{"id":137906,"date":"2021-09-03T09:43:13","date_gmt":"2021-09-03T02:43:13","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=137906"},"modified":"2021-09-03T09:43:13","modified_gmt":"2021-09-03T02:43:13","slug":"nasi-jinggo-kuliner-hemat-yang-wajib-dicoba-saat-berkunjung-ke-bali","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/nasi-jinggo-kuliner-hemat-yang-wajib-dicoba-saat-berkunjung-ke-bali\/","title":{"rendered":"Nasi Jinggo, Kuliner Hemat yang Wajib Dicoba Saat Berkunjung ke Bali"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau di Jawa Timur dan Jawa Tengah ada nasi kucing, di Bali juga punya nasi bungkus ukuran mini bernama nasi jinggo. Dan percayalah, ke Bali rasanya kurang lengkap kalau belum menyantap kuliner ajib yang satu ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi, tentu saja dua makanan ini berbeda. Nasi kucing biasanya berisi nasi rames, tempe kering, teri goreng, dan sambal goreng. Pembeli juga bisa menambahkan berbagai macam lauk seperti babat, bandeng, sate puyuh, kepala, usus dan ceker ayam.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara itu, seporsi nasi jinggo hanya berisi sekepal nasi, kemudian diberi lauk ayam sisit (suwir), mi goreng, potongan tempe kering, serundeng, serta sambal yang super pedas. Bikin saya huhah-huhah, deh, pokoknya. Bisa dibilang, perbedaan utama kedua kuliner ini terletak pada sambalnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi kamu yang nggak kuat pedas, jangan coba-coba dengan sambalnya, karena pedasnya nggak bercanda.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Konon, di Bali, yang menentukan enak tidaknya nasi jinggo adalah sambalnya. Meskipun yang membuat bukan satu orang saja, tapi rasa pedasnya tetap sama. Sebab, rasa pedas memang menjadi ciri utama dari makanan ini, sehingga setiap pedagang tetap mempertahankan rasa pedas sebagai ciri utama dari kuliner ini. Ciri khas dari nasi jinggo lainnya adalah pembungkusnya yang berasal dari daun pisang. Beberapa penjual kadang menjual lauk ekstra seperti ceker ayam, telur puyuh, dan masih banyak lainnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada beragam cerita seputar kuliner ini. Dari segi bahasa, jinggo <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Nasi_jinggo\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">diambil<\/a> dari bahasa Cina yang artinya \u201cseribu lima ratus\u201d. Ini sesuai dengan harga pasaran kuliner ini sebelum krisis moneter menerpa Indonesia. Versi lain menyebutkan nama kuliner ini berasal dari judul film <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Django<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang sangat populer kala itu. Ada juga yang menyebutkan jinggo berarti \u201cjagoan\u201d yang dikenal sebagai pengendara motor asal Bali yang sangat menyukai kuliner ini.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nasi jinggo sudah ada sejak 1990-an. Saat itu kuliner ini dinikmati oleh sopir-sopir yang berasal dari luar Kota Denpasar. Nasi jinggo pertama kali dijual di kawasan Jalan Gajah Mada, Denpasar. Tepatnya di dekat Pasar Kumbasari.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kuliner ini menjadi ciri khas nasi rakyat yang fenomenal. Kenyataannya, hingga kini nasi jinggo memiliki kesan nasi sederhana, murah, dan meriah. Nasi ini merupakan makanan paling murah yang pernah saya makan saat traveling di Bali. Harganya mulai dari Rp3.000 hingga Rp5.000, tergantung lauknya. Lauk ekstra dijual secara terpisah dan harganya lebih mahal dari nasi jinggo-nya sendiri. Jadi, kalau ingin ngirit atau sedang bokek cukup beli nasinya saja, tanpa lauk ekstra. Kuliner ini biasa dijajakan di sepanjang jalan, warung lesehan, ataupun angkringan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kuliner ini sering menjadi menu sarapan pagi saya. Bukan karena murahnya, tetapi karena porsinya yang pas banget untuk saya, yang nggak bisa makan banyak ketika pagi hari. Saking sedikitnya, saya bisa menghabiskan seporsi nasinya hanya dengan beberapa sendok saja. Ya.. yang penting bisa untuk pemadam kelaparan di waktu pagi, deh.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nasi jinggo nggak cuma digemari masyarakat lokal, tapi sudah menjadi salah satu menu makanan yang paling dicari wisatawan. Selain murah meriah, kuliner ini layak menjadi menu yang wajib dicicipi, karena makanan ini mencerminkan cita rasa khas masakan Bali.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, buat yang kebetulan nyasar atau lagi traveling ke Bali, nasi ini bisa jadi alternatif buat menghemat budget lho! Jangan sampai nggak nyoba yang namanya nasi jinggo kalau sedang di Bali ya!<\/span><\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Nasi jinggo nggak cuma digemari masyarakat lokal, tapi sudah menjadi salah satu menu makanan yang paling dicari wisatawan.<\/p>\n","protected":false},"author":1615,"featured_media":88851,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12909],"tags":[9507,13155,1337,13154,1733],"class_list":["post-137906","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kuliner","tag-bali","tag-django","tag-makanan-khas","tag-nasi-jinggo","tag-nasi-kucing"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/137906","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1615"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=137906"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/137906\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/88851"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=137906"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=137906"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=137906"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}