{"id":151070,"date":"2021-11-20T13:00:26","date_gmt":"2021-11-20T06:00:26","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=151070"},"modified":"2021-11-20T12:00:00","modified_gmt":"2021-11-20T05:00:00","slug":"panggilan-pria-berdasarkan-usia-dalam-bahasa-sunda","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/panggilan-pria-berdasarkan-usia-dalam-bahasa-sunda\/","title":{"rendered":"Panggilan Pria Berdasarkan Usia dalam Bahasa Sunda"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam Bahasa Sunda, ada beberapa panggilan kepada pria berdasarkan usia pria tersebut. Kalo kamu orang non-Sunda yang tinggal di daerah Jawa Barat, sudah tentu kamu wajib mengetahuinya. Bila mengetahuinya, maka kamu bisa menggunakannya sehingga percakapan sehari-hari kamu menjadi lebih nyunda. Dengan percakapan sehari-hari yang lebih nyunda, tentunya kamu bisa lebih menyatu dengan masyarakat setempat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lalu, apa saja sih panggilan-panggilan tersebut? Berikut panggilan kepada pria berdasarkan usia pria tersebut dalam Bahasa Sunda.<\/span><\/p>\n<h4><b>\u00a0\u201cJang\u201d<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cJang\u201d digunakan sebagai panggilan orang yang lebih tua kepada pria yang terlihat masih muda. Umpamakan, kamu adalah seorang bapak-bapak yang berusia 40 tahun. Kalo kamu ketemu pria yang terlihat muda, bisa memanggilnya dengan \u201cjang!\u201d. \u201cJang\u201d berasal dari kata \u201cUjang\u201d yang artinya anak. Hanya saja, panggilan ini diperuntukan untuk anak laki-laki.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Simak contoh penggunaan panggilan \u201cJang\u201d berikut.Umpamakan, kamu akan mengeluarkan mobil dari dalam garasi rumah. Di depan garasi, ada anak muda lagi nongkrong. Kamu lalu memintanya agar tak nongkrong di depan garasi. Kamu bisa berkata seperti ini, \u201cJang! Jangan nongkrong di depan garasi, Jang! Ini mobil saya mau keluar.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, kamu juga bisa menggunakan \u201cjang\u201d sebelum nama pria muda. Umpakan tetangga kamu sedang bertamu. Tetangga yang bertamu terdiri dari beberapa orang. Salah satunya yaitu Kosim yang berusia 19 tahun. Untuk menyapanya, kamu bisa berkata seperti ini \u201cJang Kosim, gimana nih sehat? Sekarang kerja di mana?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cJang\u201d juga bisa digunakan sebagai panggilan kepada bocil laki-laki. Umpamakan, di depan rumah kamu, ada anak-anak laki yang bermain begitu gaduh. Karenanya, kamu merasa sangat terganggu. Kamu bisa berkata seperti ini kepada mereka, \u201cJang! Pergi! Jangan main di sini, Jang! Gandeng!\u201d<\/span><\/p>\n<h4><b>\u201cYi\u201d<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sama dengan \u201cjang\u201d, \u201cyi\u201d digunakan sebagai panggilan orang yang lebih tua kepada pria yang terlihat masih muda. \u201cYi\u201d berasal dari kata \u201cayi\u201d yang artinya adik. Jadi kalo kita memanggil pria dengan panggilan \u201cyi\u201d, sebenarnya sama seperti kita mengucapkan \u201cdek\u201d dalam Bahasa Indonesia. Hanya saja, \u201cAyi\u201d hanya diperuntukkan untuk pria.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lalu, apa bedanya \u201cyi\u201d dengan \u201cjang\u201d? Memanggil pria dengan panggilan \u201cYi\u201d lebih ramah dan sopan dibandingkan \u201cJang\u201d Mari kita simak bagaimana penggunaannya \u201cYi\u201d. Umpamakan, kamu lagi naik taksi online. Kamu melihat sang driver masih muda. Lalu, kamu ingin berbincang-bincang secara ramah dan sopan dengannya. Kamu bisa berkata seperti ini kepadanya, \u201cYi, kalo sehari biasanya dapat berapa order?\u201d atau \u201cYi, rumahnya di mana?\u201d<\/span><\/p>\n<h4><b>\u201cAa\u201d dan \u201cakang\u201d<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalo \u201cayi\u201d digunakan sebagai panggilan dari orang yang lebih tua kepada pria yang lebih muda, panggilan \u201caa\u201d dan \u201cakang\u201d adalah sebaliknya. Kedua panggilan tersebut digunakan sebagai panggilan orang yang lebih muda kepada pria yang lebih tua. Lalu, apa bedanya \u201caa\u201d dan \u201cakang\u201d? Kata \u201cakang\u201d lebih ramah dan lebih formal dibandingkan kata \u201caa\u201d.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, umpamakan kamu punya kakak. Suatu hari, teman kakakmu yang berusia sebaya dengannya berkunjung ke rumah. Namanya Irwan. Usianya lebih tua daripada kamu. Maka, kamu bisa berkata seperti ini kepadanya \u201cA Irwan, apa kabar?\u201d Kalo ingin berasa lebih sopan dan formal, kamu bisa berkata seperti ini \u201cKang Irwan, apa kabar?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itulah, beberapa panggilan kepada pria berdasarkan usianya dalam Bahasa Sunda. Nah, gimana nih? Pengetahuan kamu soal serba-serbi kekayaan Bahasa Sunda semakin bertambah, bukan? Sekali lagi, sebagai orang non-sunda yang tinggal di daerah Jawa Barat, tak ada salahnya menggunakannya.<\/span><\/p>\n<p><em>Sumber Gambar: <a href=\"https:\/\/pixabay.com\/id\/photos\/anak-anak-sungai-mandi-1822704\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pixabay<\/a><\/em><\/p>\n<h5><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i>ini<\/i><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jang, sini, Jang!<\/p>\n","protected":false},"author":506,"featured_media":151140,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[6512,9779],"class_list":["post-151070","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-bahasa-sunda","tag-panggilan"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/151070","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/506"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=151070"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/151070\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/151140"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=151070"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=151070"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=151070"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}