{"id":142186,"date":"2021-09-29T14:00:24","date_gmt":"2021-09-29T07:00:24","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=142186"},"modified":"2021-09-29T13:16:11","modified_gmt":"2021-09-29T06:16:11","slug":"stereotip-keliru-tentang-perempuan-yang-kuliah-di-jurusan-teknik-mesin","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/stereotip-keliru-tentang-perempuan-yang-kuliah-di-jurusan-teknik-mesin\/","title":{"rendered":"Stereotip Keliru tentang Perempuan yang Kuliah di Jurusan Teknik Mesin"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada beberapa jurusan kuliah yang identik dengan jenis kelamin tertentu. Misalkan jurusan psikologi, keperawatan dan tata rias biasanya didominasi perempuan. Sementara jurusan teknik, utamanya teknik mesin sangat identik dengan laki-laki. Meskipun begitu, ada juga orang yang memutuskan menjadi minoritas. Misalnya, saya yang mengambil jurusan teknik mesin di salah satu kampus negeri di Surabaya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kenapa saya mengambil jurusan teknik mesin? Ya karena passion, anggap aja gitu. Tapi, kita nggak bahas itunya. Saya ingin bahas stereotip yang beredar tentang perempuan di jurusan teknik. Kalau kebetulan kalian perempuan, dan ingin kuliah teknik mesin, sebaiknya perhatikan beberapa hal ini.<\/span><\/p>\n<h4><b>Perempuan diistimewakan<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam artikel berjudul \u201c<\/span><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/izinkan-saya-ngiri-dengan-anak-teknik\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Ijinkan Saya Ngiri dengan Anak Teknik<\/span><\/i><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">\u201d, penulis bilang ingin kuliah di teknik mesin karena punya anggapan perempuan akan diistimewakan. Masalahnya, istimewanya yang kek mana? Kalau soal kami auto jadi ratu, nggak gitu juga, kok. Paling kami istimewa soal pergi ke toilet saja, Nggak ada antrean di toilet perempuan soalnya, hehehe.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapiii, untuk urusan yang lain, apalagi terkait akademis, tidak ada istimewanya sama sekali. Sepanjang menjadi mahasiswi teknik mesin, belum pernah sekalipun saya lulus dengan nilai A hanya karena saya perempuan. Atau, perempuan tidak perlu ikut praktik pengelasan karena dikhawatirkan terkena percikan api, langsung lulus saja. Kehidupan perempuan teknik mesin tak seindah itu, Myluv.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebaliknya, karena kita perempuan (baca: minoritas), otomatis mudah dikenali dosen. Hal ini seringkali justru merugikan. Kenapa? Ya setiap kali bolos pasti langsung ketahuan, meskipun tidak diabsen. Dalam hal pembelajaran di kelas, sebagai perempuan, saya juga paling sering diminta menjawab pertanyaan oleh dosen. Serius ini, sampai suuzan saya sama dosennya. Jangan-jangan, saya dijadikan parameter, kalau yang perempuan bisa, yang laki-laki pasti juga bisa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yang paling buruk dari semua itu, saat ada dosen meragukan kemampuan kita di bengkel. Pernah saat praktik pengelasan, hasil las saya rapi dan sempurna. Lha kok dosen saya tanya, \u201cItu kamu kerjakan sendiri?\u201d kan mengkelno, Cuxxx. Mungkin maksutnya bercanda ya, tapi perempuan saat PMS dengar kata seperti itu kan bad mood juga.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pokoknya, jangan mengambil jurusan teknik mesin hanya karena merasa akan diistimewakan. Meskipun perempuan, kita akan tetap ngelas sendiri, ngebubut sendiri, bahkan ngecat sendiri, dan tentu saja mengerjakan skripsi sendiri.<\/span><\/p>\n<h4><b>Perempuan teknik mesin tomboy<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat mendengar perempuan kuliah teknik mesin pasti yang terlintas di pikiran kita sosok yang tomboy. Padahal tidak semuanya seperti itu. Jika selama ini kalian melihat perempuan teknik mesin tidak memakai make up, suka pakai jeans dan rambutnya diikat, bukan karena mereka tomboy. Ya karena tampilan seperti itu efisien bagi kami.