{"id":14016,"date":"2019-09-19T10:30:07","date_gmt":"2019-09-19T03:30:07","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=14016"},"modified":"2019-09-19T11:34:03","modified_gmt":"2019-09-19T04:34:03","slug":"baru-nonton-trailer-film-nya-udah-ngegas-aja","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/baru-nonton-trailer-film-nya-udah-ngegas-aja\/","title":{"rendered":"Baru Nonton Trailer Film-nya, Udah Ngegas Aja"},"content":{"rendered":"<p>Bukan pertama kalinya seruan pemboikotan film terjadi di Indonesia, setidaknya ada 4 film yang pernah diboikot di Indonesia\u2014dan tentu masih banyak lagi. Film <em>Soekarno: Indonesia Merdeka <\/em>karya Hanung Bramantyo. Karena dianggap melecehkan Soekarno. \u00a0<em>Dua Garis Biru <\/em>karya Retna Ginatri S. Noer. Dituduh menjerumuskan anak remaja dengan gaya pacaran yang melewati batas. <a href=\"https:\/\/tirto.id\/kucumbu-tubuh-indahku-garin-nugroho-wakili-indonesia-ke-oscar-2020-eig7\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><em>Kucumbu Tubuh Indahku <\/em>karya Garin Nugroho<\/a>. Dituduh \u00a0mengandung unsur LGBT. <em>Senyap <\/em>karya Joshua Oppenheimer. Dituduh karena menuai kontroversi sejarah yang terjadi di era tahun 1965.<\/p>\n<p>Dan awal pemboikatan film semua itu hanya melihat <em>trailer<\/em> semata-mata, ya, hanya <em>trailer<\/em>. \u00a0Film <em>The Santri<\/em> yang disutradari oleh Livi Zheng baru-baru ini menjadi buah bibir warganet\u2014padahal baru trailer film saja. Tentu saja respondennya bermacam-macam. Seperti #boikotfilmsantri yang sempat trending topik di media sosial. Alasannya, mengandung bau-bau liberal, bercampurnya putra dan putri, dan yang terbilang cukup konyol karena disutradarai &#8216;bukan&#8217; orang Indonesia, Hollywood katanya. wqwq<\/p>\n<p>Saya jadi ingat salah satu perkataan Gus Mus, <em>kalau memahami status saja tak sempat, mengapa tergesa-gesa mengomentarinya. <\/em>Lantas bagaimana dengan film <em>The Santri? <\/em>Sebagai mahasiswa yang juga berstatus santri. Saya sendiri kurang setuju dengan penamaan judul <em>The Santri<\/em>. Mengapa? Karena kata santri terlalu sempit bila dijadikan judul film. Bayangan kita saja saat mendengar kata santri, tentu sangat <em>buaaanyak!<\/em><\/p>\n<p>Kalao kalian pernah menonton film <em>Negeri 5 Menara<\/em> yang \u00a0disutradarai Affandi Abdul Rachman yang diambil dari novel karya A. Fuadi, sebenarnya film itu adalah film santri. Tanpa embel-embel dengan judul santri. Dan hampir semua responden positif semua. Keren kan!<\/p>\n<p>Jika kita melihat trailer film <em>The Santri <\/em>nampak biasa-biasa saja. Tapi di beberapa <em>scene<\/em>\u2014yang menjadi pusat perhatian\u2014terbilang cukup menjadi hal yang tidak biasa terlihat di media sosial. Seperti saat 2 santriwati masuk dan mengantarkan <em>tumpeng <\/em>\u00a0ke gereja. Dan bercampurnya santri wati dan santri putra. Paling tidak 2 hal ini yang menjadi sorotan. Lalu mulailah <em>#boikotfilmthesantri.<\/em><\/p>\n<p><strong>Pertama, <\/strong>saat kedua santriwati memasuki gereja dan memberikan tumpeng\u2014mungkin sebagai kado sih\u2014pada saat upacara di gereja. <em>Wah murtad nih, <\/em>tulis salah seorang netizen. Gila, gampang banget murtad-in orang, <em>wqwq<\/em>. <em>Duh ukhty mending masuk KUA aja sini, <\/em>tulis saya sendiri <em>hehe. <\/em>Jika kalian pernah belajar semiotika di sana ada salah satu pelajaran tentang analogi. Jika masuk gereja saja murtad, mungkin kita-kita yang saat kecil pernah berwisata ke candi-candi berarti sudah murtad sejak dini, <em>wqwq<\/em>.