{"id":137224,"date":"2021-08-29T07:30:20","date_gmt":"2021-08-29T00:30:20","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=137224"},"modified":"2021-08-29T05:21:58","modified_gmt":"2021-08-28T22:21:58","slug":"apa-benar-pacaran-dengan-orang-asing-selalu-penuh-hal-hal-romantis-seperti-dalam-film-dan-lagu-barat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/apa-benar-pacaran-dengan-orang-asing-selalu-penuh-hal-hal-romantis-seperti-dalam-film-dan-lagu-barat\/","title":{"rendered":"Apa Benar Pacaran dengan Orang Asing Selalu Penuh Hal-hal Romantis seperti dalam Film dan Lagu Barat?"},"content":{"rendered":"<p><strong>Peringatan: Tulisan ini saya buat berdasarkan pengalaman pribadi, jadi sifatnya subjektif, yaaa.<\/strong><\/p>\n<p>Karena ini adalah pengalaman pribadi, sudah pasti tulisan ini adalah tentang kisah kasih (ciyeee) saya sendiri. Iya. Pacar saya saat ini adalah orang asing.<\/p>\n<p>\u201cRibet amat, sih, nyebutnya orang asing? Kenapa nggak bule aja?\u201d tanya netizen julid.<\/p>\n<p>Hmmm\u2026 Jadi begini, saya sebenarnya kurang nyaman menyebut pacar saya dengan istilah bule. Kenapa? Karena di KBBI bunyinya begini:<\/p>\n<p><em>bu.le \/bul\u00e9\/<\/em><\/p>\n<ol>\n<li><em>a\u00a0cak\u00a0bulai<\/em><\/li>\n<li><em>n\u00a0cak\u00a0orang (binatang dan sebagainya) berkulit putih<\/em><\/li>\n<li><em>n\u00a0cak\u00a0orang kulit putih (terutama orang Eropa dan Amerika); orang Barat<\/em><\/li>\n<\/ol>\n<p><em>sumber : https:\/\/kbbi.kemdikbud.go.id\/entri\/bule<\/em><\/p>\n<p>Sementara pacar saya bukan orang Eropa\/Amerika dan nggak berkulit putih. Pacar saya orang Afrika dan berkulit hitam. Supaya lebih mudah, mari kita sebut saja doi Bang Kecap.<\/p>\n<p>Jadi, mari kembali ke judul artikel ini. Apa benar pacaran dengan orang asing selalu penuh hal-hal romantis seperti di film dan lagu Barat? Banyak sekali orang-orang yang beranggapan kalau tiap harinya saya dibanjiri pujian dan hal romantis lainnya dari Bang Kecap.<\/p>\n<p>\u201cKan biasanya orang asing tuh begitu. Romantis gitu. Beda sama cowok-cowok lokal. Pada nggak peka,\u201d ucap netizen yang nggak pacaran sama Bang Kecap, tapi berlagak lebih tahu ketimbang saya.<\/p>\n<p>Jawabannya: nggak juga. Nggak percaya? Bang Kecap buktinya. Default setting-nya memang kaku kayak kanebo kering.<\/p>\n<p>Jangan harap bisa jadi kayak Chrissy Teigen yang dipuja-puja sama John Legend lewat lagu-lagunya, terutama yang &#8220;All of Me&#8221;. Atau ditatap romantis ala Caleb King (Sinqua Walls) ke Erica Wilson (Christina Milian) di <em>Resort of Love<\/em>. Atau juga dibikin ketawa tiap hari pakai jokes ala stand up comedy-nya Kevin Hart gitu. Apa ada kejutan-kejutan cute pake buket bunga ala-ala postingan #relationshipgoal yang ramai di Instagram? Nggak ada. Semuanya, Bang Kecap nggak bisa.<\/p>\n<p>Dari PDKT sampai pacaran, Bang Kecap memang sama sekali nggak pernah sweet kayak adegan-adegan di film komedi romantis Barat. Kegiatan wakuncar Bang Kecap nggak jauh dari kulineran, nonton film, dan ngajakin saya (maksa, sih, lebih tepatnya) nontonin dia main bola sama teman-temannya. Buat dia, jika perut sudah kenyang, otak terhibur sama film-film bagus, dan raga sehat karena berolahraga, maka itu semua sudah lebih dari cukup. Motto hidup Bang Kecap nggak lain dan nggak bukan adalah &#8220;Mens Sana in Corpore Sano&#8221;. Di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Ehe, mantap memang!