{"id":136739,"date":"2021-08-25T14:30:41","date_gmt":"2021-08-25T07:30:41","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=136739"},"modified":"2021-08-30T11:12:04","modified_gmt":"2021-08-30T04:12:04","slug":"hanya-orang-pemalas-yang-bilang-kalau-ngomong-bahasa-inggris-itu-nggak-perlu-grammar-yang-baik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/hanya-orang-pemalas-yang-bilang-kalau-ngomong-bahasa-inggris-itu-nggak-perlu-grammar-yang-baik\/","title":{"rendered":"Hanya Orang Pemalas yang Bilang Kalau Ngomong Bahasa Inggris itu Nggak Perlu Grammar yang Baik"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ngomong bahasa Inggris itu tidak perlu memperhatikan grammar, yang penting ngomong dulu. Ungkapan ini sering saya dengar. Yah, sebenarnya sih dibalik tujuan ungkapan ini bisa jadi positif, yaitu memotivasi orang-orang Indonesia yang kebanyakan minder atau takut ngomong bahasa Inggris karena salah. Grammar yang baik itu bisa belakangan, yang penting pede dulu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sekilas memang terdengar begitu memotivasi dan sangat positif. Tapi, sesungguhnya jika ungkapan ini terlalu sering dijadikan nasehat atau motivasi berbahasa Inggris bagi sebagian orang, bisa-bisa aja akhirnya kita pede ngomong bahasa Inggris tapi grammarnya hancur. Dan akhirnya kompetensi kita dalam berbahasa Inggris ya tetep aja di bawah standar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berbicara bahasa Inggris dengan grammar yang baik akan sangat membantu orang lain memahami apa yang mau kita maksud. Dan dengan grammar yang benar kita sudah berupaya untuk menggunakan bahasa Inggris dengan benar pula. Grammar yang baik menjamin komunikasi lancar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memang benar jika kita menggunakan bahasa Inggris perlu disesuaikan dengan kebutuhan. Ngomong bahasa Inggris saat kita pidato di forum formal dengan ngomong bahasa Inggris buat nawar barang di pasar atau sekedar untuk basa basi sama bule memang beda. Tapi, bukan berarti saat kita ngomong bahasa Inggris bukan di forum formal kita mengesampingkan grammar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kebiasaan sikap bodo amat sama grammar ini bisa-bisa membuat kita atau orang lain ya apatis aja sama grammar. Mereka kemudian menganggap grammar yang baik itu tidak penting amat. Eh, tapi perlu saya kasih tahu ya, lha kalau ngomong bahasa Inggris nggak perlu grammar, buat apa grammar itu bahkan sudah diajarkan semenjak SD? Tanpa grammar mungkin nggak sih sebuah ungkapan bisa dipahami dengan benar?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada alasan mendasar bahwa saat ngomong bahasa Inggris kita tidak boleh mengabaikan grammar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Alasan pertama, grammar membentuk makna dalam bahasa. Grammar bahasa Inggris bisa dibilang memiliki unsur yang lebih kompleks dari bahasa Indonesia. Kata ganti orang pada posisi subjek bisa berbeda saat diposisikan sebagai objek. Ini berbeda dengan bahasa Indonesia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gampangnya kata \u201cI love you\u201d jika dibalik jadi \u201cYou love me\u201d. Nah coba kalau pakai bahasa Indonesia, \u201cAku cinta kamu\u201d dibalik jadi \u201ckamu cinta aku\u201d. Jika diperhatikan tidak ada perbedaan saat kata ganti orang diubah dari subjek menjadi objek. Kata \u201ckamu\u201d sebagai obyek ya sama aja saat diposisikan sebagai subyek. Sedang, dalam bahasa Inggris \u201cI\u201d sebagai subjek menjadi \u201cme\u201d saat menjadi objek.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah nggak lucu kan kalau kita ngomong bahasa Inggris bilang, \u201cSir, do you want to take picture with I?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Buat bule yang suka mondar-mandir ke Indonesia bisa jadi nggak bingung dan lebih ke menyadari kalau kita bukan native speaker, jadi salah ya nggak papa. Tapi, ya tetep wagu lhaaa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Unsur gramatikal lainnya adalah membedakan mana kata benda sama kata kerja. Yang namanya tata urutan kalimat yang benar, kata kerja itu muncul setelah subyek. Tapi, saat kita mengabaikan unsur ini, maka ungkapan yang muncul ya bisa berantakan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Misal yang sering terjadi, \u201cI school in &#8230;\u201d. Lho padahal sekolah itu kata benda, yha nggak bisa muncul setelah subyek. Kalau dalam bahasa Indonesia sering kita bilang \u201csaya sekolah di &#8230;\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, masih menganggap grammar yang baik itu nggak penting?