{"id":144060,"date":"2021-10-10T12:04:38","date_gmt":"2021-10-10T05:04:38","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=144060"},"modified":"2025-11-25T12:18:30","modified_gmt":"2025-11-25T05:18:30","slug":"praktik-cross-border-bisa-hancurkan-umkm-lokal-kenapa-terus-dibiarkan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/praktik-cross-border-bisa-hancurkan-umkm-lokal-kenapa-terus-dibiarkan\/","title":{"rendered":"Praktik Cross-border Bisa Hancurkan UMKM Lokal, Kenapa Terus Dibiarkan?"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sudah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">checkout<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> barang apa saja hari ini? Berapa banyak uang yang Anda hemat saat belanja di <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">marketplace<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">? Ini sedikit basa-basi sebelum saya membuat Anda terjebak dalam <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">guilty pleasure<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sadarkah Anda, ketika Anda memenuhi rumah dengan barang sangat murah yang dibeli dari negara lain lewat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">marketplace<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, Anda sedang menjadi saksi matinya <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/stop-bilang-dagangan-umkm-di-tempat-wisata-itu-mahal\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">usaha milik rakyat<\/a> yang senegara dengan Anda? Memang, bukan Anda yang membunuh. Tapi, Anda sedang mendukung satu praktik perdagangan yang sebenarnya mencekik rakyat pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Praktik itu bernama perdagangan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">cross-border<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2>Kehadiran Pedagang Model Baru<\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seperti namanya, perdagangan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">cross-border<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> berarti perdagangan lintas batas. Batas yang dimaksud di sini adalah batas negara. Dengan kehadiran perdagangan model ini, hasil produksi dari tiap negara bisa terdistribusi tanpa lagi terhalang batas-batas negara. Kalau antar-negara yang sepadan kekuatannya sih, jadinya pertukaran. Lah kalau tidak sepadan?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ya seperti yang terjadi di Indonesia. Praktik perdagangan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">cross-border<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang umum muncul di <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">marketplace<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> jelas tidak sepadan dengan UMKM. Banjir barang murah dari luar negeri membuat produsen barang barang lokal, terutama para UMKM, dihadapkan pada simalakama. Mau ikut banting harga? Ya bisa, tapi dalam tempo sesingkat-singkatnya usaha pun akan gulung tikar karena harga jual sulit menutup modal. Mau berdagang dengan harga normal? Jelas bakal ditinggal pembeli bertipe nggak-peduli-barangnya-dari-mana-yang-penting-murah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apakah kalian tahu bagaimana negara-negara tertentu bisa ongkos produksi pabrik di negara-negaranya, sehingga mereka dikenal sebagai eksportir barang murah? Salah satunya, karena persaingan kerja di negara setempat sangat ketat, sehingga ada banyak sekali tenaga kerja yang mau dibayar sangat murah. Trik lainnya, ada dugaan negara tertentu sengaja menurunkan nilai tukar mata uangnya sendiri agar barang yang mereka ekspor menjadi sangat murah saat diperdagangkan di negara lain.<\/span><\/p>\n<h2>Mengubah Cara Pola Pikir<\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, singkirkan jauh-jauh pikiran, \u201cYaelah, kalau emang nggak bisa bersaing secara harga, nggak usah nyalahin barang murah dari luar negeri dong!\u201d Lah, kamu sendiri mau UMR di Indonesia ditekan jadi sangat rendah demi ongkos produksi murah? Kamu mau rupiah sengaja dibikin melemah di hadapan mata uang asing? Atau kamu lebih senang <\/span><a href=\"https:\/\/www.cnnindonesia.com\/teknologi\/20210729213131-206-674057\/137-juta-umkm-sudah-jualan-online-masih-terfokus-di-jakarta\"><span style=\"font-weight: 400;\">13,7 juta UMKM<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> yang sekarang jualan di <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">marketplace-marketplace<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> Indonesia hidup segan mati tak mau? Apa kamu mau, dari 117 juta tenaga kerja UMKM di Indonesia (<\/span><a href=\"https:\/\/kompaspedia.kompas.id\/baca\/paparan-topik\/potret-dan-tantangan-umkm-di-indonesia\"><span style=\"font-weight: 400;\">data 2018<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">), satu per satu kehilangan pekerjaan karena tempat kerja mereka kalah saing sama produk murah luar negeri?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memang, kita sendiri kerap memilih barang termurah saat berbelanja karena pendapatan kita pun tak banyak. Tapi setidaknya, berpikirlah baik-baik. Bayangkan, betapa ironis jika kita berjuang menghemat uang, tapi pelan-pelan sambil menghabisi mata pencaharian tetangga, teman, dan saudara sendiri. Makin ironis kalau kita yang hobi belanja barang luar negeri juga bekerja di UMKM. Lah, menghabisi diri sendiri dong. Kan nggak masuk akal, Beb.