<\/p>\n<p>Bahkan dalam hubungan ini, nampaknya saya yang lebih sering berusaha untuk (sok) romantis. Hingga suatu waktu, saya beneran pengin ngejahilin dia ala gombalan maut Andre Taulany.<\/p>\n<p>\u201cEh, Abang. Can you please tell me your full name again? Want to take a note on my phone lah,\u201d kata saya membuka gombalan.<\/p>\n<p>Lalu Bang Kecap nyebutin nama lengkapnya selengkap-lengkapnya.<\/p>\n<p>\u201cWow! So Long lah. I can\u2019t remember it. So, can I call you &#8216;Mine\u2019?\u201d ucap saya menutup gombalan sambil senyum-senyum.<\/p>\n<p>(Kalau ada yang bilang \u201cnggak ngerti enggres\u201d, duh, tolong jangan cuma HP yang smart. Please, pake google translate<em>&#8211;<\/em>nya. Tingga copy dan paste lho, ya! Hiiisss\u2026 Sebel!)<\/p>\n<p>Bukannya tersipu malu, Bang Kecap kelihatan bingung. Butuh 5 menit untuk menjelaskan ke doi bahwa tadi itu saya lagi ngegombal. Setelah ngerti, dia cuma senyum-senyum kikuk sambil garuk-garuk kepala (walaupun saya yakin kepalanya nggak gatel).<\/p>\n<p>Lantas, apakah saya jera ngegombalin Bang Kecap? Tentu saja nggak. Apakah Bang Kecap akhirnya paham sama gombalan-gombalan saya? Sayangnya, nggak juga. Wqwqwq. Tapi, setidaknya sekarang dia paham kapan saya lagi ngegombalin dia dan minta langsung dijelaskan saja apa arti gombalan saya. Kadang butuh waktu 2 menit, 5 menit, bahkan 15 menit agar Bang Kecap paham. Capek, deh! Hehehe\u2026<\/p>\n<p>Jadi kesimpulannya, romantisme dalam hubungan itu sepertinya nggak didasarkan pada warna kulit, golongan, agama, ataupun ras. Kalau romantis, ya romantis saja. Kalau kaku, ya kaku saja. Masing-masing orang punya interpretasi yang berbeda-beda tentang keromantisan. Romantis buat saya, belum tentu romantis buat Bang Kecap and vice versa. Yang penting mah saling memahami dan toleransi saja. Sekian~<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tempat-pacaran-di-jogja-yang-sungguh-nrimo-ing-pandum\/\">Tempat Pacaran di Jogja yang Sungguh Nrimo Ing Pandum <\/a><\/strong><strong>dan tulisan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/agnes-betania\/\">Agnes Betania<\/a> lainnya.<\/strong><\/p>\n<h6><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_top\" rel=\"noopener\"><i>ini<\/i><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/h6>\n<h6><i>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/i>\u00a0<a href=\"https:\/\/bit.ly\/kontakmojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><i>di sini.<\/i><\/a><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Banyak orang beranggapan pacaran dengan orang asing akan dipenuhi hal-hal romantis seperti dalam film dan lagu barat. Apa benar begitu?<\/p>\n","protected":false},"author":1469,"featured_media":137250,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12912],"tags":[13095,13104,167,3647],"class_list":["post-137224","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sapa-mantan","tag-featured","tag-orang-asing","tag-pacaran","tag-romantis"],"modified_by":"Intan Ekapratiwi","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/137224","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1469"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=137224"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/137224\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/137250"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=137224"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=137224"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=137224"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}