{"id":145259,"date":"2021-10-16T08:00:45","date_gmt":"2021-10-16T01:00:45","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=145259"},"modified":"2021-10-15T21:46:56","modified_gmt":"2021-10-15T14:46:56","slug":"reply-1988-vs-hometown-cha-cha-cha-jelas-homcha-juaranya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/reply-1988-vs-hometown-cha-cha-cha-jelas-homcha-juaranya\/","title":{"rendered":"Reply 1988 vs Hometown Cha-cha-cha: Jelas Homcha Juaranya!"},"content":{"rendered":"<p><em>Sebuah pilihan sulit: Reply 1988 atau Hometown Cha-cha-cha?\u00a0<\/em><\/p>\n<p>Drama Korea memang nggak ada matinya. Fandom penggemar drakor secara kontinu terus membuat industri tersebut nggak pernah binasa. Misalnya saja ketika sebuah drakor sudah tamat, bukan berarti cinta para penonton dan penggemar ikutan tuntas. Nggak jarang sebuah drakor yang sudah lawas kembali mencuat ke permukaan setelah para penggemar membahasnya kembali.<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal inilah yang terjadi pada drama populer yang pernah digandrungi oleh sejuta umat, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Reply 1988<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Saya rasa, demam <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Reply 1988<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> masih terus terasa meski penayangannya sudah lama usai.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Buktinya beberapa hari lalu, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Reply 1988<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> sempat menjadi trending topic di Twitter yang lantas membuat para penggemar drakor yang sudah beres tayang sejak 16 Januari 2016 itu heboh. Ada yang membagikan lagi quotes ala para warga Ssangmun-dong, bernostalgia dengan mengajak warganet memandangi foto keluarga para tokoh, hingga ada yang ngajak ribut dengan membandingkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Reply 1988<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Hometown Cha-cha-cha<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Twit yang memicu pertikaian ini dikirim oleh akun <a href=\"https:\/\/twitter.com\/adyppp\/status\/1448288005400121348\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">@adyppp<\/a>. Dia mengajak para warga Twitter untuk memilih satu di antara kedua drama yang sama-sama tayang di tvN itu. Ajakannya itu agak kurang ajar sebenarnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagaimana bisa kita disuruh milih di antara dua drama fenomenal yang keduanya memiliki nutrisi akan nilai kehidupan, kekeluargaan, cinta, dan persahabatan yang sangat melimpah? <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Reply 1988<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Hometown Cha-cha-cha<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> pun diperankan oleh para aktor dan aktris kawakan yang nggak akan membuat kita menggerutu karena akting yang buruk.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau dilihat dari balasan dalam cuitan tersebut, sebagian besar warganet memilih <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Reply 1988.<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> Dari segi rating, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Reply 1988<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> memang menang telak dari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Hometown Cha-cha-cha<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> karena selama penayangannya, drama yang digarap oleh Shin Won Ho itu berhasil mencatatkan diri sebagai salah satu drama dengan rating tertinggi dalam sejarah penayangan drakor di tvN.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di IMDb pun rating dari pemirsa menunjukkan bahwa <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Reply 1988<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> lebih unggul 0.1 poin. Meski begitu, saya tetap mendukung Hong Banjang dan segenap warga Gongjin. Ada beberapa alasan yang membuat saya lebih menggemari drakor <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Hometown Cha-cha-cha<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> selain karena lesung pipinya Hong Du Shik. Begini, nih.<\/span><\/p>\n<h4><span style=\"font-weight: 400;\">#1 Latar waktu yang lebih relatable<\/span><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu faktor yang membuat saya kurang bisa tahan menonton <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Reply 1988<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> selain karena durasinya yang cukup panjang adalah setting waktunya yang membuat saya kurang merasa terkoneksi. Bukannya saya sok muda, tapi kondisi sosial budaya pada 1980-an itu kurang bisa saya cerna. Mulai dari gaya rambut para warga Ssangmun-dong yang begitu asing, isu krisis moneter di Korea Selatan yang nggak saya alami, juga kebiasaan masyarakatnya yang jarang saya temui di abad ke-21.