{"id":149891,"date":"2021-11-14T11:30:02","date_gmt":"2021-11-14T04:30:02","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=149891"},"modified":"2021-11-14T11:04:25","modified_gmt":"2021-11-14T04:04:25","slug":"laundry-pakaian-dalam-itu-sebenarnya-boleh-atau-nggak-sih","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/laundry-pakaian-dalam-itu-sebenarnya-boleh-atau-nggak-sih\/","title":{"rendered":"Laundry Pakaian Dalam Itu Sebenarnya Boleh atau Nggak, sih?"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Laundry adalah jasa yang hampir pasti dipakai anak kuliah yang ngekos. Maka dari itu, tak mengagetkan jika banyak kios jasa laundry bertebaran di dekat kampus. Bahkan bisa dipastikan, tak ada kios yang tak rame. Perkara baju, kita semua sama: sama-sama pengin wangi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya sebenarnya tidak pake jasa laundry hingga semester empat. Hitungan matematis saya saat itu, duit laundry sama dengan satu porsi pecel. Tentu saja saya lebih memilih pecel ketimbang laundry, meski artinya saya harus rela bercapek-capek.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, karena itu perdana saya memakai jasa laundry, jadi semua jenis pakaian masuk, hingga pakaian dalam pun saya sertakan. Ketika sudah jadi, ndilalah Memet, kawan saya melihat tumpukan baju yang sudah rapi dalam plastik tersebut. tiba-tiba, dia berkomentar:<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Loh, sempak kok di-laundry?&#8221;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pertanyaan tersebut terngiang di benak saya, dari saat itu hingga beberapa tahun kemudian. Memangnya salah kalau mau laundry pakaian dalam? Salahnya di mana?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika saya googling, tidak ada keterangan-keterangan atau penelitian yang pakem soal ini. Oleh karena tidak ada literatur yang sahih, olehnya saya bikin riset kecil-kecilan dengan menghubunhi beberapa kawan lintas suku di kontak yang tersimpan di smartphone saya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mayoritas yang saya survey adalah perantauan, sebab penduduk asli kemungkinan punya mesin cuci sendiri. Kurang lebih pertanyaan yang sama dikirimkan ke beberapa kawan secara acak, bunyi pertanyaannya kira-kira seperti ini;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Bang\/ Nona, Ngelaundry daleman itu tabu apa tidak, sih??&#8221;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Teman saya orang Enrekang, Sulawesi menjawab, &#8220;Kalau aku sih nggak mau laundry sempakku, alasannya nggak sopan aja sih.&#8221; Teman saya orang Sunda yang hidup di Bekasi menjawab, &#8220;Jangan lah, alasannya itu identitas.&#8221; Teman saya orang Batu bilang, &#8220;Nggak pantas lah, tapi kalau aku sempak tetep ku-laundry sih. No hard feeling.&#8221; Jawaban yang kacau.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebenarnya, masih banyak yang menjawab. Tapi, nantinya jadi kek daftar absensi kuliah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Begitulah jawaban dari beberapa orang yang saya jadikan sasaran empuk survey busuk tidak berbayar ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak berhenti di si pemakai jasa. Saya juga menanyakannya langsung ke si empunya jasa laundry. Macam orang kurang kerjaan saja saya ini, nanya-nanya nggak jelas. Sebut saja Mas Kuncup.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Mas, dari rata-rata konsumenmu, apakah banyak yang nge-laundry pakaian dalam?&#8221;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Sedikit, Mas.&#8221;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jawaban yang sesuai dengan kebanyakan mindset para pemakai jasa laundry yang masih menjunjung tinggi nilai malu sebagai budaya orang timur. Budaya timur apaan dah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah melakukan riset kecil-kecilan tersebut, saya juga berdiskusi dengan kawan saya. Dan dari diskusi tersebut, ditambah hasil riset, saya temukan beberapa kesimpulan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Alasan paling utama kenapa \u201ctabu\u201d untuk laundry pakaian dalam itu perkara kepantasan saja. banyak yang menganggap pakaian dalam itu hal privat, jadi selayaknya nggak diumbar, apalagi dicuciin orang. Nggak pantes.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, ada sisi keamanan yang perlu diperhatikan juga. Banyak pakaian hilang di laundry. Jika pakaian biasa saja hilang, pakaian dalam yang besarnya tak seberapa itu punya risiko yang jauh lebih besar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Me-laundry pakaian dalam sebenarnya tak masalah. Asal si empunya nggak malu, bodo amat, dan sebagainya. Asalkan kotornya bukan kotor yang tak wajar. Paham lah maksudnya seperti apa. Dah pada gede ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pakaian dalam yang ditaruh laundry pun harusnya yang masih dalam keadaan bagus. Masak sempak bolong favoritmu mau ditaruh di laundry? Tolong lah nalarnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah itulah beberapa alasan laundry pakaian dalam itu \u201ctabu\u201d. Nah, menurut kalian, bagaimana? Sila coret-coret di bawah!<\/span><\/p>\n<p><em>Sumber gambar: <a href=\"https:\/\/pixabay.com\/id\/photos\/salon-cuci-cucian-orang-mesin-cuci-567951\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pixabay<\/a><\/em><\/p>\n<h5><b><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<\/i><\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><b><i>ini<\/i><\/b><\/a><b><i>\u00a0ya.<\/i><\/b><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pertanyaan abad ini. Nggak juga ding.<\/p>\n","protected":false},"author":1690,"featured_media":150008,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13078],"tags":[99,11309],"class_list":["post-149891","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-gaya-hidup","tag-laundry","tag-pakaian-dalam"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/149891","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1690"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=149891"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/149891\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/150008"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=149891"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=149891"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=149891"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}