{"id":138473,"date":"2021-09-06T14:06:53","date_gmt":"2021-09-06T07:06:53","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=138473"},"modified":"2021-09-06T13:07:33","modified_gmt":"2021-09-06T06:07:33","slug":"fitur-closed-caption-youtube-kekeliruan-yang-menghibur-dan-fungsi-yang-belum-maksimal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/fitur-closed-caption-youtube-kekeliruan-yang-menghibur-dan-fungsi-yang-belum-maksimal\/","title":{"rendered":"Fitur Closed Caption YouTube: Kekeliruan yang Menghibur dan Fungsi yang Belum Maksimal"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagaimana platform media sosial lainnya, saat ini, tampilan sekaligus fitur yang dimiliki YouTube semakin menarik bagi para penggunanya. Salah satunya adalah fitur auto caption atau biasa dikenal dengan istilah closed caption.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada titik tertentu, fitur ini sangat berguna bagi para penonton atau penikmat konten yang tidak menguasai bahasa yang digunakan oleh pembuat konten. Lebih jauh lagi, sangat dibutuhkan oleh siapa pun\u2014penonton, penikmat konten di YouTube\u2014yang memiliki gangguan pada indra pendengarannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Wajar saja, karena banyak sekali konten di YouTube yang akan terasa jauh lebih menarik saat penonton tahu isi percakapan dari konten yang sudah ditayangkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memang, sebagian pembuat konten atau editor video rela meluangkan waktu untuk menyelipkan teks atau semacam subtitel di setiap konten yang mereka unggah di kanal YouTube-nya. Namun, tidak dengan yang lain. Tidak semua pembuat konten memiliki concern atau kepekaan yang sama. Itulah kenapa, fitur auto caption menjadi sangat penting dan membantu. Dalam hal ini, bagi siapa pun yang punya keterbatasan pada indra pendengarannya. Juga berfungsi untuk memberikan deskripsi dari video yang sedang dilihat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Disadari atau tidak, closed caption juga jadi hiburan tersendiri. Serius. Entah kalian memerhatikan atau tidak. Namun, closed atau auto caption sering kali meleset dari ucapan sebenarnya. Kadang ngawur, hampir selalu ngawur banget. Entah satu kata, beberapa kata, atau satu kalimat utuh. Beberapa di antaranya bikin mumet dan njlimet. Selebihnya lucu. Malah menjadi hiburan tersendiri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Misalnya saja, dari beberapa video di YouTube yang sudah saya tonton, yang diucapkan adalah \u201cmenurut saya\u201d, tapi dalam auto caption malah \u201cbruce saya\u201d. Lalu, \u201csecara meng-influence\u201d menjadi \u201cselalu menginvansi\u201d. Kemudian, \u201cGideon (nama orang) jadi \u201cgizi\u201d. Lah? Saya yang awalnya merasa risih, lama-lama jadi merasa lucu juga. Dan masih banyak kekeliruan lainnya yang menggelitik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tentu saja beberapa hal tersebut sering membuat saya terkekeh saat menonton suatu konten. Di satu sisi, saya pikir, kekeliruan auto caption ini cukup meresahkan juga. Apalagi jika dibaca oleh siapa pun yang memiliki keterbatasan dan hanya bisa menikmati konten melalui auto caption atau subtitel saja. Meski perlu dipahami juga bahwa, auto caption ini memakai konsep auto generate. Jadi, teks dalam konten akan muncul secara otomatis menggunakan teknologi automatic speech recognition.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kendati demikian, bagi saya, mungkin juga penikmat konten YouTube lainnya, auto caption sangat bermanfaat ketika pengin nonton YouTube, tapi lupa bawa atau nggak bawa earphone. Sederhana saja. Auto caption membantu memahami lebih rinci beberapa kata atau kalimat yang kurang jelas disampaikan. Ya, walaupun tipis-tipis dan masih ada kekeliruan di sana-sini, sih.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sepengalaman saya selama menggunakan dan\/atau mengaktifkan fitur auto caption atau closed caption, selama pembuat konten melafalkan kata per katanya dengan sangat jelas, maka output yang keluar pun akan sama. Nyaris tidak ada kekeliruan pada fitur tersebut dalam menerjemahkan kata per katanya. Meski agak sulit dilakukan, barangkali ini bisa menjadi masukan bagi para pembuat konten di luar sana. Agar bisa lebih memerhatikan lagi kualitas suara juga pelafalan pada setiap konten yang dibuat. Toh, pada akhirnya, bisa memperluas segmentasi, kan?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itulah kenapa, secara perlahan dan bertahap, nggak heran jika mulai banyak pembuat konten yang selalu menyertakan <a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=VatNBZh66Po\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">subtitel<\/a> pada setiap konten yang diunggah atau meningkatkan kualitas audio sekaligus pengucapan narasi dan lain sebagainya. Sebab, auto caption atau closed caption akan lebih pasti dan akurat. Memang, boleh dibilang, fitur ini boleh jadi belum 100 persen sempurna. Namun, bukan berarti dilupakan begitu saja jasanya. Atau bahkan luput dari apresiasi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apalagi, jika ditelaah lebih jauh lagi, fitur ini akan sangat, sangat bermanfaat bagi mereka yang memiliki keterbatasan dalam mendengar. Jadi, sudah selayaknya fitur ini bisa dimaksimalkan oleh para pembuat konten.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ya, semoga saja di waktu mendatang, fitur auto caption juga bisa lebih disempurnakan. Agar beberapa kata yang diucapkan oleh narator, narasumber, atau pembuat konten dalam video, bisa berjalan beriringan. Serta meminimalisir kekeliruan dari sisi output yang ditampilkan.<\/span><\/p>\n<p><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i>ini<\/i><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tongo kalau cover lagu kasih caption pasti luar biasa. Luar biasa mumet.<\/p>\n","protected":false},"author":24,"featured_media":138652,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12906],"tags":[13202,13204,13203,157],"class_list":["post-138473","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-media-sosial","tag-closed-caption","tag-speech-recognition","tag-subtitel","tag-youtube"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/138473","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/24"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=138473"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/138473\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/138652"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=138473"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=138473"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=138473"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}