{"id":149982,"date":"2021-11-14T12:00:59","date_gmt":"2021-11-14T05:00:59","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=149982"},"modified":"2021-11-14T11:47:11","modified_gmt":"2021-11-14T04:47:11","slug":"all-too-well-taylor-swift","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/all-too-well-taylor-swift\/","title":{"rendered":"All Too Well: Merayakan Kesedihan dengan Elegan ala Taylor Swift"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya rasa, dalam urusan menciptakan karya berdasarkan kenangan bersama mantan, Taylor Swift juaranya. Salah satu karya yang dia ciptakan berdasarkan pengalamannya bersama mantan adalah lagu \u201cBack to December\u201d yang dirilis pada 2010. Lagu ini bercerita tentang penyesalannya terhadap sang mantan karena tidak memperlakukan dengan baik hingga mengakibatkan hubungan mereka kandas. Meskipun menyayat hati, Back to December berhasil debut di posisi ke-6 dalam chart Billboard Hot 100, bahkan \u201cBack to December\u201d ini memenangkan penghargaan BMI Awards. Ini sih namanya inget mantan tapi tetep produktif, Cuy.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, ada lagi nih karya Taylor Swift yang bercerita tentang sang mantan. Yap, \u201cI knew You Were Trouble\u201d dan \u201cDear John\u201d, udah ketebak kan dua lagu ini buat siapa? Yes, siapa lagi kalau bukan Mas John Mayer. Kalau \u201cBack to December\u201d isinya ditujukan untuk meminta maaf pada mantan, \u201cI Knew You Were Trouble\u201d dan \u201cDear John\u201d ini bercerita tentang pengalamannya mencintai orang yang salah. Udah tau salah, tapi tetep gas. Ya kandas akhirnya. Hadeh hadeh.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">By the way, Taylor Swift ini baru saja merilis \u201cRed (Taylor\u2019s Version)\u201d yang merupakan edisi ulang dari albumnya yang diluncurkan pada 2012, yakni Red. Nah, pada perilisan ulang album Red yang berisikan 30 lagu ini, di antaranya ada lagu \u201cAll Too Well\u201d.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam lagu \u201cAll Too Well\u201d ini, lagi lagi Mbak Taylor Swift bercerita tentang sang mantan melalui karyanya. Saking totalitasnya dalam mencurahkan isi hati. Sampai-sampai lagu \u201cAll Too Well\u201d ini berdurasi hingga 10 menit, bahkan ada short film-nya juga yang diperankan oleh Sadie Sink dan Dylan O\u2019Brien. Hingga artikel ini ditulis, short film \u201cAll Too Well\u201d sudah ditonton lebih dari 12 juta kali. Mantap betul, Sob!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lalu siapa sih sosok di balik ambyarnya Taylor Swift dalam lagu \u201cAll Too Well\u201d ini? Usut punya usut nih, dalam lagu ini Taylor Swift bercerita tentang hubungannya dengan sang mantan, yakni aktor Jake Gyllenhaal. Spekulasi ini diperkuat dengan adanya lirik yang mengarah pada Gyllenhaal.<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cFrom when your Brooklyn broke my skin and bones. I\u2019m a soldier who\u2019s returning half her weight&#8230;\u201d<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat itu Gyllenhaal yang tinggal di Brooklyn baru saja membintangi dua film berbeda sebagai tentara yaitu<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> Source Code <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dan<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> Brothers<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Cukup memperkuat spekulasi kan, fren?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dasar Mysterio.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebetulnya, yang menjadi fokus utama dari karya-karya Taylor Swift ini bukan terletak pada siapa orang yang sedang dia ceritakan dalam karyanya. Tapi, lebih kepada apa yang ingin Taylor Swift sampaikan kepada para pendengarnya. Setelah saya mendengar dan juga melihat short film \u201cAll Too Well\u201d, ini poin-poin yang saya dapat yang mungkin saja relate dengan kondisi hubunganmu saat ini:<\/span><\/p>\n<h4><b>#1 Gap usia terkadang menjadi masalah<\/b><\/h4>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cYou said if we had been closer in age maybe it would have been fine And that made me want to die..\u201d<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lirik tersebut menceritakan tentang gap usia yang menjadi alasan mereka putus. Memang, Taylor Swift dan\u00a0 Jake Gyllenhaal ini terpaut usia yang lumayan jauh, diketahui selisih usia mereka adalah sembilan tahun.