{"id":145298,"date":"2021-10-16T14:00:06","date_gmt":"2021-10-16T07:00:06","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=145298"},"modified":"2021-10-16T13:47:43","modified_gmt":"2021-10-16T06:47:43","slug":"jangan-jangan-yang-dinyinyirin-billie-eilish-selama-ini-adalah-kiwil","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jangan-jangan-yang-dinyinyirin-billie-eilish-selama-ini-adalah-kiwil\/","title":{"rendered":"Jangan-jangan, yang Dinyinyirin Billie Eilish Selama Ini Adalah Kiwil"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dua tahun lalu pernah ramai dibahas di medsos perkataan dari Billie Eilish saat wawancara dengan <a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=YavL_IVSGV4\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pitchfork,<\/a> &#8220;Why is every pretty girl with a horrible-looking man? I\u2019m not shaming people for their looks, but I am. You give an ugly guy a chance, he thinks he rules the world.&#8221;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya tidak sepakat dengan perkataan tersebut, memakai kata &#8220;every&#8221; dan menilai seseorang dari penampilannya ini kurang tepat dan prematur. Tapi, setelah menyimak jawaban-jawaban Kiwil saat diwawancara Feni Rose, susah untuk nggak ngomong: &#8220;Billie Eilish ada benernya juga, ya!&#8221; Saya buatkan verbatim untuk Anda yang belum nonton videonya:<\/span><\/p>\n<p><b>Kiwil<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: &#8220;Bicara soal istri, boleh nggak gua alibi yang lain, mobil, mau nggak Feni dikasih mobil satu?&#8221;<\/span><\/p>\n<p><b>Feni Rose<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: &#8220;Mungkin mau.&#8221;<\/span><\/p>\n<p><b>Kiwil<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: &#8220;Enggak mungkin. Karena banyak temen-temen gua juga begitu bullshit lah, besok gua pengin usaha ini, besok punya mobil ini, gua ganti ini.&#8221;<\/span><\/p>\n<p><b>Feni Rose<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: &#8220;Kenapa analoginya benda?&#8221;<\/span><\/p>\n<p><b>Kiwil<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: &#8220;Karena harus punya pilihan. Misalnya gini, gua enggak pernah nolak apa yang dikasih, bukan berarti gua nyari, enggak kok&#8230; Memang enggak ada, yang gua harapkan dari sini enggak ada, dari sini enggak ada, gua udah punya mobil ini, mobil ini, tapi yang gua harepin enggak ada.&#8221;<\/span><\/p>\n<p><b>Feni Rose<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: &#8220;Yang dicari enggak ada, yang dicari apa sih dari seorang perempuan, dari seorang istri?&#8221;<\/span><\/p>\n<p><b>Kiwil<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: &#8220;Taat saja sama suami, ini pun konsep dasar dari dulu seperti itu.&#8221;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terlepas Kiwil yang ngomong nggak jelas maksudnya ini, pendapat dia sama sekali nggak mashok. Kon kemu a?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nggak semua \u201chorrible-looking man\u201d kayak Kiwil, jangan pukul rata. Sebab, ganteng dan jeleknya muka tidak ada hubungannya dengan kewarasan. Tapi, sebagai sampel quote Billie Eilish, Kiwil memang tepat banget.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Coba perhatikan bagaimana Billie Eilish mengubah \u201chorrible-looking man\u201d menjadi \u201cugly guy\u201d setelah menyertakan konteks laki-laki jelek mendapat pasangan perempuan cantik. &#8220;You give an ugly guy a chance, he thinks he rules the world.&#8221; Pemakaian \u201cugly\u201d bukan lagi soal tampilan fisik, kata tersebut bisa berarti kasar dan buruk.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau status hubungan dengan \u201cugly guy\u201d baru pacaran masih banyak peluang untuk dan memulai cerita baru. Berbeda jika sudah dilembagakan dalam perkawinan. Menjadi lebih rumit, selalu perempuan yang cenderung disalahkan dan mendapat stigma negatif. Seperti para mantan istri Kiwil, sudah cerai masih saja dibawa-bawa di tiap wawancara dengan media.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Diperlakukan bagai pesakitan yang punya aib.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Punya istri banyak dan sering ditaksir perempuan, membuat Kiwil merasa dunia berputar mengelilinginya. Attitude jelek semacam ini disebut self-righteous yang artinya merasa benar sendiri. Sudah argumennya dengan memakai analogi mobil itu pointless, brainless pula karena menempatkan istri sebagai objek sementara suami adalah pemegang kendali.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kiwil sebodo amat pada kenyataan istrinya telah dimadu, ditelantarkan baik psikis maupun finansial, nggak dijaga perasaan serta martabatnya, dan bertahun-tahun jadi bahan berita tayangan infotainment.