{"id":136785,"date":"2021-08-26T00:35:39","date_gmt":"2021-08-25T17:35:39","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=136785"},"modified":"2021-08-28T13:23:43","modified_gmt":"2021-08-28T06:23:43","slug":"indonesia-targetkan-punya-9-juta-talenta-digital-halu-atau-harus-didukung","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/indonesia-targetkan-punya-9-juta-talenta-digital-halu-atau-harus-didukung\/","title":{"rendered":"Indonesia Targetkan Punya 9 Juta Talenta Digital, Halu atau Harus Didukung?\u00a0"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di Korea Selatan, penggemar bisa mendapatkan pesan langsung dari idola pop lewat media sosial buatan agensi tempat sang idola bernaung. Sementara, beberapa program televisi Korsel memperlihatkan aktor mereka memakai gadget terkini keluaran perusahaan domestik Negeri Ginseng. K-drama <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Start-Up <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">menggambarkan kisah dibangunnya ekosistem <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">startup <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">terbesar di Korsel, yang mirip keadaan sesungguhnya: negara mau keluarkan hampir 2 miliar dolar AS untuk mengembangkan ekosistem <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">startup<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, bekerja sama dengan pemerintah dan swasta.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terdengar keren? Memang! Ekosistem teknologi digital di Korsel diistilahkan sebagai \u201c<\/span><a href=\"https:\/\/startupgenome.com\/article\/the-meteoric-rise-of-seouls-startup-ecosystem\"><span style=\"font-weight: 400;\">kebangkitan meteorik<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">\u201d. Perumpamaan yang tepat untuk mengilustrasikan sesuatu yang tampak melesat, namun sebenarnya sudah menempuh perjalanan bertahun-tahun cahaya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yah, kalau dimirip-miripin sama fenomena <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">girl group<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> Korsel, sih, misalnya gini: seorang Ji Hyo dari TWICE saja baru bisa debut sebagai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">idol <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">setelah mengikuti pelatihan selama 10 tahun.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terus, gimana dengan Indonesia?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam The Global Startup Ecosystem 2020, Jakarta dinobatkan sebagai ekosistem perusahaan rintisan terbaik kedua pada daftar <\/span><a href=\"https:\/\/startupgenome.com\/article\/rankings-top-100-emerging\"><span style=\"font-weight: 400;\">Top 100 Emerging Ecosystem<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> setelah Mumbai di India. Penilaian ini berdasarkan poin performa <em>startup,<\/em> pendanaan, jangkauan pasar, dan talenta digital.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi sayangnya, dari keempat aspek tadi, Indonesia memiliki nilai terendah untuk&#8230; talenta digital.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Artinya, talenta digital di negara kita, kalau tidak dikembangkan terus-menerus, bakal makin jauh dibandingkan dengan Korea Selatan atau India (sebagai informasi, gelar \u201c<\/span><a href=\"https:\/\/www.techinasia.com\/china-india-startups-silicon-valley\"><span style=\"font-weight: 400;\">Silicon Valley Asia<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">\u201d disematkan pada Kota Bangalore, India). Untuk itulah, Presiden Jokowi mengeluarkan instruksi agar pemerintah mendukung transformasi digital. Targetnya, per 2030 kita butuh tambahan 9 juta talenta digital terampil di Indonesia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mengingat angka 9 juta talenta digital tidaklah sedikit, disusun kerja sama antara pemerintah, platform digital, dan akademisi. Itulah sebabnya, sejak 2018, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menjalankan program Digital Talent Scholarship (DTS). Dikerjakan bersama Ditjen Dikti dari Kemendikbud Ristek&#8211;kementerian yang sedang menjalankan program Kampus Merdeka&#8211;program DTS berupaya menyusun kurikulum <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">startup<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan diktat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">online <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">untuk 100 ribu dosen dan mahasiswa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kerja sama melahirkan 9 juta talenta digital ini juga membutuhkan campur tangan komunitas bisnis. Telkomsel, misalnya, mendukung kegiatan Kampus Merdeka bersama Telkom University. Sementara itu, Tokopedia mengadakan program magang bersertifikat di bidang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Software Engineering<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Marketing, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Business Development.<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bersama Universitas Indonesia, Tokopedia juga mendirikan AI Center of Excellence, sekaligus mengadakan mata kuliah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">e-commerce <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">di Universitas Atma Jaya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tokopedia juga menginisiasi gerakan #9in9 melalui Tokopedia Academy. #9in9 ini adalah sebuah \u201cmantra\u201d yang bunyinya: <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">9 million Indonesian digital talents in 9 years <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">atau harapan mencapai 9 juta talenta digital Indonesia dalam 9 tahun ke depan. \u201cMantra\u201d ini disebutkan pada konferensi teknologi Tokopedia START Summit beberapa waktu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yah, namanya juga usaha keras, tentu kita berharap hasilnya tak akan mengkhianati. Perjalanan menuju 9 juta talenta digital ini memang hanya punya dua kemungkinan, yaitu: (1) berhasil seperti Arief Muhammad yang bertahan di dunia digital sejak zaman Twitter, AskFM, YouTube, hingga main \u201c<\/span><a href=\"https:\/\/mojok.co\/ajr\/pojokan\/rezeki-ikoy-ikoyan-arief-muhammad-bagi-netizen-ngemis-with-style-tapi-gas-lah\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">ikoy-ikoyan<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">\u201d yang melegenda di Instagram, atau (2) tenggelam seperti Jakarta tahun 2030 di <\/span><a href=\"https:\/\/www.liputan6.com\/news\/read\/4622943\/headline-prediksi-joe-biden-jakarta-tenggelam-10-tahun-lagi-antisipasinya\"><span style=\"font-weight: 400;\">ramalan Joe Biden<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p><em>Foto: Suasana Tokopedia-UI AI Center of Excellence di Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia. Sumber <a href=\"https:\/\/tokopedia-ai.cs.ui.ac.id\/article\/4\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Tokopedia-UI AI Center of Excellence<\/a>.<\/em><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/4-youtuber-indonesia-underrated-dengan-konten-menarik-dan-nggak-banyak-drama\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">4 YouTuber Indonesia Underrated dengan Konten Menarik dan Nggak Banyak Drama<\/a> dan tulisan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/aprilia-kumala\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Aprilia Kumala<\/a> lainnya.<\/strong><\/p>\n<h6><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/h6>\n<h6><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<em><a href=\"https:\/\/bit.ly\/kontakmojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta sudah masuk 10 besar kota dengan pengembangan ekosistem startup terbaik di dunia. Sayangnya, Indonesia masih miskin talenta digital.<\/p>\n","protected":false},"author":416,"featured_media":136787,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12910],"tags":[584,13048,13095,559,2085,13047],"class_list":["post-136785","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pendidikan","tag-content-creator","tag-digital-talent","tag-featured","tag-jokowi","tag-startup","tag-talenta-digital"],"modified_by":"Administrator","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/136785","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/416"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=136785"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/136785\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/136787"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=136785"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=136785"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=136785"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}