{"id":145521,"date":"2021-10-18T08:00:57","date_gmt":"2021-10-18T01:00:57","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=145521"},"modified":"2021-10-18T07:01:55","modified_gmt":"2021-10-18T00:01:55","slug":"cara-karakter-hometown-cha-cha-cha-tuntaskan-masalah-dan-bertumbuh","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/cara-karakter-hometown-cha-cha-cha-tuntaskan-masalah-dan-bertumbuh\/","title":{"rendered":"Cara Karakter Hometown Cha-cha-cha Tuntaskan Masalah dan Bertumbuh"},"content":{"rendered":"<p>Akhir pekan kemarin para penonton drama Korea <i>Hometown Cha-cha-cha<\/i> merasa hampa sekaligus tercerahkan. Sebentar lagi akan ada banyak orang yang mengeluhkan perasaan gagal move on karena ditinggal oleh <i>Hometown Cha-cha-cha<\/i> yang kebetulan sudah memasuki tahap akhir. Tapi sisi baiknya, tersingkap berbagai misteri yang selama ini bikin pemirsa menebak-nebak sampai membuat teori dan cocoklogi mereka sendiri.<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di akhir penayangannya, resolusi konflik para tokoh <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Hometown Cha-cha-cha<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> sudah mulai tampak. Para tokoh yang sebelumnya memiliki masalah sudah mulai menyelesaikannya. Di episode ke-15, kita dapat menyaksikan bagaimana pertumbuhan para karakter dalam kisah ini. Para tokoh berikut akhirnya mencapai garis finish penyelesaian konflik yang selama ini mereka pikul.<\/span><\/p>\n<h4><span style=\"font-weight: 400;\">#1 Hong Du Shik<\/span><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selama ini penonton selalu dibuat penasaran alasan di balik mimpi buruk yang selalu Du Shik alami tiap malam, juga dengan rutinitas Du Shik ke Seoul untuk bertemu psikiater. Di episode 15, teka-teki ini sedikit demi sedikit terungkap.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Rupanya Du Shik memiliki trauma masa lalu yang membuatnya harus melalui hari-hari yang cukup pahit. Peristiwa di masa lalu yang sangat mengguncangnya membuat Du Shik hidup penuh penderitaan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Du Shik pernah mengalami fase berat ketika dia menjadi seorang manajer investasi. Anjloknya harga saham yang mengakibatkan Kim Gi Hun, seorang investor sekaligus satpam di tempat Du Shik bekerja, mengalami kerugian besar dan mencoba menghilangkan nyawanya sendiri. Du Shik merasa bahwa dia bertanggung jawab atas kejadian tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, senior sekaligus teman terdekat Du Shik pun meninggal ketika dia berupaya mengantarkan Du Shik untuk menemui Kim Gi Hun. Setelah kejadian tersebut, Du Shik pun disalahkan dan dianggap sebagai kambing hitam. Akibatnya, Du Shik hidup dalam penyesalan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dia terus menerus berandai-andai jika pada waktu itu dia mengambil keputusan yang berbeda. Du Shik bahkan sempat berupaya untuk bunuh diri. Namun berkat sokongan dan kasih sayang dari Bu Gamri, warga Gongjin, dan Yoon Hye Jin, Du Shik dapat sedikit demi sedikit berdamai dengan masa lalunya.<\/span><\/p>\n<p>Momen ketika Du Shik sanggup menumpahkan segala hal berat yang selama ini ia rasakan jadi salah satu kunci. Ia telah siap menghadapi ketakutan-ketakutannya dengan bertemu mereka yang selama ini paling dihindari.<\/p>\n<h4><span style=\"font-weight: 400;\">#2 Kim Do Ha<\/span><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Karakter Kim Do Ha dalam drakor ini memang kelihatannya nggak memegang peran kunci, tapi rupanya dia memiliki sangkut paut dengan Du Shik. Do Ha adalah putra Kim Gi Hun. Selama ini Do Ha menjalani hidup yang penuh dengan beban pikiran karena ayahnya menjadi sakit-sakitan setelah mencoba mengakhiri hidup.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Do Ha sempat merasa bahwa kejadian yang menimpa keluarganya sangatlah nggak adil. Setelah mengetahui bahwa orang yang selama ini memperhatikannya layaknya adik sendiri adalah \u201cpelaku\u201d yang selama ini dicarinya, Do Ha lantas melampiaskan semua kemarahan yang selama ini dipendam.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Finalnya, Do Ha menemui Du Shik di rumahnya. Rupanya, Do Ha sebenarnya menyadari bahwa peristiwa bangkrutnya keluarga dan kejadian yang sudah melibatkan ayahnya bukan salah Du Shik. Diakui oleh Do Ha sendiri bahwa dia memerlukan seseorang untuk disalahkan. Do Ha cuma pengin melepaskan semua rasa frustrasi dan tekanan yang dialaminya.