{"id":14753,"date":"2019-05-24T12:00:04","date_gmt":"2019-05-24T05:00:04","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=14753"},"modified":"2021-10-05T13:41:06","modified_gmt":"2021-10-05T06:41:06","slug":"aku-berlindung-dari-pesan-whatsapp-yang-asal-forward","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/aku-berlindung-dari-pesan-whatsapp-yang-asal-forward\/","title":{"rendered":"Aku Berlindung dari Pesan WhatsApp yang Asal Forward"},"content":{"rendered":"<div class=\"post-head\">\n<p class=\"entry-title\"><span style=\"font-size: 15px; font-weight: 400;\">We Are Social (perusahaan media asal inggris) yang bekerja sama dengan Hootsite pada awal bulan tahun 2019 melaporkan bahwa separuh dari total penduduk Indonesia menggunakan media sosial. Menurut We are social dan Hootsite masyarakat Indonesia yang sudah menggunakan internet menyentuh angka 150 juta. Dari angka tersebut, semuanya aktif di media sosial. We Are Social menyebutkan WhatsApp menjadi media sosial urutan ke 2 teratas setelah YouTube yang sering diakses masyarakat internet Indonesia (netizen Indonesia) dengan presentasenya 83% dari jumlah pengguna internet Indonesia.<\/span><\/p>\n<\/div>\n<div class=\"item_inn tranz p-border\">\n<div class=\"entry\">\n<p>Sebenarnya ada banyak aplikasi\u00a0<em>instant message<\/em>\u00a0(pesan instan) yang mewarnai jagat media sosial Indonesia, semisal\u00a0<em>Blackberry Messenger<\/em>\u00a0(BBM), Kakaotalk, Line, Wechat, atau aplikasi pesan instan karya anak bangsapun berusaha merangsek pasar media sosial di Indonesia, semisal Imes (<em>Indonesia Messenger<\/em>), Callind, Pesankita, dan lain-lain.<\/p>\n<p>Jalan masuk internet yang sangat mudah diakses adalah gerbang bagi sebagian manusia Indonesia menggunakan media sosial.<\/p>\n<p>Kita sudah\u00a0<em>mafhum<\/em>\u00a0bahwa sebelumnya pasar aplikasi pesan instan di Indonesia sempat dirajai oleh BBM selama beberapa tahun.<\/p>\n<p>Syahdan, datang sebuah sekte pengguna pesan instan yang memperkenalkan aplikasi yang sama dengan fitur yang lebih sederhana tapi lengkap. Sekte itu berhasil membawa, mengajak, dan merajai pasar aplikasi pesan instan sesampai BBM harus gulung tikar dikemudian hari. Mengenaskan~<\/p>\n<p>Saya yakin dengan sekuat dan seluruh tenaga, kamu yang membaca artikel ini pun adalah termasuk bagian dari sekte yang saya sebut.<\/p>\n<p>WhatsApp menjadi aplikasi pesan instan yang digandrungi, primadona saat ini, populer di semua usia dan lintas karier, kehadirannya turut membantu baik sebagai alat komunikasi dengan keluarga, penghantar bisnis dengan rekan bisnis, mempererat modus dengan gebetan, atau sekedar menanyakan kabar\u00a0<del>mantan<\/del>.<\/p>\n<p>Dalam dunia dan hiruk pikuk kehidupan yang terdapat di WhatsApp tentu kita menemukan beberapa tipikal insan pengguna yang variatif. Mulai dari\u00a0<em>snap<\/em>\u00a0WhatsApp yang sampai titik titik bagai artis, yang jadi\u00a0<em>secret admirer<\/em>\u00a0dengan mode\u00a0<em>hide view status<\/em>, centang biru yang dihilangin dengan maksud males ngebales tapi menjaga perasaan,\u00a0<em>online<\/em>\u00a0setiap detik padahal nggak ada wa yang masuk, asal\u00a0<em>forward message<\/em>\u00a0(meneruskan pesan), dan yang\u00a0<del>menyenangkan<\/del>\u00a0menyebalkan bagi saya adalah tipikal insan pengguna yang terakhir.<\/p>\n<p>Insan pengguna WhatsApp yang budiman, pasti salah satu atau bahkan semuanya dari tipikal-tipikal yang saya sebut diatas adalah termasuk atau ada di kontak WhatsApp anda dan menghantui serta menjadi bayang-bayang setiap anda membuka\u00a0<em>platform<\/em>\u00a0itu.<\/p>\n<p>Sebenarnya saya tidak begitu risih kecuali tipikal yang terakhir tadi, selain memenuhi notifikasi di WhatsApp, tipikal insan WhatsApp yang asal\u00a0<em>forward message<\/em>\u00a0itu mengganggu kenyamanan, ketertiban,\u00a0<del>kebersihan<\/del>\u00a0kita dalam ber-WhatsApp\u00a0ria~<\/p>\n<p>Masalahnya disini mayoritas pengguna WhatsApp yang masuk tipikal itu adalah mereka yang hanya meneruskan pesan tanpa konfirmasi kebenarannya (<em>tabayyun<\/em>) atau validitas (keabsahan) pesan yang disampaikan cenderung ngambang.