{"id":136680,"date":"2021-08-25T13:00:27","date_gmt":"2021-08-25T06:00:27","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=136680"},"modified":"2021-08-30T11:12:40","modified_gmt":"2021-08-30T04:12:40","slug":"mas-ahy-bener-loh-anak-muda-tak-boleh-dimanja-apalagi-disiapkan-karpet-merah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/mas-ahy-bener-loh-anak-muda-tak-boleh-dimanja-apalagi-disiapkan-karpet-merah\/","title":{"rendered":"Mas AHY Bener loh, Anak Muda Tak Boleh Dimanja, apalagi Disiapkan Karpet Merah"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Wejangan Mas AHY yang bijak bestari untuk para anak muda mengingatkan saya pada pidato Bu Mega Oktober tahun lalu, &#8220;Anak muda kita jangan dimanja.&#8221; Saat itu Bu Mega meminta Presiden Joko Widodo untuk tidak memanjakan anak muda yang katanya melek teknologi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Konteks permintaan Bu Mega mirip dengan wejangan Mas AHY yang membicarakan peran anak muda dalam meningkatkan daya saing bangsa supaya siap mewujudkan Indonesia Emas 2045.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Visioner sekali Mas AHY dan Bu Mega. Apa karena blio berdua anak mantan presiden dan punya dukungan partai politik?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seandainya semua anak muda di Indonesia adalah anak presiden dan punya dukungan partai politik, kita nggak perlu lagi khawatir dengan masa depan bangsa. Jangankan Indonesia Emas, 2045 jadi Indonesia Paladium, Indonesia Iridium, atau Indonesia Rhodium pun cincai. FYI, ketiga logam tersebut harganya lebih mahal dari emas.<\/span><\/p>\n<h4><b>Anak muda jangan dimanja<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau dipikir-pikir, makna kata-kata Mas AHY ini dalam sekali. Bahkan sangat dekat dengan realitas sosial masyarakat kita. Para orang tua di Indonesia memang masih banyak yang memanjakan anaknya. Terutama mereka yang memiliki privilese.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Privilese adalah hak atau kekebalan yang diberikan sebagai keuntungan, manfaat, atau bantuan khusus. Privilese tersebut bisa diwariskan (ascribed status), diraih sendiri dengan kerja keras (achieved status), atau disematkan kepada seseorang oleh orang lain (assigned status).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Contohnya tukang mi ayam langganan saya. Mentang-mentang punya keahlian masak ayam, tahu tempat beli mi yang enak, dan pelanggan pun sudah banyak karena dapat lokasi jualan di perempatan, anaknya disuruh dagang mi ayam juga. Padahal anaknya ini sudah punya pekerjaan, malah diminta resign lalu dibukakan cabang. Semua diurus bapaknya, anaknya tinggal duduk-duduk saja. Coba tukang mi ayam langganan saya ini nggak punya privilese, mana terpikir minta anaknya ikut jualan dan dibukakan cabang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memiliki privilese memang sesuatu, kalau nggak hati-hati bisa tergoda menjadi serakah. Demikian juga dengan pewaris privilesenya, jangan sampai jadi kayak anaknya tukang mi ayam langganan saya yang sekarang pusing karena terdampak pandemi. Coba dia berdikari, membangun kariernya sendiri, kan bisa punya keahlian dan lebih moncer auranya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ini saya nggak sedang ngomongin Mas AHY loh. Kalau Mas AHY, sih, semua orang juga tahu perjuangannya memimpin Partai Demokrat selama ini seperti apa. Kalaupun Mas AHY resign dari karier militernya bertepatan dengan Pilgub DKI kemudian mencalonkan diri dengan dukungan Partai Demokrat itu hanya kebetulan saja.<\/span><\/p>\n<h4><b>Anak muda jangan disiapkan karpet merah<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memanjakan anak muda dan menyiapkan karpet merah ini sebelas dua belas alias sami mawon. Keduanya cenderung dilakukan oleh orang tua yang cemas. Tapi, tolong, jangan samakan kecemasan tukang mi ayam langganan saya dengan kecemasan Pak SBY meski keduanya sama-sama orang tua.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tukang mi ayam langganan saya cemas anaknya tidak berhasil di pekerjaan dan jatuh sakit karena beban kerja terlalu berat. &#8220;Kasihan kerja sama orang, capek.&#8221; Begitu katanya. Sementara kecemasan Pak SBY adalah kondisi bangsa ini setelah blio tidak lagi menjadi presiden. Kecemasan blio tersurat lewat twit-twit selama bertahun-tahun setelah lengser. Sekarang alhamdulillah sudah nggak cemas lagi setelah Mas AHY mengambil alih beban pikiran blio, Pak SBY bisa fokus berkesenian.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lagi-lagi adalah sebuah kebetulan jika Pak SBY punya anak dengan kompetensi yang pilih tanding seperti Mas AHY. Sebagai negarawan tentu Pak SBY berpikir sosok Mas AHY tepat untuk memimpin Partai Demokrat untuk kemudian bisa maju mencalonkan diri di pilkada dan pilpres.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Oleh karena itu, ketika Maret lalu Ketua Umum Generasi Muda Demokrat Lucky P. Sastrawiria mengungkap ketidakpuasan atas kinerja Ketua Umum Partai Demokrat AHY, plus mengaku tidak puas dengan terpilihnya AHY secara aklamasi pada kongres Partai Demokrat Maret 2020, ini saja soal beda perspektif saja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yang terjadi pada Mas AHY namanya bukan menyiapkan karpet merah atau pewarisan tahta, blio adalah hadiah terindah dari Pak SBY untuk Partai Demokrat dan negeri ini. Jadi coba, deh, ubah perspektif dalam melihat permasalahan ini supaya tidak ada lagi kesalahpahaman.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lagian nih, ya, yang berkarpet merah itu Mbak Puan. Mas AHY karpetnya, kan, biru.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akhirul kata, perlu disampaikan di sini bahwa anak muda di Indonesia mestinya bersyukur ada sosok seperti Mas AHY yang tak lelah memberi pencerahan. Terima kasih, Mas!<\/span><\/p>\n<p><em>Sumber gambar: Akun Twitter\u00a0<a href=\"https:\/\/twitter.com\/AgusYudhoyono\/status\/1340266163700260865?s=20\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Agus Harimurti Yudhoyono<\/a>.<\/em><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/karier-yang-cocok-untuk-ahy-andai-klb-moeldoko-diakui-pemerintah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Karier yang Cocok untuk AHY Andai KLB Moeldoko Diakui Pemerintah<\/a>\u00a0dan tulisan\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/aminah-sri-prabasari\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Aminah Sri Prabasari<\/a>\u00a0lainnya.<\/strong><\/p>\n<h6><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/h6>\n<h6><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<em><a href=\"https:\/\/bit.ly\/kontakmojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jangan manja kalean wahai anak moeda.<\/p>\n","protected":false},"author":582,"featured_media":112480,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12905],"tags":[10528,4316,806,11734],"class_list":["post-136680","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-politik","tag-ahy","tag-karier","tag-pemuda","tag-pojok-tubir"],"modified_by":"Audian Laili","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/136680","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/582"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=136680"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/136680\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/112480"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=136680"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=136680"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=136680"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}