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Alasan kedua, bahasa Inggris adalah bahasa yang mendasarkan pada konsep waktu. Ini sangat berbeda dengan bahasa Indonesia. Oleh karena itu sejak SD hingga SMA, saat pelajaran bahasa Inggris kita selalu ketemu sama yang namanya penggunaan tenses. Tidak lain tidak bukan, tenses itu sangat penting untuk dikuasai.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada tiga konsep waktu yang mendasar dalam bahasa Inggris, yaitu masa lalu (past), masa sekarang (present), dan masa yang akan datang atau belum terjadi, bisa juga baru direncanakan (future). Nah, saat ngomong bahasa Inggris sangat jelas kita harus memperhatikan konsep waktu ini yang berimbas pada perbedaan penggunaan jenis verb atau kata kerja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi nggak mengherankan dalam bahasa Inggris Verb ini kita kenal dengan verb 1, verb 2, hingga verb 3. Yaa harus hapal laah! Mosok dapet pelajaran bahasa Inggris dari SD nggak hapal-hapal?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat kita membahas masa lalu atau sesuatu yang sudah dilakukan, kita harus menggunakan past tense. Misal kita ngomong \u201cI loved you\u201d sama pacar kita, hya jelas itu berarti kita udah nggak cinta sama doi. Lha ya gimana lha wong kita ngomongnya \u201cloved\u201d kok. Ada akhiran \u2013ed setelah love yang berarti kita cintanya sama pacar itu ya dulu, kalau sekarang ya udah nggak cinta.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bandingkan sama bahasa Indonesia yang kita ngomong cintanya dulu, sekarang sampai yang akan datang ya nggak ada bedanya. Terutama dalam penggunaan kata kerja. Kita tetep bilang cinta meskipun yo sebenarnya sekarang sudah nggak cinta. Nah ini membuktikan bahwa emang mau ngegombal pakai bahasa Inggris itu lebih rumit karena ketahuan bohong apa enggaknya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Uniknya, dalam bahasa Inggris saat kita ngomong sesuatu yang sifatnya khayalan atau fiksi maka kita harus ngomongnya memakai past tense. Jika yang mau kita katakan itu sesuatu berupa fakta, maka ya kita pakai present tense. Jadi bisa dibilang, dengan ngomong pakai bahasa Inggris kita bisa meminimalkan penyebaran hoaks atau cerita-cerita yang tidak nyata.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari dua alasan ini masih yakin bilang grammar yang baik saat ngomong bahasa Inggris nggak penting?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika masih kesulitan belajar grammar, saat ini banyak aplikasi sampai pembelajaran gratis di internet supaya kita mudah memahaminya. Berbagai sumber belajar bahasa Inggris juga bisa mudah didapat, dari buku, internet, kursusan bahasa Inggris sampai guru privat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan berbagai kemudahan akses belajar bahasa Inggris yang tersedia, kok masih ada yang bilang jika mau ngomong bahasa Inggris nggak perlu grammar yang baik, bisa dipastikan mereka hanyalah orang-orang pemalas saja yang ogah menggunakan waktunya buat belajar. Mereka milih rebahan sambil nggaya ngomong bahasa Inggris cas cis cus tapi kok kalimatnya ambyar semua.<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/manakah-yang-lebih-penting-belajar-grammar-atau-speaking-dulu\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Manakah yang Lebih Penting, Belajar Grammar atau Speaking Dulu? <\/a><\/b><strong>atau tulisan\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/hanifatul-hijriati\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Hanifatul Hijriati<\/a>\u00a0lainnya.<\/strong><\/p>\n<h6>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/h6>\n<h6>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya\u00a0<a href=\"https:\/\/bit.ly\/kontakmojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Grammar kiye ya penting lah, Bos!<\/p>\n","protected":false},"author":590,"featured_media":80996,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12910],"tags":[761,361,9266,2164,8928],"class_list":["post-136739","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pendidikan","tag-bahasa","tag-bahasa-inggris","tag-grammar","tag-komunikasi","tag-makna"],"modified_by":"Audian Laili","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/136739","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/590"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=136739"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/136739\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/80996"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=136739"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=136739"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=136739"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}