<\/p>\n<p>Padahal dalam agama jelas perintah mengkonfirmasi kebenaran (<em>tabayyun<\/em>) di serukan oleh Allah dalam firman-Nya.<\/p>\n<p><em>\u201cHai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.\u201d(QS. Al-Hujurat: 6)<\/em><\/p>\n<p>Kebanyakan dari mereka meneruskan pesan<em>\u00a0(forward message)\u00a0<\/em>yang berbau ujaran kebencian (<em>hate speech<\/em>), berita bohong (<em>hoax<\/em>) dan pesan-pesan yang nirfaedah lainnya.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/tirto.id\/mengapa-orang-membuat-ujaran-kebencian-cqJK\"><em>Hate speech<\/em><\/a>\u00a0dan\u00a0<em>hoax<\/em>\u00a0yang dikirim lewat meneruskan pesan (<em>forward message<\/em>) WhatsApp tidak sedikit yang berbuntut dan memakan korban jiwa akibat tindakan penghakiman sepihak.<\/p>\n<p>Kalau pesan yang\u00a0<em>forward<\/em>\u00a0adalah informasi-informasi yang\u00a0<del>bermanfaat<\/del>\u00a0penting, saya akan menyambut dengan lapang hati. Semisal yang di-<em>forward<\/em>\u00a0<strong><del datetime=\"2019-05-23T06:06:33+00:00\">daftar janda usia 20-25 tahun<\/del>, cara jitu seputar ngemodus gebetan, informasi tempat-tempat dukun percintaan.<\/strong>\u00a0Ini kan nggak seputar itu yang di\u00a0<em>forward<\/em>\u00a0nya kisanak~<\/p>\n<p>Pemerintah sendiri sudah bekerja sama dengan perusahaan\u00a0<em>platform<\/em>\u00a0ternama ini dengan\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/red\/rame\/kilas\/menjelang-pemilu-whatsapp-akan-hapus-akun-penyebar-hoax-dan-batasi-jumlah-pesan-forward\/\">membatasi jumlah\u00a0<em>forward message<\/em><\/a>\u00a0pada Januari 2019 lalu. Pemerintah melakukan kolaborasi dengan WhatsApp untuk mengatur konten yang bersliweran di whatsapp.<\/p>\n<p>Perusahaan WhatsApp sendiri tidak tinggal diam dan ikut dalam upaya\u00a0<del>genosida<\/del>\u00a0pengguna WhatsApp tipikal asal\u00a0<em>forward message<\/em>\u00a0dari platformnya. Pengguna WhatsApp yang asal\u00a0<em>forward<\/em>\u00a0dengan menyebarkan\u00a0<em>hoax<\/em>\u00a0di\u00a0<em>platform<\/em>\u00a0disebut akan tidak lagi bisa menggunakan akunnya dan perusahaan akan menghapus akun si pengguna.<\/p>\n<p>Terbaru adalah dalam menyikapi kerusuhan di Jakarta pada 22 Mei kemarin, Pemerintah sampai-sampai melakukan pembatasan akses media sosial dan layanan perpesanan WhatsApp hingga beberapa hari sampai suasana dirasa kondusif. Pembatasan ini bertujuan untuk mencegah pengguna WhatsApp tipikal asal\u00a0<em>forward<\/em>\u00a0dalam penyebaran informasi\u00a0<em>hoax<\/em>\u00a0dan\u00a0<em>hate speech<\/em>\u00a0yang tak terkendali.<\/p>\n<p>Ya Tuhan sungguh aku berlindung kepadaMu dari pesan-pesan WhatsApp yang asal\u00a0<em>forward<\/em>~<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<div id=\"gtx-trans\" style=\"position: absolute; left: 510px; top: 1338px;\">\n<div class=\"gtx-trans-icon\"><\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pembatasan akses Whatsapp bertujuan mencegah pengguna Whatsapp tipikal asal forward dalam penyebaran informasi hoax dan hatespeech yang tak terkendali.<\/p>\n","protected":false},"author":325,"featured_media":14754,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12906],"tags":[3567,3566,307],"class_list":["post-14753","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-media-sosial","tag-22-mei","tag-hatespeech","tag-whatsapp"],"modified_by":"Ibil S Widodo","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14753","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/325"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=14753"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14753\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/14754"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=14753"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=14753"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=14753"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}