{"id":138274,"date":"2021-09-05T10:02:54","date_gmt":"2021-09-05T03:02:54","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=138274"},"modified":"2021-09-05T10:02:54","modified_gmt":"2021-09-05T03:02:54","slug":"pengalaman-saya-menjajal-instagram-ads-makin-mahal-makin-besar-peluang-laku","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/pengalaman-saya-menjajal-instagram-ads-makin-mahal-makin-besar-peluang-laku\/","title":{"rendered":"Pengalaman Saya Menjajal Instagram Ads: Makin Mahal, Makin Besar Peluang Laku"},"content":{"rendered":"<p>Selain untuk berbagi foto dan video, <a href=\"https:\/\/time.com\/4408374\/instagram-anniversary\/\">Instagram<\/a> dapat digunakan juga untuk berjualan. Terkait dengan hal tersebut, Instagram memiliki semacam fitur khusus yang bernama Instagram Ads. Sesuai dengan namanya, Instagram Ads merupakan sebuah fitur di Instagram yang berfungsi untuk mengiklankan suatu produk atau bahkan postingan. Sama seperti beriklan di media lainnya, para pengiklan di Instagram harus menggelontorkan sejumlah uang agar produknya bisa dipromosikan.<\/p>\n<p>Hingga saat tulisan ini dibuat, saya pribadi sudah menggunakan Instagram Ads sebanyak lima kali. Saya menggunakannya untuk kepentingan promosi buku-buku antologi yang memuat tulisan saya. Bagaimana hasilnya? Biar saya ceritakan di bawah.<\/p>\n<p>Pertama kali saya menjajal fitur Instagram Ads adalah pada akhir Mei 2021. Pada saat itu, saya menggunakannya untuk mendongkrak penjualan buku antologi perdana saya dan teman-teman penulis lainnya yang berjudul <em>\u201cBerani Menulis\u201d<\/em> jilid 2.<\/p>\n<p>Sebelum beriklan di Instagram, saya perlu mengubah mode akun Instagram pribadi saya ke mode bisnis (business account). Yap, hanya akun berjenis bisnis saja yang bisa mengakses fitur ini. Untuk kategorinya, saya memilih orientasi sebagai blogger.<\/p>\n<p>Sebelum mengiklankan produk atau postingan, perhatikan tulisan \u201cCreate Ad\u201d yang ada di bawah kiri postingan. Jika tulisan tersebut menyala (berwarna biru), maka postingan alias foto bisa diiklankan.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-138268\" src=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/20210904_225859.jpg\" alt=\"20210904_225859.jpg\" \/><\/p>\n<p>Setelah meng-klik tulisan \u201cCreate Ad\u201d untuk pembuatan iklan, saya akan dihadapkan pada menu \u201cSelect a Goal\u201d. Ada tiga opsi yang disediakan, yakni More Profile Visits, More Website Visits, atau More Messages. Saya sendiri selalu memilih opsi More Messages. Tujuannya adalah untuk memudahkan calon pembeli di dalam menghubungi saya.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-138269\" src=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/20210904_230009.jpg\" alt=\"20210904_230009.jpg\" \/><\/p>\n<p>Langkah selanjutnya adalah \u201cSelect Target Audience\u201d. Pada menu ini, saya akan dihadapkan pada dua opsi, yakni \u201cAutomatic\u201d atau \u201cCreate Your Own\u201d. Bagi yang masih pemula seperti saya, ada baiknya untuk memilih opsi \u201cAutomatic\u201d. Kalau mau custom alias \u201cCreate Your Own\u201d juga silakan.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-138270\" src=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/20210904_230133.jpg\" alt=\"20210904_230133.jpg\" \/><\/p>\n<p>Langkah selanjutnya alias yang paling penting adalah mengatur budget serta durasi iklan. Pada Instagram Ads, budget terendah untuk beriklan adalah Rp20.000,00 per hari, dan yang tertinggi adalah Rp10.000.000,00 per hari. Dalam hal ini, biaya tersebut belum mencakup Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 10 persen.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-138272\" src=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/20210904_23022953.jpg\" alt=\"20210904_230229.jpg\" \/><\/p>\n<p>Sebelum benar-benar beriklan (Create Ad) untuk pertama kalinya, saya harus memasukkan dana (Add Funds) terlebih dahulu. Caranya, masuk ke menu \u201cReview\u201d lalu klik tulisan \u201cPayment\u201d.\u00a0 Ada beberapa metode pembayaran yang bisa dilakukan. Yakni melalui kartu kredit atau debit, transfer via ATM, atau Doku Wallet.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-138273\" src=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/20210904_230401.jpg\" alt=\"20210904_230401.jpg\" \/><\/p>\n<p>Pada percobaan pertama beriklan di Instagram, saya menggelontorkan dana sekitar Rp220.000,00 (Rp200.000,00 plus PPN) untuk 4 hari penayangan. Jika dihitung per harinya, saya harus mengeluarkan sekitar Rp50.000,00 per hari. Budgetnya memang bikin dompet meronta-ronta, namun hasilnya cukup memuaskan bagi saya pribadi.<\/p>\n<p>Dari iklan perdana saya di Instagram, setidaknya saya berhasil melakukan closing alias penjualan terhadap satu orang. Memang bukan jumlah yang bisa dibanggakan, namun membuat saya cukup senang. Maklum, saya sendiri belum pernah melakukan yang namanya berjualan sebelum menulis buku antologi.<\/p>\n<p>Di samping itu, saya juga berhasil menggaet sekitar 20 followers baru. Saya pribadi sangat terkejut dan akan hal tersebut. Padahal target utama saya adalah angka penjualan dari buku antologi naik, eh malah dapat bonus followers. Lumayan sih daripada lumanyun. Hehehe.<\/p>\n<p>Kemudian, saya menjajal Instagram Ads dengan modal yang lebih minim. Sayangnya, performanya tidak begitu bagus bila dibandingkan dengan iklan yang perdana. Saya belum mampu melakukan closing atas buku-buku saya. Hanya nyaris melakukan penjualan.<\/p>\n<p>Berdasarkan pengalaman pribadi saya sejauh ini, Instagram Ads merupakan suatu metode yang bisa dicoba untuk memasarkan produk. Terlebih bagi penjual yang malu-malu kucing seperti saya. Instagram Ads tidak memerlukan penjual untuk bertatap muka secara langsung dengan calon pembelinya.<\/p>\n<p>Demikian pengalaman saya di dalam menggunakan Instagram Ads. Semoga bisa bermanfaat bagi para pembaca. Bagi yang memiliki pengalaman di bidang digital marketing, mari berdiskusi dan menanggapi bagaimana caranya melakukan closing dengan modal minim di Instagram. Terutama pada saat ingin menjual buku. Hehehe.<\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Begini kira-kira kalau jualan pake Instagram.<\/p>\n","protected":false},"author":960,"featured_media":71256,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12906],"tags":[90,13180,1112,13179,4829],"class_list":["post-138274","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-media-sosial","tag-buku","tag-closing","tag-followers","tag-instagram-ads","tag-jualan"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/138274","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/960"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=138274"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/138274\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/71256"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=138274"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=138274"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=138274"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}