{"id":143705,"date":"2021-10-08T12:30:00","date_gmt":"2021-10-08T05:30:00","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=143705"},"modified":"2021-10-07T23:36:28","modified_gmt":"2021-10-07T16:36:28","slug":"andai-jokowi-dan-tokoh-tokoh-politik-indonesia-jadi-tetangga-anda","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/andai-jokowi-dan-tokoh-tokoh-politik-indonesia-jadi-tetangga-anda\/","title":{"rendered":"Andai Jokowi dan Tokoh-tokoh Politik Indonesia Jadi Tetangga Anda"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center;\"><em>Bagaimana rasanya punya tetangga macam Jokowi, Puan, dan Ahok?<\/em><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mungkin Anda sama seperti saya, belum pernah ketemu presiden atau pejabat di dunia nyata. Meskipun Anda sering nyinyirin atau membela perilaku mereka, tapi belum pernah melihat langsung apalagi bertetangga. Wajar sih kalau bicara pejabat. Mau melihat mereka kunjungan saja harus desak-desakan dan rebutan. Salah-salah malah jadi kluster Covid-19.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi, pernahkah membayangkan kalau tokoh besar negara ini hidup sebagai tetangga Anda? Menjadi manusia yang tak ubahnya bapak-bapak sarungan di pos ronda. Bagaimana perilaku mereka di kampung? Dan bagaimana Anda memandang mereka sebagai warga biasa?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau belum, mari saya bantu untuk berandai-andai. Dengan berlandaskan ciri khas mereka selama jadi tokoh, mari kita reduksi karakter mereka sampai taraf RT. Yah kan bayangin dulu, toh kayaknya sulit untuk jadi kenyataan.<\/span><\/p>\n<h4><b>Jokowi, Pak RT yang iya-iya aja sama warga<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jokowi adalah ketua RT yang berangkat dari jualan perabot rumah. Oleh karena dekat dengan pemilik toko sembako Bu Mega, Pak Jokowi jadi kandidat kuat di percaturan politik RT Anda. Enaknya, mau usul program apa pun akan ditanggapi dengan \u201cya\u201d tanpa sibuk membolak-balik proposal. Kalau kerja bakti, berangkat paling pagi sambil menyiapkan snack bareng istrinya.<\/span><\/p>\n<h4><b>Puan Maharani, juragan sembako, keturunan leluhur kampung<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mbak Puan meneruskan usaha toko sembako Bu Mega. Disegani warga karena boleh ngutang di toko blio. Eyang Mbak Puan adalah tokoh yang membuka kampung itu dari hutan belantara. Kalau ada bantuan lelayu atau nikahan, pasti \u201cdiimbau\u201d untuk beli di toko sembako Bu Mega. Tukang angkut Mbak Puan terkenal garang dan suka pakai jersey Chicago Bulls.<\/span><\/p>\n<h4><b>SBY, mantan RT, purnawiranan yang pengin anaknya tampil<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pak SBY selalu dandan klimis, mengingat jabatannya di tentara yang nggak tinggi-tinggi banget. Menikmati uang pensiun untuk beli alat lukis dan musik, meskipun skill-nya biasa banget. Meski sudah pensiun, sampai hari ini masih cawe-cawe urusan kampung. Selalu berharap agar anaknya besok jadi ketua RT.<\/span><\/p>\n<h4><b>Prabowo, purnawirawan galak yang jadi selalu runner up pemilu RT<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau Pak Prabowo masih suka pakai kaos loreng dan celana kargo. Terkenal galak kalau rapat RT. Dari jaman Pak SBY jadi RT, Pak Prabowo selalu nyalon. Tapi, sampai hari ini kalah terus. Biar nggak banyak rewel, akhirnya blio diangkat jadi koordinator hansip setempat.<\/span><\/p>\n<h4><b>Risma, ibu-ibu yang galaknya naudzubillah<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pecel Mbok Risma selalu jadi incaran sarapan warga. Tapi memang harus tebal telinga kalau beli. Outfit nggak matching saja bisa dikomentarin Mbok Risma. Gapapa galak, karena pecelnya memang enak. Oleh pak RT diminta jadi koordinator urusan sumbangan lelayu dan hajatan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Oh iya, Mbok Risma ini bukan bakulnya. Beliau kebetulan bikin usaha pecel aja, tapi yang jalanin orang lain.<\/span><\/p>\n<h4><b>Anies, selalu ngisi khotbah Jum\u2019at karena keturunan Arab<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pak Anies ini tipikal pekerja kantoran. Kalau rapat RT masih pakai kemeja kantor. Setiap ngomong suka pakai bahasa njelimet meskipun ra mashok. Sering melempar wacana yang bikin warga harus kerja ekstra. Kalau Jum\u2019atan pasti diminta khotbah. Semata-mata karena keturunan Arab dan kolkolah yang enak didengar.<\/span><\/p>\n<h4><b>Ridwan Kamil, Selebgram idola karang taruna<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pak Kamil ini bapak muda idola remaja. Paling melek media sosial, meskipun masih kuat mental bapak-bapaknya. Tapi gapapa, karena di mata karang taruna malah nggemesin. Kalau rapat RT nggak banyak usul, dan sibuk ngurusin taman RT dan estetika lain.<\/span><\/p>\n<h4><b>Dedi Mulyadi, bapak-bapak dikira dukun, tapi memang doyan klenik<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Rumah Kang Dedi terkenal angker. Penampilan blio juga sama angkernya. Kalau ngomong waktu ronda, pasti membahas dunia klenik. Padahal Kang Dedi Cuma nyentrik saja. Tapi, oleh warga sering diminta mendoakan bayi, ngurus ari-ari, sampai menghitung kapan tujuh harian warga meninggal.