{"id":142577,"date":"2021-10-02T13:00:23","date_gmt":"2021-10-02T06:00:23","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=142577"},"modified":"2021-10-02T13:39:34","modified_gmt":"2021-10-02T06:39:34","slug":"kraton-jogja-ingin-terbuka-bagi-kaum-muda-dengan-sibuk-renovasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kraton-jogja-ingin-terbuka-bagi-kaum-muda-dengan-sibuk-renovasi\/","title":{"rendered":"Kraton Jogja Ingin Terbuka bagi Kaum Muda dengan Sibuk Renovasi? Nice!"},"content":{"rendered":"<p><em>Kraton Jogja tampaknya lagi punya gawe, nih!<\/em><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya tahu, Anda pasti sudah lelah dengan uring-uringan perihal Jogja. Ya gimana lagi, kelucuannya tak pernah usai. Saya kadang miris, lho. Simbol kedigdayaan masa kerajaan Nusantara kini dirujak oleh kawula muda Jogja. Seperti seorang jompo yang ditertawakan karena pemikiran yang kelewat boomer dan tidak relevan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mungkin karena ini, Sri Sultan HB X ingin Kraton Jogja terbuka bagi generasi muda. Seperti yang dilansir oleh harianjogja.com, GKR Bendara dan putri sultan yang lain didawuhi untuk repackaging budaya Kraton agar bisa lebih membuka diri. \u201cNgarsa Dalem dawuh kepada kami berlima bagaimana kami bisa membuka diri kepada generasi-generasi penerus saat ini dengan cara yang lebih kekinian,\u201d ujar putri bungsu Sultan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya penasaran, bagaimana implementasinya? Apakah Kraton Jogja akan membuka lagi Alun-alun Utara sebagai ruang publik kaum muda? Apakah nanti akan banyak event tanpa cawe-cawe boomer pemerintahan yang hobi pidato? Apakah Jogja akan membuka kesempatan kaum muda UMR rendah untuk punya rumah dengan harga murah? Atau punya kesempatan jadi gubernur, eh, nggak jadi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jawabannya tidak sesuai ekspetasi saya. Sebagai wujud proyek &#8220;repackaging budaya&#8221;, Kraton Yogyakarta kini tengah melakukan renovasi besar-besaran baik eksterior maupun interior. Tentu ini tanpa mengubah esensi dari nilai-nilai budaya yang melekat. Tujuannya agar pemanfaatan teknologi bersinergi dengan budaya yang tersemat di kompleks Kraton.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebentar. Repackaging budaya adalah kata lain dari proyek romantisasi aset Kraton lagi?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lha, jelas ra mashok. Mimpi repackaging budaya malah diimplementasikan sebagai proyek renovasi. Padahal selama ini proyek renovasi macam ini adalah sasaran utama nyinyiran kaum muda pada Kraton.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lagipula, kita kan bicara budaya. Kalau bicara budaya, dari rasa dan pikiran harus terlibat. Bagaimana kaum muda bisa melihat Kraton mengayomi mereka tanpa kehilangan keangkeran sebuah monarki? Ketika Kraton hadir sebagai pengayom, kaum muda Jogja sampai Indonesia bisa menerima budaya warisan Pangeran Mangkubumi sebagai hal yang relevan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kraton harus terbuka dalam merangkul kaum muda, dari aspirasi sampai kebutuhan hidup. Dari perkara kreativitas, sampai produktivitas kerja. Pasalnya, itulah cara terbaik untuk membuat kaum muda Jogja merasakan budaya adiluhung penerus Mataram ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagaimana kaum muda bisa terayomi, kalau punya rumah di Jogja saja tinggal mimpi. Apalagi dengan gaji mereka yang terlalu menyedihkan. Kaum muda Jogja terancam tergusur dari tanah tumpah darahnya sendiri. Bukan karena dijajah Belanda seperti dulu, tapi tergusur oleh serangan konglomerasi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gentrifikasi jadi momok kaum muda Jogja. Nah, Kraton Jogja bisa tuh pasang badan untuk melindungi perkara agraria ini. <a href=\"https:\/\/tirto.id\/asal-usul-tanah-desa-dari-kepunyaan-negara-jadi-milik-keraton-gjHZ\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Sultan Ground (SG)<\/a> yang sudah mencuri hak tanah desa bisa jadi jawaban perumahan murah bagi kaum muda. Daripada jadi lokasi wisata yang nggak nyambung, atau jadi bandara yang bermasalah dengan AMDAL, mending sediakan ruang hidup dan kerja bagi kaum muda.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau usulan saya dirasa terlalu jauh, coba kita turunkan levelnya. Minimal Kraton terbuka dengan menyediakan ruang publik bagi aspirasi kaum muda Jogja. Ruang di mana mereka bisa mengembangkan ide dan kreativitas dalam hal yang muda banget. Entah skate park, taman kota (yang tidak cuma pajangan), atau panggung bersama. Pokoknya, terbuka tanpa regulasi aneh-aneh.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jangan sampai taman kreatif dan edukasi malah berakhir jadi mal. Seperti mal yang itu tuh, yang berada di jalan antar provinsi yang sudahlah itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi realitanya, Kraton terjebak oleh kebiasaan buruk semenjak memenangkan dana keistimewaan. Lagi-lagi Kraton menganggap semua jawaban berada di renovasi dan revitalisasi objek wisata dan bangunan semata. Dikit-dikit renovasi, bahkan di masa pandemi. Masa di mana anggaran Kraton lebih bermanfaat untuk bantuan sosial daripada jadi pinjaman koperasi yang jelas ra mashok.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya hargai Ngarso Dalem punya ide mulia untuk membuka Kraton bagi kaum muda. Toh, di usia sepuh dan (katanya) masih kerja 24\/7, ide ini menjadi bukti bahwa blio tidak pernah berhenti memikirkan <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">monarki<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> rakyat Jogja. Tapi tolonglah, implementasinya agak kreatif sedikit.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mosok semua masalah Jogja diselesaikan dengan pembangunan yang sifatnya romantisasi menghabiskan anggaran? Wisata sepi, renovasi. Promosi budaya, renovasi. Sampai pandemi dijawab dengan renovasi! Lama-lama, besok geger gedhen suksesi kekuasaan Kraton dijawab dengan renovasi, kali, ya.\u00a0<\/span><\/p>\n<h5><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i>ini<\/i><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Hubungannya apa??!!!<\/p>\n","protected":false},"author":793,"featured_media":142587,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13087],"tags":[546,10303,507,12565],"class_list":["post-142577","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pojok-tubir","tag-anak-muda","tag-kraton-jogja","tag-milenial","tag-renovasi"],"modified_by":"Audian Laili","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/142577","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/793"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=142577"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/142577\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/142587"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=142577"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=142577"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=142577"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}