{"id":141427,"date":"2021-09-26T11:00:13","date_gmt":"2021-09-26T04:00:13","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=141427"},"modified":"2021-09-26T10:34:38","modified_gmt":"2021-09-26T03:34:38","slug":"my-universe-kolaborasi-coldplay-x-bts-yang-overrated","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/my-universe-kolaborasi-coldplay-x-bts-yang-overrated\/","title":{"rendered":"My Universe, Kolaborasi Coldplay X BTS yang Overrated"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika momen perilisan sebuah lagu diikuti dengan pemberitaan yang cukup heboh dan masif, hanya ada dua kemungkinan. Pertama, lagu tersebut sudah jaminan bagus, dan yang kedua musisi yang merilis lagu tersebut punya fans yang terlalu militan. Perkara lagunya enak atau tidak, itu urusan nanti, yang penting pemberitaan tentang rilisnya lagu digembar-gemborkan dulu sampai jadi pembicaraan banyak orang, dan sampai jadi trending.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ini terjadi pada Coldplay dan BTS yang akhirnya merilis sebuah single berjudul \u201cMy Universe\u201d, yang juga bakal masuk album baru Coldplay <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Music of The Spheres.<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> Lagu ini dirilis pada 24 September kemarin, dan <a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=bZYPI4mYwhw\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">belum sehari<\/a> sudah ditonton hampir 10 juta penonton di Youtube. Maklum, Coldplay adalah musisi besar dan BTS punya basis fans militan yang banyaknya minta ampun. Pokoknya kalau ada kata BTS sudah pasti banyak penontonnya, lah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai fans Coldplay, saya tentu punya harapan besar tentang hasil lagu ini jadinya seperti apa. Apakah akan jadi pop njelimet penuh warna seperti Coldplay, ataukah lebih condong ke pop-Korea seperti BTS. Apalagi mengingat pemberitaan tentang kolaborasi ini yang terlalu heboh, menjadikan ekspektasi akan lagunya jadi tinggi. Pemberitaannya sudah seheboh ini, masa lagunya biasa-biasa saja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dan ketika lagu ini rilis dan saya dengarkan, ketakutan saya terbukti. Lagu ini biasa saja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Secara musik, saya agak sedikit kurang puas dengan lagu ini. Saya punya harapan lebih bahwa lagu ini akan jadi lagu yang keren banget, tanpa cela, dan beda dari sebelumnya. Dari promo awal album ini, sudah terlihat bahwa Coldplay akan menyajikan sesuatu yang agak eksperimental, terlihat dari bagaimana cover album yang sudah keluar. Gambar galaksi, penuh bintang, dan kelihatan akan lebih hebat ketimbang album-album sebelumnya. Namun, kenyataannya kok ya biasa-biasa saja lagunya. Seperti tidak ada kebaruan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Secara lirik, oke lah masih masuk dengan tema album. Penggalan lirik \u201cIn the night I lie and look up at you. When the morning comes I watch you rise. There\u2019s a paradise they couldn\u2019t capture. That bright infinity inside your eyes\u201d masih bisa menggambarkan aura \u201ckegalaksian\u201d dan sci-fi Coldplay, seperti gambaran cover album ini. Ya kalau urusan lirik, Chris Martin tidak perlu diragukan lagi, lah. Porsi lirik berbahasa Korea dari BTS juga oke, sahut-sahutan lirik bahasa Inggris dan Korea juga pas, meskipun bagian rap-nya agak kurang penting.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi, untuk urusan musik rasanya kok terlalu jomplang dengan single lain di bakal album baru ini. Dari lagu \u201cColoratura\u201d yang mewah dan penuh komposisi, ke lagu \u201cMy Universe\u201d yang gitu-gitu aja. Tidak banyak hal baru, dan tidak ada eksperimen baru. Entah karena ini lagu kolaborasi dengan BTS jadinya Coldplay main aman atau bagaimana, saya tidak tahu, lha wong saya tidak ikut rembukannya, je. Kalau saja Coldplay berani membawa BTS ke ranah pop-eksperimental yang lebih \u201cnjelimet\u201d, pasti akan lebih keren. Coldplay-nya sih saya yakin bisa, tidak tahu kalau BTS.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ditambah lagi, di lagu ini seperti ada yang hilang dari Coldplay pada umunya. Yap, di lagu \u201cMy Universe\u201d ini minim sekali kita dengar sayatan gitar dari Jonny Buckland. Seperti kita tahu, sayatan gitar dari Jonny lah yang membuat gurih lagu-lagu Coldplay. Riff-riff renyah dan kadang melengking ini seperti sudah menjadi ciri khas dari Coldplay. Hanya ada beberapa kocokan gitar renyah di beberapa bagian, dan itu pun hanya isian-isian saja, masih terlalu tipis kedengarannya. Coba saja kalau bagian rap-nya BTS diganti dengan solo gitar Jonny Buckland, pasti akan lebih asoy lagunya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kesimpulannya, apakah lagu ini keren? Jawabannya tentu saja iya, Coldplay gitu loh. Lalu apakah kolaborasi ini berhasil? Ya sudah pasti berhasil. Coldplay ini musisi besar, dan BTS punya basis fans yang besar. Siapa yang berani bilang tidak berhasil? Diserang fans BTS baru tahu rasa nanti. Namun, sayangnya lagu ini tidak seheboh, tidak se-wah, tidak segempar pemberitaannya. Saya sebagai fans Coldplay, merasa lagu \u201cMy Universe\u201d ini enak, tapi ya enak yang biasa saja. Tidak terlalu spesial. Apa, ya, sebutan yang pas untuk lagu ini. Overrated, mungkin?<\/span><\/p>\n<p><em>Sumber gambar: YouTube <a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=bZYPI4mYwhw\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Coldplay.<\/a> Kalian pasti udah sering buka kanalnya.<\/em><\/p>\n<h5><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i>ini<\/i><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bisa lebih bagus. Tapi, terlalu main aman.<\/p>\n","protected":false},"author":75,"featured_media":141531,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13084],"tags":[3792,10975,2682,13507],"class_list":["post-141427","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-musik","tag-bts","tag-coldplay","tag-lagu","tag-my-universe"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/141427","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/75"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=141427"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/141427\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/141531"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=141427"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=141427"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=141427"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}