{"id":145690,"date":"2021-10-19T07:09:26","date_gmt":"2021-10-19T00:09:26","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=145690"},"modified":"2021-10-19T00:12:38","modified_gmt":"2021-10-18T17:12:38","slug":"pondok-pesantren-bukanlah-tempat-pembuangan-anak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/pondok-pesantren-bukanlah-tempat-pembuangan-anak\/","title":{"rendered":"Pondok Pesantren Bukanlah Tempat Pembuangan Anak"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sering kali saya menjumpai anggapan bahwa pondok pesantren adalah tempat orang tua untuk membuang anaknya. Hal ini sangat berefek dan membekas di pikiran anak-anak. Sehingga banyak di antara mereka tidak mau masuk pondok pesantren karena takut dibuang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Padahal sejatinya pondok pesantren bukanlah tempat pembuangan anak atau penitipan anak. Terlebih bagi orang tua yang tidak mau kesulitan dalam mengurus anak. Justru kebalikannya, pondok pesantren adalah tempat terbaik bagi anak dalam belajar kehidupan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya bisa mengatakan seperti ini karena saya mengalaminya sendiri. Sewaktu masih SD, saya beranggapan bahwa pondok pesantren adalah hal yang sangat membosankan. Setidaknya itu yang saya tahu dari tayangan televisi. Kehidupannya hanya baca kitab, pergi ke masjid, lalu baca kitab lagi. Begitu terus.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sampai-sampai saya bertanya ke ibu saya, \u201cBu, di pondok bisa main sepak bola tidak?\u201d Iya, pertanyaan itu lucu. Tapi, bagi saya yang tidak tahu apa-apa tentang kehidupan pondok, pertanyaan itu penting bagi saya. Ya saya tahunya kehidupan pondok ya kayak gitu: ngaji, dan hanya ngaji.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, anggapan saya ternyata salah. Pondok pesantren pun mengenal sepak bola. Pondok pun mengenal kehidupan luar. Dan saya ternyata betah dengan kehidupan pondok, hingga di titik saya mengaku bangga menjadi santri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kembali ke anggapan pondok pesantren adalah tempat membuang anak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Orang tua mana yang tega membuang anaknya? Tentu saja tidak ada. Orang tua di seluruh dunia tentu menginginkan anaknya menjadi anak yang hebat dan sukses. Sukses di dunia juga sukses di akhirat. Lalu mengapa ada anggapan bahwa hidup di pesantren seperti layaknya tempat pembuangan anak?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mungkin hal semacam ini muncul dari orang-orang yang sama sekali tidak tahu atau tidak pernah mencicipi dunia pendidikan pesantren. Atau muncul dari mereka yang pernah merasakan hidup di pesantren, akan tetapi cuman sesaat saja dan menyisahkan pengalaman pahit yang dirasakan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kita bahas anggapan yang pertama, dari orang yang tidak pernah mondok. Mungkin, mereka yang tidak mengenal dunia pondok mendoktrin anak-anak agar tidak mondok. Entah apa kepentingannya. Lalu bahas anggapan yang kedua\u2014orang yang pernah mondok tetapi memiliki pengaman pahit, mereka menceritakan hal-hal pahit yang mereka alami sewaktu di pondok. Lalu, mereka memutuskan untuk keluar karena tidak tahan. Hal itu kayak makan manggis, tapi yang dimakan kulitnya doang. Ya jelas pahit, lah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk kalian calon santri yang ingin mondok , nggak usah takut kurang kasih sayang. Tenang kalian diperhatikan kok seperti anak sendiri oleh para pengasuhnya. Perlu diingat kembali bahwa tidak ada orang tua (yang waras) yang tega membuang anaknya. Semua orang tua sayang pada anaknya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan memasukan anak ke dalam pondok pesantren banyak keuntungan yang didapatkan oleh anak dan orang tuanya. Bukan hanya soal pelajaran sekolah dan kehidupan, namun juga terjaganya pergaulan. Dan yang paling penting adalah pemahaman anak terhadap ilmu agama.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Maka dari itu, mari hilangkan anggapan kita tentang anak yang mondok adalah anak yang dibuang orang tuanya. Supaya semangat keinginan mondok anak membara sehingga dapat bermanfaat bagi agama dan bangsa tercinta.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lagian konyol banget, bikin hoaks kok pondok pesantren tempat buang anak. Kalian kalau bikin hoaks buat nakut-nakutin bocah itu mbok ya yang kreatif tapi masuk akal gitu loh.<\/span><\/p>\n<h5><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i>ini<\/i><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sering kali saya menjumpai anggapan bahwa pondok pesantren adalah tempat orang tua untuk membuang anaknya. Hal ini sangat berefek dan membekas di pikiran anak-anak. Sehingga banyak di antara mereka tidak mau masuk pondok pesantren karena takut dibuang. Padahal sejatinya pondok pesantren bukanlah tempat pembuangan anak atau penitipan anak. Terlebih bagi orang tua yang tidak mau [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1662,"featured_media":79221,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13078],"tags":[467,352,59,505],"class_list":["post-145690","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-gaya-hidup","tag-anak","tag-belajar","tag-kehidupan","tag-pondok-pesantren"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/145690","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1662"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=145690"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/145690\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/79221"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=145690"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=145690"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=145690"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}