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masih percaya diri mendaku pendakwah pula meski terang-benderang perlakuannya pada anak dan istri jauh dari apa-apa yang diajarkan dalam Islam. Seseorang menjadi salih dan berhak mendaku pendakwah bukan karena sudah pernah poligami. Agama Islam bukan cuma soal kawin dan taat suami membabi-buta, istri punya hak yang harus dipenuhi dan Islam tidak menempatkan perempuan sebagai barang yang dimiliki laki-laki setelah terjadi perkawinan. Duh, pendakwah yang nyampah memang selalu bikin pengin muntah. Dahlah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kenapa, ya, \u201cugly guy\u201d seperti Kiwil masih belum punah di era society 5.0 seperti sekarang? Kiwil dan \u201cugly guy\u201d lainnya mungkin berpikir dunia ini berputar mengelilingi mereka. Kenyataannya tidak, dunia ini bergerak cepat. Meski eksistensinya masih ada, mereka sudah pasti akan ditinggalkan zaman. Nggak akan berhasil bertahan, nggak laku.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Era society 5.0 digagas Jepang tahun 2019, dalam konsep tersebut manusia dianggap lebih penting dari teknologi. Dibuat sebagai antisipasi dari disrupsi akibat revolusi industri 4.0 yang dikhawatirkan menggerus nilai-nilai karakter dan kemanusiaan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam society 5.0 dinyatakan pentingnya menguasai kecakapan hidup abad 21. Dikenal dengan istilah 4C yaitu creativity, critical thinking, communication, dan collaboration.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jawaban-jawaban Kiwil dalam wawancara dengan Feni Rose jelas menggambarkan ketidaksiapan untuk hidup di abad 21. Apalagi perlakuannya pada Rochimah dan Meggy, istri dianggap seperti koleksi mobil dan tak boleh berpendapat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Boro-boro kreatif, berpikir kritis, komunikasi, dan kolaborasi. Perilaku self-righteous dalam berumah tangga ala Kiwil itu pada akhirnya akan toksik untuk anak dan istrinya karena tak sesuai zaman.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kasus Kiwil perlu menjadi pengingat bagi semua orang. Nggak ada gunanya menyengsarakan diri sendiri terjebak dengan \u201cugly guy\u201d dalam sebuah perkawinan. Tidak ada istri dan anak-anak yang pantas diperlakukan buruk dan ditelantarkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memang masih saja ada orang yang berpikir lebih baik tetap bertahan ketimbang jadi janda. Si istri dianggap kurang bersyukur, tak paham agama, dan tidak tahu diri sebagai perempuan (yang telah diangkat derajatnya lewat perkawinan). Masukan-masukan seperti ini kerap diberikan bahkan oleh orang terdekat. Membuat perempuan makin terpuruk, penderitaan dan rasa sakitnya tak digubris.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perlu diingat bahwa yang paling tahu tentang rasa sakit adalah orang yang menjalani. Apakah orang lain yang berkomentar itu yang akan menyembuhkan luka hati seorang perempuan yang perasaan dan martabatnya diinjak-injak suaminya? Apakah yang memberi masukan jangan bercerai itu yang akan menutup kebutuhan jasmani dan rohani seorang istri dan anak-anak yang ditelantarkan? Jawabannya tidak, karena itu orang lain sebaiknya tutup mulut saja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Stop glorifikasi perkawinan yang membuat perempuan terpaksa bertahan meski diperlakukan buruk oleh suaminya. Seperti kata Feni Rose, it takes two to tango. Goblok banget kalau sampai ada yang berpikir perkawinan itu dilakukan untuk mengangkat derajat perempuan. Atau berpendapat bahwa perkawinan pasti berhasil asal si istri taat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perempuan bukan gender kedua. Sebelum diklasifikasikan ke dalam gender, ia adalah manusia sama seperti laki-laki. Oleh karena itu dalam perkawinan pun perempuan boleh mengiyakan dan\/ atau menolak sesuatu. Hukum negara dan hukum agama sudah mengatur tata caranya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika perkawinan gagal, bukan berarti derajat perempuan drop. Kenyataannya memang ada kasus-kasus perceraian yang perlu dirayakan. Setelah lepas dari perkawinan dengan \u201cugly guy\u201d yang toksik, mantan-mantan istri Kiwil mungkin malah nyanyi lagunya Billie Eilish, &#8220;Happier Than Ever&#8221;.<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">When I&#8217;m away from you<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">I&#8217;m happier than ever<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Wish I could explain it better<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">I wish it wasn&#8217;t true, mmm<\/span><\/i><\/p>\n<h5><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i>ini<\/i><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kelakuane ra mashok!<\/p>\n","protected":false},"author":582,"featured_media":145336,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13087],"tags":[13762,13761,1631,876,13763],"class_list":["post-145298","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pojok-tubir","tag-billy-eilish","tag-kiwil","tag-penghinaan","tag-perundungan","tag-ugly-guy"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/145298","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/582"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=145298"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/145298\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/145336"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=145298"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=145298"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=145298"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}