{"id":149807,"date":"2021-11-12T06:09:33","date_gmt":"2021-11-11T23:09:33","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=149807"},"modified":"2021-11-12T03:12:11","modified_gmt":"2021-11-11T20:12:11","slug":"review-honda-beat-setelah-5-tahun-masih-aman-masih-nyaman","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/review-honda-beat-setelah-5-tahun-masih-aman-masih-nyaman\/","title":{"rendered":"Review Honda Beat setelah 5 Tahun: Masih Aman, Masih Nyaman"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Honda Beat dan rakyat Indonesia adalah hal yang tak bisa dipisahkan. Mayoritas rakyat Indonesia punya Beat di rumah mereka. Yang nggak punya mungkin sedang mencoba melawan arus. Tapi, yang jelas, tak ada yang bisa menyangkal perkara betapa banyaknya orang punya motor ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jujur saja, motor ini nggak bisa dibilang spesial atau bersejarah. Pertama, Beat bukanlah motor matic pertama di Indonesia. Kedua, kemunculannya di awal pun tak jadi semacam fenomena, mengingat dia muncul di saat Yamaha Mio sedang gila-gilanya menguasai pasar. Ketiga, motor ini memang diperuntukkan orang yang pengin punya matic yang irit nan murah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, dari tiga hal tersebut, wajar kalau ada yang bilang Beat itu biasa saja. Bahkan, wajar saja kalau ada orang yang tak paham kenapa pada suka sama motor ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, tak perlu jadi yang spesial atau fenomenal untuk disukai. Terkadang, yang biasa saja itulah yang jadi incaran. Dan Honda Beat adalah contoh sahih untuk hal itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di sini, saya akan review Beat setelah lima tahun pemakaian. Ingat, review ini nggak akan terlalu detil. Yang pasti, informasinya penting. Pokoknya gitu. Dah, percaya aja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya sendiri punya satu Honda Beat di rumah. Sempat punya dua, tapi dijual. Motor tersebut saya beli ketika CBR 150R saya digasak maling. Tak mungkin rasanya hidup di Jogja tanpa kendaraan, maka dari itu saya ikhlas turun kasta dari motor sport ke motor berjuta umat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya mengendarai Honda Beat putih keluaran 2016 tersebut selama tiga tahun. Setelah itu, saya beralih ke Honda PCX. Belakangan, karena saya lebih sering di kampung ketimbang di Jogja, ya saya pakai Beat putih ini lagi. Dan saya mulai ragu tentang anggapan bahwa Beat itu biasa-biasa saja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Soalnya begini. Untuk ukuran motor murah, motor ini lumayan bandel. Tentu berlebihan kalau saya bilang motor ini serasa baru setelah lima tahun kemudian. Tapi, motor ini tetap enak-enak saja waktu dipakai. Istilah mudahnya sih, dia nggak rewel meski \u201ctua\u201d.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selama lima tahun motor tersebut saya pakai, yang diganti cuman oli dan ban. Ha nek oli mestine yo wajib, Bos. Tapi, dulu saya mengira, setidaknya sabuk CVT pasti ambyar setelah 2-3 tahun. Nyatanya, setelah saya ganti motor, kemudian pakai motor ini lagi, ya nggak ada sparepart yang diganti.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Motor ini pun tetap irit, lumayan sama dengan waktu beli. Tak jadi boros atau tiba-tiba ngowos. Teknologi PGM FI dari Honda memang yahud. Saya pikir, meski murah, Beat ini tetep ada harga dirinya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mungkin yang terasa berbeda adalah tenaganya. Saya rasa, tenaganya agak nggembos, meski Beat memang bukan motor yang dasarnya bisa kencang. Tapi, Anda pasti beli Beat bukan untuk ngebut, bukan?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pun tenaga yang nggembos ini tak terlalu jadi masalah. Kalau Anda nggak peka-peka amat, nggak akan kerasa kok. Asal jangan dipakai buat nyalip bus atau truk yang lagi ngebut, masih aman. Tapi, kok rasanya goblok sekali berusaha menyalip bus atau truk yang lagi ngebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal itu yang bikin saya ragu kalau Honda Beat itu biasa saja. Kayaknya nggak deh, sebab, pengalaman saya menggunakan Jupiter MX keluaran pertama setelah lima tahun kok nggak kayak begini. Tapi, untuk bilang spesial, ya nggak bisa. Motor ini dasarnya memang motor biasa untuk keperluan yang biasa-biasa saja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berdasarkan review ini, saya pikir bagi kalian yang nyari motor bekas, dan bajetnya cuman cukup buat beli Beat, sikat aja. Yang penting pastikan kalau pemilik lamanya rajin ganti oli dan nggak kakehan atraksi perkara mesin. Masih aman, dan masih worth untuk dipakai. Tapi, ingat, namanya motor bekas nggak akan sama kayak motor baru.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kesimpulannya, ada benarnya kalau banyak orang memilih Honda Beat sebagai armada mereka. Motor ini cocok untuk harian, berangkat kerja, atau kegiatan-kegiatan yang nggak butuh tenaga macam balapan atau trek-trekan. Cuman, motor ini nggak begitu cocok untuk menarik hati mertua. Mertua sukanya motor sport. Ducati Panigale misalnya, yang bikin orang se-Indonesia malu karena satu orang norak dan clutak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tahu siapa yang bakal suka sama Beat? Betul, maling.<br \/>\n<\/span><\/p>\n<p><em>Sumber gambar: Akun Instagram\u00a0<a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/p\/B_hhJryJGir\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">@welovehonda_id<\/a><\/em><\/p>\n<h5><b><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<\/i><\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><b><i>ini<\/i><\/b><\/a><b><i>\u00a0ya.<\/i><\/b><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Masih aman, Bro.<\/p>\n","protected":false},"author":777,"featured_media":149808,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12903],"tags":[7769,95],"class_list":["post-149807","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-otomotif","tag-honda-beat","tag-review"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/149807","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/777"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=149807"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/149807\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/149808"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=149807"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=149807"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=149807"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}