{"id":142344,"date":"2021-09-30T12:30:50","date_gmt":"2021-09-30T05:30:50","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=142344"},"modified":"2021-09-30T10:52:35","modified_gmt":"2021-09-30T03:52:35","slug":"hanya-stasiun-tv-yang-pede-bikin-konten-edukasi-tapi-dipatahin-sendiri","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/hanya-stasiun-tv-yang-pede-bikin-konten-edukasi-tapi-dipatahin-sendiri\/","title":{"rendered":"Hanya Stasiun TV yang Pede Bikin Konten Edukasi tapi Dipatahin Sendiri"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat ini dunia pertelevisian Indonesia sedang berkembang pesat. Berkembang pesat di YouTube maksudnya. Tapi nggak masalah, yang penting berkembang dan semoga bisa memicu para stasiun TV untuk membuat program-program lain yang lebih mendidik dan menghibur tentunya. Eh tapi sebenarnya masalah sih, soalnya YouTube nggak ada lembaga ratingnya. Alias mau seberapa banyak yang nonton di YouTube nggak akan memengaruhi rating televisi itu. Apalagi biasanya justru reuploader yang mengunggah siaran televisi di YouTube secara cepat. Dan akhirnya yang untung ya mereka-mereka itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi biarin itu jadi urusan mereka. Kita urusin aja yang jadi urusan kita. Dan kebetulan urusan itu sering banget terjadi televisi-televisi lho. Jadi gini, di televisi sekarang lagi banyak konten-konten yang saling berkontradiksi antara konten edukasi dengan konten hiburan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi gini. Sekarang itu seringkali televisi membuat konten edukasi di program A. Nah, nanti hal edukatif yang ada di konten A tadi bakal dipatahin di program hiburan B di stasiun TV yang sama.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya jelasin dikit di mana letak kontradiktifnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi kontradiksi yang terjadi di TV itu misal di program A disebutkan jika berbahaya memasak menggunakan teflon dengan sutil besi. Sebab bisa mengikis lapisan antilengketnya yang berbahaya bagi tubuh. Atau memasak dengan teflon yang sudah mengelupas lapisan anti lengketnya karena bisa menyebabkan kanker dan lain-lainnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, di program B yang merupakan program kuliner, di sana terpampang nyata bagaimana proses masaknya menggunakan teflon yang sudah mengelupas sana-sini. Sudah begitu, menggunakan sutil besi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Contoh lain, akhir-akhir ini TV lagi rajin nayangin konten soal kuliner yakni mengenai bahan pewarna. Misal di program A membahas mengenai dampak pemakaian pewarna tekstil bagi tubuh. Sedangkan di program lain yang memiliki genre masak-masak khususnya konten masakan tradisional seringkali memasak menggunakan pewarna yang cukup banyak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal-hal semacam ini terlihat sepele. Namun, hal seperti ini justru menegaskan bahwa stasiun televisi tidak benar-benar hendak memberikan edukasi kepada pemirsa. Melainkan hanya memikirkan sisi komersialnya saja. Atau dalam kata lain, telah terjadi inkonsistensi serta pelepasan tanggung jawab di stasiun TV tersebut terhadap dampak yang akan ditimbulkan kepada pemirsa. Yang bahkan dimulai dari hal-hal yang sangat kecil.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kemudian bagaimana dengan hal-hal yang lebih besar? Misal ketersediaan konten-konten yang ramah anak, konten yang dapat dinikmati bersama dengan keluarga, konten yang tanpa mengandung berita salah atau hoaks. Bagaimana pula tanggung jawab stasiun televisi mengenai konten berita yang berimbang, akurat, serta terpercaya? Apakah masih dapat dipertanggungjawabkan sampai sekarang?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terus gimana caranya biar tayangan di tv itu mendidik, berkualitas,\u00a0 dan bertanggung jawab? Gampang aja sih, nggak usah ditonton program-program yang kayanya kurang sreg gitu. Nanti ratingnya turun terus bakalan ganti program lain. Nah, nanti berdoa aja siarannya lebih bagus.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memangnya, seharusnya bagaimana sih isi sebuah program TV itu?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di Pasal 36 UU Penyiaran disebutkan ada enam pasal. Pertama, isi siarannya wajib mengandung informasi, pendidikan, hiburan, dan bermanfaat bagi bangsa. Kedua, TV kita harus nayangin sekurangnya 60 persen konten lokal. Ketiga, isi siaran harus memberikan perlindungan baik itu ke anak-anak dan remaja. Keempat, isinya wajib netral. Kelima, nggak mengandung fitnah, menghasut atau bohong, cabul, perjudian, sama penyalahgunaan narkotika. Keenam, isi siaran nggak boleh destruktif.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan melihat pasal tersebut saja, kita jadi tahu masalah program stasiun TV itu seabrek. Perbaikan jadi nggak boleh hanya sekadar wacana aja, tapi wajib dilakukan secepatnya. Kalau nggak, ya kita hanya bisa melihat konten yang dibilang jelek aja belum tetap bertebaran di stasiun TV. Contohnya ya konten kontradiktif tadi, mau sampe kapan kita liat kegoblokan tersebut?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebenarnya, ada satu cara lagi, yaitu lapor KPI. Tapi, KPI-nya aja kek gitu\u2026<\/span><\/p>\n<h5><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i>ini<\/i><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Gimana si, Kawand?<\/p>\n","protected":false},"author":765,"featured_media":60179,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13083],"tags":[12061,2266,1452,13576,2418,157],"class_list":["post-142344","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-acara-tv","tag-edukasi","tag-hiburan","tag-konten","tag-kontradiktif","tag-stasiun-tv","tag-youtube"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/142344","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/765"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=142344"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/142344\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/60179"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=142344"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=142344"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=142344"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}