<\/span><\/p>\n<h4><span style=\"font-weight: 400;\">#3 Ji Seon A<\/span><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masih mengenai karakter yang awalnya saya kira nggak memiliki andil yang besar dalam cerita, Ji Seon A ini ternyata memiliki hubungan dengan Du Shik, bahkan dengan Ji Seong Hyeon. Ji Seon A ini merupakan istri dari Park Jeong Woo, senior Du Shik yang meninggal dalam kecelakaan lalu lintas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selepas kepergian Jeong Woo, Seon A sempat merasa hampa. Dia beranggapan bahwa dirinya nggak bisa hidup tanpa Jeong Woo. Sama seperti Do Ha, Seon A pun menyalahkan Du Shik sebagai orang yang bertanggung jawab atas kematian orang yang paling disayanginya tersebut. Seon A pun sempat berharap Du Shik lah yang mati menggantikan Jeong Woo.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seiring waktu berjalan, Seon A sudah mampu untuk menghadapi kenyataan. Seperti yang diceritakannya, dia mampu melanjutkan hidup berkat Ha Rang, putranya dengan Jeong Woo. Seon A yang sempat membenci Du Shik kini mulai memaafkannya. Seon A bahkan meminta Du Shik untuk nggak menyalahkan diri sendiri. Syukurlah, mereka sudah nggak musuhan lagi.<\/span><\/p>\n<h4><span style=\"font-weight: 400;\">#4 Yoon Hye Jin<\/span><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebenarnya, konflik antara Hye Jin dengan orang tuanya dan proses penyembuhan lukanya sudah berakhir di pertengahan episode. Tapi kisah Hye Jin ini juga patut kita simak karena proses yang memakan waktu cukup lama ini akhirnya bisa dibereskan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yoon Hye Jin kehilangan ibunya ketika dia masih seusia anak SD. Ketika dia sedang berkabung dan merasa kesepian, ayahnya pun sama berdukanya seperti dirinya, bahkan lebih parah. Hye Jin pun mau nggak mau harus menjadi dewasa lebih cepat. Namun, dalam hatinya, Hye Jin masih tetap merindukan sosok ibunya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika Hye Jin masih dalam upaya menyembuhkan luka akan kehilangan, ayahnya memutuskan untuk menikah lagi. Pada waktu itu Hye Jin menolak untuk menerima fakta bahwa ayahnya sudah \u201cmelupakan\u201d ibunya yang ditandai dengan kehadiran kekasih baru. Hye Jin kemudian kabur ke Gongjin, tempat di mana dia menghabiskan waktu terakhir kali dengan ibunya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hingga Hye Jin dewasa, dia masih canggung berada di dekat ibu sambungnya. Bahkan di beberapa adegan, Hye Jin kadangkala menunjukkan sikap bahwa memiliki ibu tiri adalah sebuah anomali dan keanehan. Untungnya, Hye Jin dan ibu sambungnya saling membuka diri. Meski belum sepenuhnya dekat, seenggaknya Hye Jin sudah mulai menerima kehadiran seorang ibu sambung dalam hidupnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari drama <em>Hometown Cha-cha-cha<\/em>, kita bisa menyaksikan bagaimana para tokoh berdamai, bergerak menuju sebuah penerimaan, dan menyelesaikan persoalan dalam hidup mereka. Setiap karakter sama-sama bertumbuh seiring dengan perguliran cerita. Bisa dibilang drama ini disebut healing drama bukan tanpa alasan, kan?<\/span><\/p>\n<p><em>Sumber Gambar: <a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/p\/CVHonNOrYr1\/?utm_medium=copy_link\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Akun Instagram TVN Drama<\/a><\/em><\/p>\n<h5><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i>ini<\/i><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sedih sekaligus melegakan. <\/p>\n","protected":false},"author":1077,"featured_media":145527,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13118],"tags":[13776,13272,13777],"class_list":["post-145521","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-serial","tag-healing","tag-hometown-cha-cha-cha","tag-resolusi-konflik"],"modified_by":"Audian Laili","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/145521","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1077"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=145521"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/145521\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/145527"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=145521"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=145521"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=145521"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}