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau bicara tentang gap usia dalam sebuah hubungan, dilansir dari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">suara.com<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, berdasarkan studi yang dilakukan oleh Andrew Frances dan Hugo Mialon dari Emory University, Atlanta yang mensurvei 3000 peserta yang sudah menikah. Temuan mereka menunjukkan bahwa semakin besar gap usia, semakin besar juga kemungkinan hubungan akan berakhir, dan kemungkinan ini meningkat secara bertahap.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meskipun Taylor Swift dan Jake Gyllenhaal ini bukan pasangan yang sudah menikah. Saya rasa, studi tersebut masih relate dengan hubungan mereka. Yang tak dimungkiri, gap usia ini memberi tantangan-tantangan dalam hubungan. Sebab, cara pandang kedua pihak yang tentu saja berbeda karena jarak usia yang lumayan jauh.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meskipun begitu, gap usia ini bukanlah satu-satunya permasalahan dalam suatu hubungan ya, Fren.<\/span><\/p>\n<h4><b>#2 Ambyar setelah kandas adalah hal yang wajar<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bisa dibilang lagu \u201cAll Too Well\u201d ini berkata wajar kalau ambyar karena cinta. Tak terkecuali seorang musisi hebat seperti Taylor Swift yang kalau kita lihat nggak ada kekurangannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada kenyataannya, putus cinta memang tidak pernah mudah. Mau pisah secara baik-baik maupun penuh drama. Kalau kamu juga sedang berada di fase ini, nggak apa-apa kok kalau merasa ambyar. Tapi, jangan lupa untuk mencari cara agar bisa bangkit dari kesedihan setelah putus cinta ya, Cuy.<\/span><\/p>\n<h4><b>#3 Cinta itu sifatnya singkat, tapi untuk melupakannya butuh waktu yang lama<\/b><\/h4>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cLove is so short, forgetting is so long.\u201d Pablo Neruda.<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau kamu sudah nonton Short Film \u201cAll Too Well\u201d, maka quote tersebutlah yang pertama muncul.<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cI remember it all too well.\u201d<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masih ada kaitannya dengan quote milik Pablo Neruda, sepenggal lirik di atas dalam lagu \u201cAll Too Well\u201d ini memberitahu pendengar bahwa Taylor Swift masih ingat semua kenangannya bersama sang mantan. Terlihat dari bagaimana lirik-liriknya menceritakan dengan detail setiap kejadian yang dialaminya bersama sang mantan. Seolah Taylor Swift ini sedang curhat dengan bestie-nya, pokoknya semuanya diceritain. Meskipun begitu, Taylor Swift sudah move on kok!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itulah poin-poin yang sepertinya ingin disampaikan oleh Taylor Swift kepada para pendengarnya. Meskipun kamu bukanlah Taylor Swift yang curhatannya didengar oleh seluruh dunia, tetapi ingatlah, Mbak Taylor Swift siap menemanimu mengingat kenangan bersama mantan dan mewakili perasaan patah hatimu setelah kandas dalam suatu hubungan. Hiks.<\/span><\/p>\n<h5><b><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<\/i><\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><b><i>ini<\/i><\/b><\/a><b><i>\u00a0ya.<\/i><\/b><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ambyar itu wajar.<\/p>\n","protected":false},"author":1637,"featured_media":150017,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13084],"tags":[5738,14063,13098,14064,8760],"class_list":["post-149982","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-musik","tag-album","tag-all-too-well","tag-pilihan-redaksi","tag-red","tag-taylor-swift"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/149982","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1637"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=149982"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/149982\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/150017"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=149982"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=149982"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=149982"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}