{"id":143427,"date":"2021-10-07T06:00:12","date_gmt":"2021-10-06T23:00:12","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=143427"},"modified":"2021-10-06T22:19:12","modified_gmt":"2021-10-06T15:19:12","slug":"kiat-kiat-biar-nggak-terjebak-investasi-bodong","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kiat-kiat-biar-nggak-terjebak-investasi-bodong\/","title":{"rendered":"Kiat-kiat biar Nggak Terjebak Investasi Bodong"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa bulan terakhir, berita tentang maraknya investasi bodong jadi informasi yang arusnya sulit dibendung. Adalah para korban yang akhirnya speak up melalui utas di Twitter dan berbagai media. Masalahnya, para korban mengaku kehilangan hingga ratusan juta. Gila, gila. Tentu itu bukan nominal yang sedikit. Untuk hal ini, semoga saja para korban bisa segera mendapatkan apa yang diinvestasikannya kembali.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tanpa maksud tidak peduli terhadap para korban, mohon maaf, sebetulnya di waktu mendatang kita nggak boleh kegocek lagi oleh investasi bodong. Apa pun modusnya, siapa pun yang menawarkan. Sebab, template-nya gitu-gitu aja. Sebelas-dua belas lah dengan para motivator yang menawarkan kesuksesan secara instan. Atau penipu yang suka melancarkan aksinya via telepon dan SMS. Pelaku yang menawarkan investasi bodong selalu memberi fantasi tentang cara instan menjadi kaya raya-banyak harta, dengan melipatgandakan uang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada dua poin yang harus digarisbawahi sebelum saya lanjut bercerita. <\/span><b>Pertama<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">, ini tentang investasi bodong yang nggak jelas proses dan juntrungannya, ya. Beda, dong, dengan investasi resmi seperti yang dikelola oleh badan profesional yang, tahu arahnya ke mana dan jelas pertanggungjawabannya. <\/span><b>Kedua<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">, zaman sekarang, emang ada gitu, orang yang berbaik hati pengin bantu sampean kaya raya dengan cara melipatgandakan uang atau harta benda yang dimiliki? Ngimpi kali, ah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jangan salah paham dulu. Saya cerita begini bukan karena rasa benci membabi-buta terhadap para pelaku investasi bodong. Melainkan karena terhitung sudah dua kali ditawarkan investasi bodong oleh orang yang cukup saya kenal di circle pertemanan. Beruntung, karena saya coba bercerita terlebih dahulu ke beberapa teman, meminta saran, sekaligus cari informasi tambahan, sampai akhirnya saya bisa terhindar dari investasi bodong.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kala itu, rasa khawatir saya terbayar tuntas ketika beberapa minggu kemudian, ada kabar bahwa teman yang menawarkan investasi tersebut terlibat kasus. Dia tidak menepati janjinya, menghilang begitu saja. Dan akhirnya dicari oleh beberapa kenalan yang, ternyata ditawari investasi juga sebelumnya sekaligus mempercayakan uangnya untuk dilipatgandakan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebetulnya, modus awal penawaran investasi bodong ini agak nganu dan sangat-sangat mudah ditebak. Siapa pun pelakunya, orang yang sudah dikenal atau belum dikenal, selalu menyapa dengan ramah tapi canggung. Sedikit menjilat dengan berkata, \u201cWeh, udah sukses nih sekarang. Denger-denger udah jadi bos, ya?\u201d. Entah direspons atau nggak, lanjutannya akan seperti ini, \u201cAku ada usaha, nih. Menjanjikan, lah. Kamu mau ikut join, nggak? Nanti kita bagi hasil. Hitung-hitungannya ada. Kamu invest lima juta, dua minggu lagi aku balikin jadi delapan juta.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lucunya, ketika ditanya usahanya dalam bidang apa, prosesnya sudah sampai mana, kontrak perjanjiannya ada atau nggak, si pelaku selalu pakai alasan yang template juga: tar-sok-tar-sok-ada kok tenang aja. Intinya, sih, selalu menghindar. Kalau sudah begini, saran saya mending hindari, deh. Daripada dikadalin dan uang ngilang secara cuma-cuma.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, jangan langsung luluh ketika pelaku berani menjaminkan kartu identitas. Sebab, nggak ada jaminan juga kartu identitas yang diberikan itu valid. Jangan sampai kegocek dua kali. Nyesek, Sob. Sekalipun ada kontrak perjanjian, dibaca dengan teliti lagi. Ada klausul yang memberatkan atau malah merugikan nggak. Satu yang penting, kontrak perjanjiannya punya kekuatan hukum yang kuat nggak. Untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk dari yang paling buruk aja, sih. Intinya, jangan terlalu gegabah dan terbuai, lah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Template kedua yang biasa dilakukan adalah dengan memelas berharap dapat simpati, \u201cAyolah, hitung-hitung bantu teman yang lagi merintis usaha. Kalau nggak bisa jutaan, ratus ribuan juga nggak apa-apa.\u201d Sorry to say, untuk poin ini sangat lawak. Masa bantu teman tapi dipatokin berapa nominalnya, sih.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lebih dari itu, sebagian dari kita mungkin lupa. Menggandakan uang dengan cara dan proses yang terlalu ngawang-ngawang, pasti akan melalui tahapan yang kurang wajar. Bahkan, sering kali di luar nalar. Itulah kenapa, nggak heran kalau dari berita yang mencuat, para pelaku yang menawarkan investasi bodong ujung-ujungnya akan merealisasikan lirik lagunya Bang Rhoma Irama dalam melancarkan aksinya, \u201cGali lobang tutup lobang, pinjam uang bayar hutang.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Maka dari itu, sebaiknya kita taruh nalar selalu di depan. Kekayaan pasti tidak bisa diraih secara instan. Pasti ada usahanya, dan tak mungkin hanya sepele. Ketimbang kalian kehilangan uang akibat hal-hal yang sebenarnya bisa dihindari, mending tetep kerja, kerja, kerja biar bisa kaya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Atau jadi menantu miliarder.<\/span><\/p>\n<h5><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i>ini<\/i><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Nalar, nalar, dan nalar lagi.<\/p>\n","protected":false},"author":24,"featured_media":143561,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13085],"tags":[13657,5796,10454],"class_list":["post-143427","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ekonomi","tag-investasi-bodong","tag-kekayaan","tag-keuntungan"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/143427","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/24"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=143427"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/143427\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/143561"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=143427"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=143427"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=143427"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}