{"id":144509,"date":"2021-10-12T10:30:10","date_gmt":"2021-10-12T03:30:10","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=144509"},"modified":"2021-10-12T08:04:27","modified_gmt":"2021-10-12T01:04:27","slug":"21-benda-di-twit-meja-kerja-jokowi-ini-harus-dibawa-saat-pandemi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/21-benda-di-twit-meja-kerja-jokowi-ini-harus-dibawa-saat-pandemi\/","title":{"rendered":"21 Benda di Twit Meja Kerja Jokowi Ini Harus Dibawa Saat Pandemi"},"content":{"rendered":"<p>Pak Jokowi dalam Twitter-nya ngendikan, situasi pandemi di Indonesia membaik. Namun, jangan sampai kita lengah dan kita harus tetap waspada. Bukan Pak Jokowi namanya jika nggak bikin penasaran. Di akhir twit tersebut, blio membubuhkan sebuah gambar meja kerja yang pating tlathak nggak karuan berantakannya. Nggak seperti situasi negeri belakangan ini yang nggak mungkin berantakan seperti meja kerja tersebut.<\/p>\n<p>Meja kerja yang pating mbundhet itu diberi caption begini oleh Pak Jokowi, &#8220;Jika mencermati gambar ini, Anda akan menemukan benda-benda yang wajib dibawa jika hendak keluar rumah di masa pandemi. Benda-benda apa saja?&#8221;<\/p>\n<blockquote class=\"twitter-tweet\" data-width=\"500\" data-dnt=\"true\">\n<p lang=\"in\" dir=\"ltr\">Situasi pandemi di tanah air kian membaik, tapi virus masih ada di sekitar kita. Jangan pernah lengah dan tetap waspada.<\/p>\n<p>Jika mencermati gambar ini, Anda akan menemukan benda-benda yang wajib dibawa jika hendak keluar rumah di masa pandemi. Benda-benda apa saja? <a href=\"https:\/\/t.co\/fqECVB1Sig\">pic.twitter.com\/fqECVB1Sig<\/a><\/p>\n<p>&mdash; Joko Widodo (@jokowi) <a href=\"https:\/\/twitter.com\/jokowi\/status\/1447368064966692866?ref_src=twsrc%5Etfw\">October 11, 2021<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><script async src=\"https:\/\/platform.twitter.com\/widgets.js\" charset=\"utf-8\"><\/script><\/p>\n<p>Begitu katanya. Saya bingung, Pak Jokowi seakan hanya merujuk kepada beberapa benda saja yang berserak di meja itu. Menurut saya, semua benda di meja Pak Jokowi itu layak untuk dibawa di masa gawat (tapi kata Pak Jokowi sih sudah membaik) seperti ini. Nggak percaya? Mari kita buktikan.<\/p>\n<h4>#1 Celengan ayam<\/h4>\n<p>Ia dibutuhkan untuk menabung karena usaha-usaha kecil banyak yang <a href=\"https:\/\/bisnis.tempo.co\/read\/1490854\/pakar-ugm-banyak-umkm-gulung-tikar-selama-ppkm-apa-antisipasi-pemerintah\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">gulung tikar<\/a> karena PPKM level berkala.<\/p>\n<h4>#2 Minyak kayu putih<\/h4>\n<p>Ia berfungsi sebagai tombo puyeng kepalamu ketika isu-isu hilir-mudik di beranda timeline Twitter-mu. Ya, namanya juga Indonesia, pasti selalu ada isu-isu yang kalau nggak bikin geleng-geleng, ya bikin pening kepala.<\/p>\n<h4>#3 Koyo cap cabe<\/h4>\n<p>Sebenarnya, yang layak memakai koyo itu Pak Luhut, sih. Apa ya nggak pusing <a href=\"https:\/\/mojok.co\/liputan\/kilas\/jabatan-luhut-panjaitan-nambah-lagi-kali-ini-urus-kereta-cepat-jakarta-bandung\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">nambah jabatan lagi?<\/a> Sekarang malah jadi Ketua Komite Kereta Cepat Antara Jakarta Bandung. Apa itu work-life balance bagi Pack Luhut?<\/p>\n<h4>#5 E-KTP<\/h4>\n<p>Ia jelas harus dibawa terus, lah. Walau sudah ada label \u201celektronik\u201d, kalau urus sesuatu KTP-mu ya tetap harus di fotokopi. Fyi aja.<\/p>\n<h4>#6 Serutan pensil<\/h4>\n<p>Biar kita paham, hukum di negara ini seperti pensil yang sedang diserut; tajam ke bawah, tumpul ke atas.<\/p>\n<h4>#7 Meteran gulung<\/h4>\n<p>Harusnya, ia selalu ada di kantongmu, biar sebagai ukuran aja, sih. Soalnya, social distancing sudah layaknya mitos belakangan ini.<\/p>\n<h4>#8 Teko emas<\/h4>\n<p>Dibawa saja, siapa tahu kalau digosok keluar jin bisa kasih tiga permintaan. Nanti salah satu permintaannya adalah kembalikan dana bansos yang masuk ke perut tikus-tikus licik negeri ini.<\/p>\n<h4>#9 Mouse komputer<\/h4>\n<p>Lantaran KPK sudah diperlemah, nggak bisa nangkap tikus negara, ya sudah kita tangkap \u201ctikus\u201d perangkat komputer saja.<\/p>\n<h4>#10 Wayang Bagong<\/h4>\n<p>Nggak, saya nggak bakal bilang karena negara ini seperti sebuah wayang dan ada dalang yang menggerakkan dari belakang. Saya sarankan wayang tokoh Bagong ini dibawa hanya untuk wangun-wangun saja. Hmmm, syukur-syukur kalau untuk refleksi\u2026. Refleksi teladan tokoh Bagong, maksud saya.