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebenarnya kami juga mau curly rambut dan membiarkannya terurai biar chantik saat ke kampus. Tapiii, mata kuliah kami tidak mendukung untuk tampilan seperti itu. Bayangan rambut masuk mesin bubut udah bikin kami keder. Kami juga lebih sering pakai celana dari pada rok. Bukan karena kami tomboy, semata-mata karena celana jeans lebih mudah digunakan bersamaan dengan katelpak (baju kerja\/praktik teknik) daripada rok.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika ingin melihat perempuan teknik mesin yang sesungguhnya, lihatlah saat di luar kampus. Atau coba searching di Tiktok. Akan banyak kalian dapati mbak-mbak cantik nan feminin berstatus sebagai mahasiswi teknik mesin.<\/span><\/p>\n<h4><b>Mudah dapat pacar<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hanya karena diisi oleh mayoritas laki-laki, bukan berarti kami lebih mudah punya kekasih. Sebaliknya, kami justru sering susah cari pacar. Kenapa? Ya karena kami terlanjur sering mendengarkan laki-laki curhat dan terbiasa mengetahui strategi mereka mendekati perempuan. Akhirnya makin selektif saat mencari pasangan dan tentu saja hal tersebut merepotkan kami sendiri. Kejombloan kami jadi semakin lama seolah tak bertepi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perempuan teknik mesin itu bukan mudah cari pacar, tapi mudah jadi mak comblang. Bayangkan saja, temenmu yang mayoritas lelaki itu suka main ke kos kamu (baca kos khusus putri). Kalau kebetulan ada teman kosmu yang cantik, temanmu pasti minta dikenalin, jadilah Anda mak comblang. Dan kejadian seperti ini tidak hanya saya alami sekali tapi berkali-kali. Ya nggak apa-apa sih kalau akhirnya pasangan yang saya comblangin menikah, kan saya dapat kapling di surga. Hehehe.<\/span><\/p>\n<h4><b>Bisa memperbaiki motor atau mobil yang rusak<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Percayalah, pertanyaan paling menyebalkan selain \u201ckapan menikah?\u201d adalah \u201canak mesin kok nggak bisa perbaiki motor rusak? kamu kuliah teknik mesin gaya-gayaan ya?\u201d. Mohon maap ini ya, dari mana ada ide perempuan yang masuk jurusan ini dianggap gaya-gayaan hanya karena tidak bisa memperbaiki motor rusak? Hadeeeh.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi begini. Teknik mesin itu nanti dibagi lagi menjadi dua prodi, otomotif dan produksi. Contohnya saya, karena ambil produksi, saya tidak belajar mesin otomotif, Ges-gesku. Kami biasa praktik bubut, ngelas atau praktik di mesin produksi perusahaan. Jadi, semisal kalian bertanya \u201cmotorku kok nggak bisa di-starter ya?\u201d tentu saja saya akan bilang \u201ccoba cek akinya, soket, komponen kabel dan businya\u201d. Gitu aja sih, nggak usah berekspektasi saya akan bantu bongkar motormu. Hehehe.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, itu tadi beberapa stereotip tentang anak teknik mesin perempuan yang perlu kalian tahu. Jadi, kalau masih minat, bagus. Kalau nggak, ya nggak apa-apa. Sing penting ojo jotos-jotosan yo.<\/span><\/p>\n<h5><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i>ini<\/i><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mana ada diistimewakan, smh.<\/p>\n","protected":false},"author":1542,"featured_media":135389,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13089],"tags":[122,185,5208],"class_list":["post-142186","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kampus","tag-perempuan","tag-stereotip","tag-teknik-mesin"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/142186","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1542"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=142186"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/142186\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/135389"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=142186"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=142186"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=142186"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}