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Begitulah kenyataan sedih hari ini. Ketika pandemi <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/ifortepreneur-semua-semua-ada-di-internet-usahamu-juga-dong\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">menuntut digitalisasi bisnis<\/a> karena perdagangan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">offline <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">megap-megap, di <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">marketplace <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">produk UMKM lokal justru harus <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">head-to-head<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dengan produk luar negeri yang sudah diintervensi sedemikian rupa agar harganya sangat murah.<\/span><\/p>\n<h2>Jangan Hanya Menyalahkan Konsumen<\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bukan hanya konsumen, pemerintah juga perlu mengambil kebijakan tegas. Jangan heran, Ketua Umum Asosiasi UMKM Indonesia (Akumindo) Ikhsan Ingratubun sampai mempertanyakan kenapa pemerintah sangat lamban melindungi UMKM lokal dari praktik <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">cross-border<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> di <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">marketplace<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cMengenai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">cross-border <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">di <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">e-commerce<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, saya telah diundang Mendag dan salah satu dirjennya, namun hingga kini belum ada tindak lanjut merevisi Permendag Nomor 50 Tahun 2020 (tentang Perizinan Usaha, Periklanan, Pembinaan, dan Pengawasan Pelaku Usaha dalam Perdagangan melalui Sistem Elektronik). Jadi, di mana keberpihakan pemerintah dalam melindungi UMKM lokal?\u201d demikian Ikhsan mengeluh, saya kutip dari <\/span><a href=\"https:\/\/www.liputan6.com\/bisnis\/read\/4678542\/praktik-cross-border-berpotensi-matikan-bisnis-umkm\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Liputan6<\/span><\/i><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sikap diem-diem baenya pemerintah ini makin aneh karena perdagangan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">cross-border<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> bukan cuma merugikan UMKM, tapi juga pemerintah. Lah gimana, praktik ini memasang harga murah sebagai salah satu <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">cara menghindari bea masuk<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> karena barang yang nilainya di bawah 3 dolar AS memang dibebaskan dari bea masuk.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cDalam perdagangan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">cross-border<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, terjadi tindakan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">splitting<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> atau memecah transaksi pembelian barang impor agar bebas bea masuk. Hal ini, tentu membuat UMKM lokal kalah saing sehingga muncullah istilah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">e-commerce <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">domestik dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">cross-border<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">,\u201d jelas Ikhsan lagi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selama tidak ada usaha mengatur praktik <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">cross-border<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, UMKM tidak akan beranjak dari keterpurukan.<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/testi-dan-rating-marketplace-harus-diubah-agar-hasilnya-lebih-valid\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Testi dan Rating Marketplace Harus Diubah agar Hasilnya Lebih Valid<\/a>\u00a0<\/strong><\/p>\n<h5><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i>ini<\/i><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Para konsumen dan pemerintah sedang menghancurkan UMKM lokal dengan mendukung dan membiarkan praktik perdagangan cross-border. <\/p>\n","protected":false},"author":793,"featured_media":102283,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_comment_section":"1"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","format":"standard","subtitle":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":{"post_split":[{"template":"1","tag":"h2","numbering":"asc","mode":"normal","first":"0","enable_toc":"0","toc_type":"normal"}]},"footnotes":""},"categories":[13087],"tags":[10943,13695,10483,13696,3249,13098,5828],"class_list":["post-144060","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pojok-tubir","tag-barang-murah","tag-cross-border","tag-e-commerce","tag-impor","tag-marketplace","tag-pilihan-redaksi","tag-umkm"],"modified_by":"Anggi Thoat Ariyanto","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/144060","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/793"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=144060"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/144060\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/102283"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=144060"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=144060"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=144060"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}