<\/p>\n<h4>#11 Kripik yang terbuka dan berserakan<\/h4>\n<p>Mungkin begitu, ya, nasib bantuan sosial di masa pandemi yang dikorupsi. Terabaikan, nggak berguna, dan nggak tepat sasaran.<\/p>\n<h4>#12 Kartu remi<\/h4>\n<p>Lantaran hidup di Indonesia saat pandemi itu layaknya permainan remi, yakni penuh pertaruhan. Kecuali kalau kamu jago main. Terlebih kalau punya power. Main remi seperti main jabatan rasanya, mudah sekali.<\/p>\n<h4>#13 Kacamata hitam<\/h4>\n<p>Ia dibutuhkan sebagai penangkal silau. Ya, silau dengan prestasi pejabat-pejabat di negeri ini yang\u2014kok ya saat pandemi begini\u2014malah <a href=\"https:\/\/www.narasi.tv\/narasi-newsroom\/temuan-kpk-rata-rata-pejabat-makin-kaya-selama-pandemi-naik-rp1-m\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">makin kaya. <\/a><\/p>\n<h4>#14 Penggaris<\/h4>\n<p>Penggaris jelas untuk mengukur gap <a href=\"https:\/\/projectmultatuli.org\/ketimpangan-vaksinasi-di-indonesia-problem-yang-harus-dipecahkan-pemerintahan-jokowi-karena-indonesia-bukan-hanya-jakarta-jawa-dan-bali\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">ketimpangan ketersediaan vaksin<\/a> di Jawa dan pulau lainnya.<\/p>\n<h4>#15 Headphone<\/h4>\n<p>Ia dibutuhkan untuk menyumpal telingamu dari para pejabat yang meromantisasi kontestasi 2024. Padahal, genderang perang pemilihan umum belum dimulai.<\/p>\n<h4>#16 Uang 20 ribu<\/h4>\n<p>Korupsi Juliary atas potongan <a href=\"https:\/\/www.merdeka.com\/peristiwa\/perjalanan-kasus-bansos-perintah-juliari-potong-rp10-ribu-per-paket-berakhir-bui.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">uang paket bansos<\/a> untuk dua kepala keluarga.<\/p>\n<h4>#17 Face shield<\/h4>\n<p>Selain melindungi dari debu dan Covid-19, face shield juga berguna untuk menghalangi mata indahmu itu dari sampah virtual berupa baliho kepak sayap.<\/p>\n<h4>#18 Gitar<\/h4>\n<p>Kalau nggak tahu mau apa, gitaran saja. Nggak hanya kamu, kok, yang nggak tahu kudu ngapain di saat pandemi begini. Terawan waktu menjabat jadi Menkes juga nggak tahu mau apa.<\/p>\n<h4>#19 Lampu belajar<\/h4>\n<p>Ia berfungsi buat menerangi jalan gelap kehidupan kita yang ditinggal keluarga akibat pandemi Covid-19. (Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kesabaran. Pun semoga pemerintah jangan kebanyakan fafifu selebrasi karena sudah banyak nyawa yang melayang akibat telatnya mereka menanggulangi pandemi).<\/p>\n<h4>#20 Tisu<\/h4>\n<p>Tisu untuk menyeka air mata akibat tawa dan kelucuan pejabat negeri ini yang bikin guyonan di awal pagebluk pandemi. Misalnya, ketika Budi Karya bilang, \u201cCovid-19 tidak masuk ke Indonesia karena setiap hari kita makan nasi kucing.\u201d Hahaha funny sekali.<\/p>\n<h4>#21 Obat-obatan<\/h4>\n<p>Ayolah, pahami batas dirimu. Kalau sakit, ya, minum obat. Sudah seharusnya rakyat bantu rakyat, ya mosok pejabat ngurusin sakitmu. Mereka punya agenda dan kesibukannya masing-masing. Misalnya, Pak Airlangga Hartarto, selain sibuk jadi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia, blio juga sibuk pasang baliho di pinggir-pinggir ring road dengan tajuk, \u201cKerja untuk Indonesia 2024.\u201d Lah, emangnya sekarang nggak kerja, Pak?<\/p>\n<p>Itulah beberapa benda yang wajib dibawa dari ilustrasi meja kerja Pak Jokowi yang berserak. Kalau masker dan handsanitizer, ya, jangan ditanya, lah. Seperti hadirnya Pak Luhut dalam jajaran petahana: wajib ada!<\/p>\n<p><em>Sumber Gambar: Akun Twitter Joko Widodo<\/em><\/p>\n<h5><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i>ini<\/i><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Inilah pesan terselubung itu! <\/p>\n","protected":false},"author":130,"featured_media":144512,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13087],"tags":[13718,5840,13098],"class_list":["post-144509","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pojok-tubir","tag-meja-kerja-jokowi","tag-pandemi","tag-pilihan-redaksi"],"modified_by":"Audian Laili","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/144509","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/130"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=144509"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/144509\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/144512"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=144509"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=144509"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=144509"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}