<\/p>\n<p><strong>Kedua<em>, <\/em><\/strong>saat bercampurnya santri putra dan putri, dan saling pandang memandang keduanya. Sesederhana saja untuk hal ini. Berarti itu manusia normal, suka dengan sama jenis. Tidak akan bisa dipungkiri sewaktu mondok bahkan sekolah saling curi-curi pandang, itu adalah sebuah kebahagiaan sendiri. Yang terpenting bagi santri adalah tahu batasan yang harus dilakukan. Paling <em>banter <\/em>ya sekedar surat-suratan saja untuk mengutarakan isi hatinya. Berbeda dengan yang bukan pesantren.<\/p>\n<p>Permasalahan sebenarnya ada di cara kita berkomentar. Bukan filmnya, dan apalagi sekedar menonton keluar trailer film-nya sudah mencaci <em>rono rene.<\/em> Ini seperti kita mencaci melihat seorang perempuan bercadar yang sedang menunggu di pinggir jalan dengan anjing disampingnya. Padahal tidak lama datang seorang perempuan Nasrani tampak terburu-buru datang dan berterimakasih kepada perempaun bercadar itu karena telah menjaga anjingnya sebentar.<\/p>\n<p>Budaya kita memang masih terus berkembang-berkembang dan berkembang. Melihat segala sesuatu tidak dengan konteks, tapi sekedar teks. Kata-kata <em>don\u2019t judge people by cover <\/em>ini sangat berlaku untuk kita-kita yang menilai sesuatu hanya sekilas.<\/p>\n<p>Nah, jika kita lihat film-film yang sempat diboikot itu akhirnya tetap saja berjalan dengan sendirinya. Bahkan salah satu dari film-film itu menjadi wakil Indonesia untuk ajang penganugrahan Piala Oscar 2020. Mengapa bisa demikian? Ya salah satunya karena mereka menonton filmnya sampai habis. Bukan hanya sekedar menonton trailer film.<\/p>\n<p>Sama halya film <em>The Santri <\/em>yang direncanakan akan tanyang pada 2020. Barulah kalian boleh menilai seperti apa. Tidak perlu mencaci filmya, mudah saja untuk menilai film jika memang buruk. Beri rating yang rendah dan dengan sendirinya mereka akan rugi, gulung tikar deh.\u00a0(*)<\/p>\n<p>BACA JUGA <a class=\"bump-view\" href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tagar-goodbyemaudy-dan-harapan-orang-indonesia\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\" data-bump-view=\"tp\">Tagar #GoodbyeMaudy dan Harapan Orang Indonesia<\/a> atau tulisan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/muhammad-najib-murobbi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Muhammad Najib Murobbi<\/a>\u00a0lainnya.<\/p>\n<p>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Permasalahan sebenarnya ada di cara kita berkomentar. Bukan filmnya, dan apalagi sekedar menonton keluar trailer film-nya sudah mencaci rono rene.<\/p>\n","protected":false},"author":210,"featured_media":14062,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[3436,28,169,3433,2871,3435,3434],"class_list":["post-14016","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-boiko-film-the-santri","tag-film","tag-gus-mus","tag-kucumbu-tubuh-indahku","tag-livi-zheng","tag-the-santri","tag-trailer"],"modified_by":"Zahroh Ayu","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14016","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/210"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=14016"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14016\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/14062"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=14016"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=14016"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=14016"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}