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berbeda halnya dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Hometown Cha-cha-cha<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang menciptakan kelekatan karena isu yang diangkat dan keadaan masyarakatnya lebih aktual. Dengan latar waktu yang memang mengambil masa kini dan kondisi masyarakat Desa Gongjin yang sebelas-dua belas dengan warga Indonesia, saya sebagai penonton seperti bisa memosisikan diri dalam masyarakat yang seperti itu. Bagaimanapun, keadaan masyarakat yang berbeda merujuk pada latar waktu yang berbeda pula.\u00a0<\/span><\/p>\n<h4><span style=\"font-weight: 400;\">#2 Urusan cinta bikin penonton lebih plong<\/span><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Segregasi tim first lead dan second lead dalam drakor <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Hometown Cha-cha-cha<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> memang nggak seekstrem <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Reply 1988, True Beauty<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, maupun <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Start Up<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Populasi orang yang memicu perkelahian antara tim Hong Banjang dan Ji Seong Hyeon memang nggak banyak, tapi nggak menutup kemungkinan ada pihak yang merasa sedih dan iba pada nasib Ji Seong Hyeon yang ditolak cintanya oleh Yoon Hye Jin.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Produser acara The <em>Seashore Grasshopper<\/em> ini memang kurang mujur soal cinta, tapi setidaknya dia sudah berusaha untuk melawan semua kegugupannya dan secara serius menyatakan cinta ke Hye Jin. Jalhaesseo, Ji PD-nim.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jung Hwan, yang memang diketahui menyukai Deok Sun, malah nggak pernah confess sama sekali. Sangat disayangkan, Jung Hwan yang kelihatannya sudah serius menyatakan isi hatinya secara tulus rupanya hanya bercanda dengan dalih sekadar menanggapi Dong Ryong yang menuduhnya nggak bisa romantis. Sampai akhir, para tim Jungpal masih sesek menyimpan rasa kesal dan sayang karena ungkapan cinta Jungpal nggak pernah sampai di Deok Sun.<\/span><\/p>\n<h4><span style=\"font-weight: 400;\">#3 Filter dan sinematografi untuk mencuci mata<\/span><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Filter yang digunakan dalam <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Hometown Cha-cha-cha<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> jauh lebih vibrant dan membuat mata jadi melek. Meski nggak bisa ke mana-mana karena pandemi, saya merasa bisa menyegarkan mata lewat pemandangan Desa Gongjin yang cantiknya tiada banding. Suasana pesisir pantai di musim panas yang hangat pun sukses membuat saya jadi suka mengambil tangkapan layar dari drakor ini untuk dibuat menjadi lockscreen.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya nggak bilang filter <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Reply 1988<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> jelek, tapi secara subjektif, saya lebih suka penggunaan filter yang lebih jernih dan terang. Saya pun tau kalau filter yang dipakai di <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Reply 1988<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> memang diperuntukkan untuk menghidupkan nuansa retronya. Tapi saat mengabadikan quotes dari bapaknya Choi Taek dalam sebuah kolase, saya harus memakai tambahan filter lagi dari aplikasi penyunting foto agar hasilnya terlihat lebih menarik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yah, begitulah alasan saya lebih menyukai drama <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Hometown Cha-cha-cha<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dibanding <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Reply 1988<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Sejujurnya ini pilihan yang sulit, tapi nggak apa-apa. Asalkan jangan ada orang yang menyodorkan pilihan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Hometown Cha-cha-cha<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> vs <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Reply 1988<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> vs <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Hospital Playlist<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Tak tutuk kowe.<\/span><\/p>\n<h5><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i>ini<\/i><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ini pilihan yang sulit, tapi saya sudah memilih. <\/p>\n","protected":false},"author":1077,"featured_media":145263,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13118],"tags":[1293,13272,13098,5503],"class_list":["post-145259","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-serial","tag-drama-korea","tag-hometown-cha-cha-cha","tag-pilihan-redaksi","tag-reply-1988"],"modified_by":"Audian Laili","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/145259","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1077"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=145259"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/145259\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/145263"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=145259"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=145259"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=145259"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}