{"id":149309,"date":"2021-11-09T15:00:14","date_gmt":"2021-11-09T08:00:14","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=149309"},"modified":"2021-11-09T15:12:07","modified_gmt":"2021-11-09T08:12:07","slug":"6-lagu-yang-bikin-orang-ngefans-oasis","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/6-lagu-yang-bikin-orang-ngefans-oasis\/","title":{"rendered":"6 Lagu yang Bikin Orang Ngefans Oasis"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Era 90-an adalah masa yang sering disebut sebagai era keemasan musik, dan sejarahnya terus diglorifikasi hingga kini. Era yang juga melahirkan aliran musik Britpop, sebuah aliran yang lahir atas kesadaran budaya anak muda Inggris, dan konon dimaknai sebagai penanding aliran grunge dari Amerika sana. Pun, Britpop pada akhirnya mengikuti jejak grunge; berhasil menjadi selera populer anak muda dunia pada masanya, bahkan mungkin kini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ngomongin Britpop pasti tak jauh dari Oasis. Sebagai band Britpop tersukses secara penjualan dan secara basis massa. Bahkan, bisa jadi sebagian orang menyukai musik-musik Britpop justru dimulai karena mereka mengidolai Oasis. Dan jika dicabangkan lagi ranting faktornya ke yang paling kecil, mungkin lagu-lagu Oasis berikut yang membuat orang awam jatuh hati pada band asal Manchester ini:<\/span><\/p>\n<h4><b>\u201cDon\u2019t Look Back in Anger\u201d<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mulut siapa yang tak sing along kala reff lagu ini dinyanyikan, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cSo sally can wait\u2026\u201d<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">? Lagu yang amat populer, digenjreng di hampir setiap tongkrongan, dan lagu yang juga masuk dalam album paling legendaris Oasis, \u201c(What\u2019s the Story) Morning Glory?\u201d. Oleh karena kepopulerannya tersebut, lagu ini menjadi yang paling sering menjadi lagu perkenalan orang awam dengan Oasis.<\/span><\/p>\n<h4><b>\u201cWonderwall\u201d<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lagu ini juga dari album \u201c(What\u2019s the Story) Morning Glory?\u201d Lagu ini juga amat populer di kalangan awam Oasis. Kepopulerannya bisa dilihat dari angka viewers di YouTube, sebagai lagu Oasis paling banyak ditonton. Pun jika kita menilik kembali Olimpiade London 2012, lagu ini juga muncul dalam acara seremoni sebagai satu-satunya lagu Oasis yang dinyanyikan di acara tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menariknya, lagu ini juga populer di kalangan penikmat sepak bola, utamanya fans Man. City dan fans Timnas Inggris, dan sering dinyanyikan di stadion. Tak mengherankan, sebab Liam dan Noel Gallagher, frontman band tersebut, adalah fans City garis keras.<\/span><\/p>\n<h4><b>\u201cChampagne Supernova\u201d<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lagu ini adalah penutup album \u201c(What\u2019s the Story) Morning Glory?\u201d. Lagu ini unik, durasinya panjang (7 menitan), seolah nampak seperti \u201cBohemian Rhapsody\u201d-nya Queen. Pun dengan irama yang nyaman di telinga, nampak seperti \u201cThe Universal\u201d-nya Blur. Tak salah untuk menyebut lagu ini sebagai salah satu masterpiece Oasis. Dan karena keunikan serta kesyahduannya, lagu ini cukup berhasil merangsang telinga awam untuk menyukai Oasis.<\/span><\/p>\n<h4><b>\u201cStand by Me\u201d<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Easy listening, barangkali alasan paling bisa dipahami kenapa orang bisa jatuh hati pada lagu ini. Jika Anda tak mau menghafal liriknya, Anda cukup mengulang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cStand by me, nobody knows\u201d<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> setidaknya empat kali dalam setiap reff-nya. selain reff-nya yang mudah dinyanyikan, Lebih menarik adalah menyimak bagian verse-nya. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cMade a meal and threw it up on Sunday,\u201d<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> pembuka lagu yang ternyata inspirasinya cuma gara-gara Noel Gallagher keracunan makanan. Huft.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lagu ini hadir di album \u201cBe Here Now\u201d, salah satu album yang dianggap paling buruk dan paling dibenci oleh Noel Gallagher. Tapi bagaimana pun, album ini melahirkan karya sepopuler \u201cStand by Me\u201d.<\/span><\/p>\n<h4><b>\u201cDon\u2019t Go Away\u201d<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lagu ini juga hadir dari album \u201cBe Here Now\u201d. Salah satu lagu, yang menurut saya, lagu paling lemes dari Oasis. Lagunya bercerita tentang patah hati, dan disampaikan dengan lirik yang mudah dicerna. Suatu alasan yang membuat lagu ini populer bagi orang-orang yang tak fanatik amat dalam nge-fans Oasis.<\/span><\/p>\n<h4><b>\u201cLive Forever\u201d<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lagu ini adalah lagu dari album pertama, \u201cDefinitely Maybe\u201d. Bagi saya lagu ini istimewa, karena lagu ini seolah ada untuk menjadi tandingan dari wajah anak muda 90-an yang digambarkan suram dan mengglorifikasi kesedihan. Sementara Oasis hadir dengan lirik <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cYou and I are gonna live forever.\u201d<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> Sederhana, namun mengajarkan bahwa seberat apapun hidup, kita bakal tetap hidup dan berjalan maju. Kalau diterjemahkan dalam bahasa Jawa jadi semacam, \u201cSing wis ya wis.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain perkara lirik yang simpel namun tegas, yang istimewa lagi dari \u201cLive Forever\u201d lagi ialah lagu ini menjadi lagu favorit bagi dua pentolan Oasis, Noel Gallagher dan Liam Gallagher. Dan, amat wajar jika orang mulai menyukai Oasis dari lagu yang paling merepresentasikan grup band ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itulah beberapa lagu yang bikin orang suka dengan grup band ini. Kalau kalian nemu lagu lainnya yang bikin kalian suka sama Oasis, tulis di bawah ya!<\/span><\/p>\n<p><em>Sumber gambar: <a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/p\/CF2Gyc0g1KW\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Akun Instagram resmi<\/a> Oasis<\/em><\/p>\n<h5><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i>ini<\/i><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Maybe you&#8217;re the same as me, we see things they&#8217;ll never see~<\/p>\n","protected":false},"author":783,"featured_media":149421,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13084],"tags":[7501,14012,14011,13098],"class_list":["post-149309","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-musik","tag-band","tag-britpop","tag-oasis","tag-pilihan-redaksi"],"modified_by":"Administrator","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/149309","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/783"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=149309"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/149309\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/149421"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=149309"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=149309"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=149309"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}