{"id":147609,"date":"2021-10-29T12:00:45","date_gmt":"2021-10-29T05:00:45","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=147609"},"modified":"2021-10-29T11:27:49","modified_gmt":"2021-10-29T04:27:49","slug":"only-murders-in-the-building-series-komedi-misteri-dengan-keunikan-tersendiri","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/only-murders-in-the-building-series-komedi-misteri-dengan-keunikan-tersendiri\/","title":{"rendered":"Only Murders in the Building: Series Komedi Misteri dengan Keunikan Tersendiri"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cWelcome to The Arconia. We\u2019re all neighbors here, but if I were you, I wouldn\u2019t trust anyone.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sekelumit cutline di atas berhasil memantik rasa penasaran saya. Itulah garis besar yang diceritakan dalam <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Only Murders in the Building<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, serial komedi misteri berjumlah 10 episode ini. Penonton akan dibawa menelusuri kisah kematian warga apartemen Arconia bernama Tim Kono (Julian Cihi). Kematiannya yang disebut-sebut sebagai usaha bunuh diri itu rupanya nggak dipercaya begitu saja oleh beberapa orang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meskipun <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Only Murders in the Building<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> hanyalah cerita fiksi, series ini layak dipertimbangkan buat kamu yang suka cerita investigasi dengan vibes humor yang kental. Series ini memang nggak seserius Sherlock atau Hannibal. Setiap episodenya mengandung bumbu-bumbu humor yang seringnya sih receh.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Premis yang menghidupkan jalannya cerita juga nggak mustahil terjadi di sekitar kita. Gimana jadinya kalau sebuah kasus pembunuhan terjadi di lingkungan sekitar tempat tinggal? Pastinya kecurigaan dan rasa penasaran memenuhi benak pikir. Bisa-bisa bikin overthinking berjamaah kali ya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di antara banyaknya series berat yang bikin mikir keras, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Only Murders in the Building<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> hadir menemani waktu istirahatmu dengan kesegaran dan kerecehannya. Cocok buat dinikmati tanpa perlu banyak analisis. Selain itu, series ini juga punya banyak keunikan yang bakal membuatmu makin jatuh cinta.<\/span><\/p>\n<h4><b>#1 Tokoh utama lintas generasi<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menonton tayangan dengan karakter utama trio barangkali sudah menjadi hal biasa. Seperti yang kita dapatkan dari Harry, Ron, dan Hermione di <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Harry Potter<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Atau Otis, Maeve, dan Eric di <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Sex Education<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Only Murders in the Building<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dipimpin tiga karakter utama yang punya perbedaan karakter, latar belakang, dan usia yang cukup signifikan. Charles (Steve Martin), pensiunan aktor berusia senja yang dulu pernah terkenal saat berperan sebagai detektif Brazzos. Oliver (Martin Short), pengarah pertunjukan Broadway yang sudah lanjut usia, pun tergusur dari ketenaran dan kesuksesan. Mabel (Selena Gomez), perempuan muda usia 20-an dengan kisah misteriusnya sendiri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sumber perbedaan menguar begitu saja dari ketiganya. Mulai dari Charles yang kaku nan sentimental. Merasa terisolir dan payah akibat hubungan romantis terakhirnya yang gagal. Mabel yang cenderung antisosial dan dingin. Lalu Oliver, si paling bersemangat, ekstrovert, dan imajinatif. Pemberi elemen perekat pada dua karakter lainnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dinamika antara karakter boomer(s) dan karakter milenial ditampilkan series ini dalam bentuk kelucuan yang manis di antara ketiganya. Justru karakter lintas generasi inilah yang membingkai cerita dengan jokes-jokes receh. Layaknya prototype interaksi sosial antara kaum muda dan kalangan tua. Dijamin nggak bosen ngikutin polah mereka yang kerap bikin ngakak spontan ini. Sebuah kombinasi karakter yang menarik!<\/span><\/p>\n<h4><b>#2 Podcast<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kebaruan juga ditunjukkan series ini dengan memasukkan elemen podcast ke storyline. Usai dipertemukan di lift Arconia, Mabel cs bertemu lagi di sebuah restoran. Mereka dipersatukan pada minat yang sama pada sebuah serial televisi. Hingga memutuskan menguak kasus Tim Kono dan membuat siniar bersama.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di zaman serba canggih sekarang, kita tentu nggak asing dengan kehadiran podcast. Media bertutur satu ini nyatanya menjamur di mana-mana. Beragam konten pun dengan mudah dapat kita pilih. Maka nggak heran kalau tiap podcast juga punya segmen penggemar masing-masing.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itu pula yang dikenakan sang kreator, Steve Martin dan John Hoffman, pada series ini. Podcasting jadi aktivitas yang menjaga alur cerita tetap on the track. Kecurigaan yang dirasa sepele pada awalnya, kemudian bertemu bukti-bukti. Penonton akan digiring pada opini menebak-nebak tersangka. Hingga kadang saya mikirnya Mabel cs dibikin seolah-olah sedang melakukan investigative journalism versi latihan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perjalanan podcast yang digawangi Mabel, Oliver, dan Charles juga dibikin sedekat mungkin dengan realitas. Seputar bagaimana mereka merancang naskah per episode podcastnya. Bagaimana Oliver bersemangat mencari sponsor untuk mendanai jalannya podcast. Hingga fandom yang ujug-ujug ada di depan Arconia.<\/span><\/p>\n<h4><b>#3 Petualangan<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Satu hal lain yang saya suka dari series ini adalah keseruan petualangan dari trio Arconia. Kita akan dibawa pada tebakan imajinatif, spekulasi tanpa bukti, hingga proses investigasi kecil-kecilan yang mereka lakukan di seputar New York. Menjadikan pemilihan latar tempat yang digunakan sangatlah tepat. Kota besar dengan segala kemungkinan perbuatan kriminal terjadi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dan tentunya, menonton series ini mengingatkan saya pada series animasi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">The Adventures of Tintin<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Eits, memang nggak sama plek, sih. Tapi, kalau kalian udah nonton, kalian akan menemukan keseruan petualangan ala-ala detektif yang sama antara Mabel cs dengan Tintin.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ditambah opening creditnya yang pakai animasi bak buku cerita negeri dongeng. Menghantarkan kita pada gambaran Arconia sebagai apartemen yang ditinggali beragam penghuni. Iringan scoring unik dari Siddhartha Khosla pun bikin series ini makin enjoyable buat ditonton.<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Only Murders in the Building<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah pilihan series ringan dengan jalan cerita menarik. Tentunya buat kalian, penonton berjiwa detektif yang ogah mikir banter. Yuk buruan disiapin popcorn-nya, udah ditunggu warga Arconia lho. Hehehe.<\/span><\/p>\n<p><em>Sumber gambar: <a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/p\/CTU654zrkUp\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Instagram<\/a> Only Murders in the Building Hulu.<\/em><\/p>\n<h5><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i>ini<\/i><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Serial unik, lucu, dan renyah. Sikat!!!<\/p>\n","protected":false},"author":29,"featured_media":147634,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13118],"tags":[6339,13886,13885,6500],"class_list":["post-147609","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-serial","tag-detektif","tag-hulu","tag-only-murders-in-the-building","tag-serial"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/147609","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/29"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=147609"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/147609\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/147634"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=147609"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=147609"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=147609"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}