalap WSBK. Motor balap di ajang WSBK dan MotoGP tidak memiliki spion karena pembalap tidak butuh melihat ke belakang, lah mau ngapain?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam balapan juga ada yang namanya pit board. Benda inilah yang digunakan para rider melihat posisi pembalap di belakangnya. Lagipula balapan di Sirkuit itu kan nggak ada pindah jalur sehingga spion memang tidak dibutuhkan. Berbeda dengan motor yang kita kendarai di jalan raya, yang butuh belok, spion tentu saja menjadi wajib untuk keselamatan dan menghindari tilangan polisi.<\/span><\/p>\n<h4><b>Setang<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagian motor lain yang sering diganti adalah setang dan model yang paling popular adalah setang jepit. Tahu setang jepit ya? Itu loh yang bentuknya kek huruf V. Kalau setang standar pabrikan biasanya lurus kan, Nah, kalau setang jepit ini modelnya melengkung ke dalam kek posisi njepit, namanya aja setang jepit. Hehehe. Model setang jepit seperti ini akan membuat posisi pengendara membungkuk, mirip banget dengan posisi rider saat balapan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meskipun kelihatan keren, tapi mengendarai motor setang jepit itu berbahaya, loh, karena bikin susah bermanuver. Percayalah, setang jepit juga membuat pengendara mudah capek. Soalnya saya pernah mengendarai motor dengan setang jepit, rasanya bahu sakit semua.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setang model jepit juga membuat getaran pada motor lebih terasa, jadinya nggak nyaman banget. Apalagi kalau dipakai yang-yangan. Bukannya romantis, badanmu ntar getar semua.<\/span><\/p>\n<h4><b>Ban<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak hanya orang yang memiliki motor sport yang sering terlihat mengganti ban. Pengguna motor bebek juga banyak yang mengganti ban standar pabrikan dengan ban aftermarket. Yang paling sering saya lihat diganti dengan model cacing. Itu loh yang bentuk bannya lebih kecil dan ramping.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Model ban cacing sangat berisiko membuat pengendara jatuh dan tergelincir. Kenapa? Karena tapakan ban tidak maksimal menyentuh aspal. Model ban cacing ini memang biasa digunakan dalam balapan drag race. Tapi, kan ban tersebut digunakan dalam lintasan yang lurus, bukan lintasan yang berbelok-belok dengan banyak pengendara lain seperti di jalan raya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau ban cacing yang kecil tidak aman, berarti ganti ban lebih besar saja, kan keren dan aman. Kalian pasti berpikir begitu kan?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi, nggak gitu juga konsepnya. Mengganti ban motor dengan ukuran lebih besar dari standar pabrikan akan mempengaruhi tarikan mesin menjadi lebih berat. Ban model besar juga membuat gear dan rantai mudah sekali aus. Ya memang ban tipe ini tidak membuat kita tergelincir, tapi akan membuat motor kita gampang rusak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itulah empat item motor yang sebaiknya tidak perlu dimodifikasi agar motormu tetap nyaman. Tapi, kalau modifikasinya untuk keperluan kontes, ya sah-sah saja, sih, kan fungsinya untuk estetika, bukan untuk harian.<\/span><\/p>\n<p><em>Sumber Gambar:\u00a0<a href=\"https:\/\/pixabay.com\/id\/photos\/balap-drag-balap-kecepatan-menyeret-5246638\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pixabay<\/a><\/em><\/p>\n<h5><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i>ini<\/i><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Stel pabrikan aja, Bosku.<\/p>\n","protected":false},"author":1542,"featured_media":152117,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12903],"tags":[14193,8291,7777,333],"class_list":["post-152005","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-otomotif","tag-drag","tag-knalpot","tag-modif","tag-motor"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/152005","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1542"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=152005"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/152005\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/152117"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=152005"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=152005"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=152005"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}