<\/span><\/p>\n<h4><b>Amien Rais, bapak-bapak yang suka nyinyirin Pak RT<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mbah Amien memang sudah uzur. Tapi kalau rapat RT, masih terasa api marahnya. Ada yang main remi, diusir. Ada yang mabuk, diusir. Ada yang memuji Pak RT, diusir. Dihormati warga karena paling rajin azan Subuh. Anak-anaknya sering dinyinyirin karena jarang ikut kerja bakti apalagi sinoman. Tapi, pernah nyumbang gerobak sampah. Cuma sekali saja sih.<\/span><\/p>\n<h4><b>Ma\u2019ruf Amin, sesepuh kampung<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Oleh karena disegani, Haji Ma\u2019ruf diangkat jadi wakil ketua RT. Kalau ke masjid paling rajin, dan selalu sholat lima waktu. Sering tidak ikut rapat RT karena usia yang sepuh. Kalaupun ikut, pasti juga ketiduran.<\/span><\/p>\n<h4><b>Ganjar, your typical good guy\u00a0<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pak Ganjar suka nge-joke dan kumpul-kumpul. Bukan jadwal ronda saja tetap datang buat ngobrol. Disukai warga apalagi ibu-ibu karena orangnya supel. Memang pernah bermasalah gara-gara lahan parkir pasar. Tapi, karena supelnya orang jadi lupa. Digadang calon kuat RT yang bikin Mbak Puan senewen. Apalagi Pak Ganjar sering utang beras di toko sembako Bu Mega.<\/span><\/p>\n<h4><b>Luhut, sekretaris RT yang suka bikin kegiatan<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pak Luhut juga purnawirawan seperti Pak SBY dan Prabowo. Tampilannya memang galak, meskipun tidak segalak Mbok Risma. Kalau mau proposal karang taruna tembus, minta persetujuan Pak Luhut dulu sebelum ke Pak RT. Setiap ada acara pasti jadi ketua dan memberi sambutan. Mau acara tirakatan, kerja bakti, sampai tarkam selalu dipegang Pak Luhut.<\/span><\/p>\n<h4><b>Ahok, juragan pertamini<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Koh Ahok punya depot isi bensin kecil dan toko obat. Galaknya sebelas dua belas dengan Bu Risma. Kalau kisruh dengan warga RT lain, Koh Ahok bakal maju paling depan. Tapi, sering tidak ada di rumah karena sibuk mengurus toko. Sasaran karang taruna buat pengajuan proposal meskipun sering nggoblok-goblokin.<\/span><\/p>\n<h4><b>Sultan HB X, juragan tanah RT sebelah<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Oleh karena punya gelar bangsawan Jawa, Pak Sultan sering dipuja-puja warga. Kalau mampir ke pos ronda tidak pernah lesehan. Tanahnya di mana-mana meskipun banyak yang sengketa. Sekarang sibuk mengurus kemitraan dengan waralaba penginapan.<\/span><\/p>\n<h4><b>Rhoma Irama, punya organ tunggal<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bang Rhoma adalah musisi kampung. Meskipun yang dimainkan juga cuma dangdutan. Punya organ tunggal dan masih ngeyel untuk nyanyi di kondangan. Pengin jadi ketua RT tapi tidak ada yang mengajukan. Lha gimana, bisanya cuma ngurusin organ tunggal.<\/span><\/p>\n<h4><b>Gibran, ketua karang taruna tapi nggak pernah ikut tarkam<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mas Gibran ini anak Pak Jokowi, alias Pak RT. Banyak yang nyinyir kalau Mas Gibran jadi ketua karena pengaruh sang bapak. Kalau sepak bola tarkam, Mas Gibran ikut tapi duduk di bangku cadangan. Daripada nganggur, akhirnya blio berlagak jadi pelatih.<\/span><\/p>\n<h4><b>Kaesang, punya kedai kopi<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mas Kaesang ini adiknya Mas Gibran, anaknya Pak Jokowi juga. Orangnya indie banget dan punya usaha kedai kopi. Sering ngutang gula di toko sembako Bu Mega juga. Lebih gampang dicari di media sosial daripada di rapat karang taruna. Kalau tidak ngurusi kedai, Mas Kaesang sibuk jadi admin akun shitposting.<\/span><\/p>\n<h4><b>AHY, anaknya Pak SBY<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mas AHY ini seperti duplikat bapaknya. Pengin jadi ketua karang taruna, tapi kalah saing sama Mas Gibran. Disukai ibu-ibu kampung karena gagah, anteng, dan tidak neko-neko. Tapi, kalau main remi sering kalah. Kalau tarkam, sering dipasang jadi striker sama Mas Gibran. Pekewuh, katanya.<\/span><\/p>\n<p><b>Jan Ethes, idola posyandu<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jan Ethes adalah balita yang sering jadi rebutan buat digendong. Anak Mas Gibran ini sering <a href=\"https:\/\/www.tribunnews.com\/nasional\/2021\/09\/19\/kangen-cucu-jokowi-berakhir-pekan-bersama-jan-ethes-sambil-naik-sepeda\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">diantar<\/a> Pak Jokowi ke masjid buat TPA. Bapak dan eyangnya kecipratan tenar gara-gara adek satu ini.<\/span><\/p>\n<h5><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i>ini<\/i><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>WKWKK Ahok juragan pertamini, rusak wis rusak.<\/p>\n","protected":false},"author":793,"featured_media":143706,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12907],"tags":[4512,5334,2282,559,9363],"class_list":["post-143705","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-hiburan","tag-ahok","tag-amien-rais","tag-gibran","tag-jokowi","tag-puan"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/143705","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/793"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=143705"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/143705\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/143706"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=143705"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=143705"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=143705"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}